Indonesia Akan Kirim Balik 210 Ton Sampah Australia
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Indonesia Akan Kirim Balik 210 Ton Sampah Australia

Rabu, 10 Juli 2019 | 20:04 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Jakarta, Beritasatu.com- Indonesia akan mengirim lebih dari 210 ton sampah ke Australia, saat negara-negara Asia Tenggara menolak untuk dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah negara asing.

“Delapan peti kemas yang disita di kota Surabaya seharusnya hanya berisi kertas bekas, tetapi pihak berwenang juga menemukan bahan berbahaya dan sampah rumah tangga termasuk botol plastik dan kemasan, popok bekas, sampah dan kaleng elektronik,” kata juru bicara badan bea cukai Jawa Timur kepada AFP pada Selasa (8/7).

Menurut bea cukai Jatim, setelah pemeriksaan, kementerian lingkungan hidup Indonesia merekomendasikan limbah itu diekspor kembali.

“Tindakan ini dilakukan untuk melindungi lingkungan publik dan Indonesia, khususnya di Jawa Timur, dari limbah B3,” tambahnya, merujuk pada bahan berbahaya dan beracun.

Pihak berwenang menyatakan perusahaan Australia Oceanic Multitrading mengirim limbah ke Indonesia dengan bantuan dari perusahaan Indonesia PT MDI.
Keputusan Tiongkok pada tahun 2018 untuk melarang impor limbah plastik asing membuat daur ulang global menjadi kacau. Keputusan itu membuat negara-negara maju berjuang untuk menemukan tempat untuk mengirim limbah mereka.

Sampah dalam jumlah besar sejak itu telah dikirimkan ke Asia Tenggara, tetapi penentangan terhadap penanganan sampah ekspor semakin meningkat di wilayah tersebut. Pekan lalu, Indonesia mengumumkan akan mengirim kembali 49 peti kemas penuh limbah ke Prancis dan negara-negara maju lainnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

RUU Ekstradisi Hong Kong Akhirnya Dibatalkan

Kepala eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengumumkan pada Selasa (9/7) bahwa proposal rancangan undang-undang ekstradisi ke daratan Tiongkok “sudah mati”.

DUNIA | 10 Juli 2019

Tiongkok Desak AS Batalkan Penjualan Senjata ke Taiwan

Tiongkok mendesak Amerika Serikat (AS) untuk segera membatalkan penjualan senjata ke Taiwan dan memutuskan hubungan militer dengan pulau itu.

DUNIA | 10 Juli 2019

Desa Papua Nugini Diserang, 24 Tewas

Peredaran senjata otomatis membuat konflik makin mematikan.

DUNIA | 10 Juli 2019

Terkait Kudeta Gulen, Turki Perintahkan Penangkapan 176 Personel Militer

Turki telah memerintahkan penangkapan 176 personel militer karena diduga terkait kudeta Gulen.

DUNIA | 10 Juli 2019

Akibat Larangan Terbang Rusia, Georgia Merugi US$ 300 Juta

Para pakar memperkirakan Georgia akan mengalami kerugian hingga US$ 300 juta (sekitar Rp 4,23 triliun) akibat larangan terbang yang diberlakukan Rusia.

DUNIA | 10 Juli 2019

Meskipun Bermasalah, Rusia Akan Produksi 200 Jet Sukhoi

Rusia berencana untuk memproduksi setidaknya 200 pesawat Sukhoi Superjet 100 dalam waktu dekat.

DUNIA | 10 Juli 2019

Wapres Wang: Tiongkok Tak Bisa Dibungkam

Tiongkok dan seluruh dunia harus bisa hidup berdampingan, karena dunia tak bisa membungkam Tiongkok.

DUNIA | 10 Juli 2019

Buntut 737 MAX 8, Boeing Kehilangan Pesanan Lagi

Flyadeal, maskapai penerbangan Arab Saudi berbiaya rendah, telah membatalkan pesanan untuk 30 unit pesawat Boeing 737 MAX.

DUNIA | 9 Juli 2019

Memo Rahasia Bocor, Menteri Inggris Minta Maaf pada Ivanka Trump

Memo dari Kim Darroch, Duta Besar Inggris untuk Washington, bocor ke surat kabar pada Minggu (7/7/2019).

DUNIA | 8 Juli 2019

Saat Operasi Militer 2018, 5.287 WN Venezuela Tewas

Hampir 5.300 pembunuhan selama operasi keamanan tahun 2018 terkait dengan kasus-kasus "perlawanan terhadap otoritas Venezuela.

DUNIA | 8 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS