Negara-negara Dunia Serukan Akhiri Kekerasan di Libia
INDEX

BISNIS-27 447.461 (0.68)   |   COMPOSITE 5059.22 (10.65)   |   DBX 933.73 (0.97)   |   I-GRADE 135.366 (0.4)   |   IDX30 427.201 (0.25)   |   IDX80 111.513 (0.04)   |   IDXBUMN20 284.629 (0.66)   |   IDXG30 118.405 (0.01)   |   IDXHIDIV20 382.903 (0.33)   |   IDXQ30 125.347 (-0.06)   |   IDXSMC-COM 215.54 (0.15)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-0.23)   |   IDXV30 105.043 (0.18)   |   INFOBANK15 803.622 (5.26)   |   Investor33 371.182 (1.18)   |   ISSI 148.056 (0.05)   |   JII 539.107 (-1.57)   |   JII70 182.679 (-0.35)   |   KOMPAS100 996.599 (1.68)   |   LQ45 780.316 (0.83)   |   MBX 1404.61 (3.17)   |   MNC36 278.843 (0.85)   |   PEFINDO25 265.576 (-2.32)   |   SMInfra18 242.356 (-0.34)   |   SRI-KEHATI 313.434 (1.32)   |  

Negara-negara Dunia Serukan Akhiri Kekerasan di Libia

Rabu, 17 Juli 2019 | 11:12 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

Paris, Beritasatu.com- Negara-negara di dunia yaitu Prancis, Inggris, Mesir, Uni Emirat Arab (UEA), Amerika Serikat (AS), dan Italia, menyerukan untuk segera mengakhiri permusuhan di sekitar ibu kota Libia, Tripoli, serta memperingatkan bahwa kelompok teroris berusaha mengeksploitasi kekosongan keamanan di negara itu.

Lewat pernyataan bersama yang jarang dikeluarkan, Selasa (16/7), keenam negara itu mendesak pihak-pihak yang bertikai di Libya untuk kembali kepada proses politik yang dimediasi oleh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

“Tidak ada solusi militer di Libya,” sebut pernyataan itu.

Ditambahkan, kekerasan yang berlangsung terus-menerus telah menewaskan hampir 1.100 jiwa, mengungsikan lebih dari 100.000 orang, dan memicu peningkatan keadaan darurat kemanusiaan.

Komandan militer pemberontak, Khalifa Haftar dari Tentara Nasional Libia (LNA), telah berjuang melawan milisi sejak April lalu untuk merebut kendali atas Tripoli dari tangan internasional di bawah Pemerintahan Kesepakatan Nasional (GNA).

Desakan GNA di ibu kota belum sampai melampaui pinggiran selatan Tripoli, tapi sudah membuat Libya menjadi tidak stabil. Negara itu juga telah terperosok dalam kekacauan sejak penggulingan diktator Moammar Kadhafi yang didukung NATO pada 2011, serta perpecahan antara pemerintahan timur dan barat sejak 2014.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan perang perebutan Tripoli telah menewaskan setidaknya 1.093 orang, termasuk 106 warga sipil. Lebih dari 100.000 orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Di tengah konflik, PBB dipaksa awal tahun ini untuk mengabaikan rencana atas konferensi dalam rangka menjembatani kesepakatan untuk menggelar pemilu sebagai bagian dari solusi atas krisis politik Libia.

Pertemuan itu dijadwalkan untuk mempertemukan Haftar dan Perdana Menteri (PM) GNA, Fayez al-Sarraj, di kota barat daya, Ghadames, pada 14-16 April 2019, namun ditunda hanya beberapa hari sebelumnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Christine Lagarde Putuskan Mundur dari IMF

Lagarde akan meninggalkan posisinya efektif pada 12 September 2019.

DUNIA | 17 Juli 2019

Gedung di India Runtuh, 4 Tewas dan Puluhan Terperangkap

Setidaknya empat orang telah tewas dan lebih dari 30 orang terjebak setelah satu bangunan berlantai empat runtuh di kota Mumbai, India, Selasa (16/7).

DUNIA | 16 Juli 2019

PBB: 821 Juta Orang Alami Kelaparan pada Tahun 2018

Lebih dari 821 juta orang menderita kelaparan di seluruh dunia pada tahun 2018.

DUNIA | 16 Juli 2019

Mesir Buka Dua Piramida Kuno untuk Turis

Otoritas Mesir membuka dua piramida tertua untuk wisatawan pada Sabtu (13/7) untuk pertama kalinya sejak 1965.

DUNIA | 16 Juli 2019

Pemimpin Hong Kong Kecam Demonstran sebagai Perusuh

Pemimpin Hong Kong Carrie Lam mengecam demonstran sebagai perusuh setelah aksi protes akhir pekan lalu berujung kepada kerusuhan.

DUNIA | 16 Juli 2019

Dalam Satu Hari, Najib Razak Belanjakan Rp 11,3 Miliar

Dua kartu kredit milik mantan perdana menteri Malaysia Najib Razak digunakan untuk berbelanja senilai Rp 11,36 miliar di toko perhiasan.

DUNIA | 16 Juli 2019

Protes Makin Panas, Sekretaris Kehakiman Hong Kong Bertolak ke RRT

Industri retail Hong Kong khawatir unjuk rasa berkelanjutan memukul citra Hong Kong sebagai surga belanja.

DUNIA | 16 Juli 2019

Papua Nugini Perketat Keamanan Pasca Perang Suku

Otoritas Papua Nugini telah memperketat keamanan untuk mencegah peningkatan lebih lanjut atas kekerasan antarsuku.

DUNIA | 16 Juli 2019

Turki dan Rusia Akan Produksi Rudal S-400

Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan Turki tak hanya membeli rudal S-400 dari Rusia, tapi berniat untuk memproduksi sistem pertahanan rudal tersebut bersama-sama dengan Rusia.

DUNIA | 16 Juli 2019

Korban Tewas Banjir Nepal Bertambah, Ribuan Kehilangan Rumah

Jumlah korban tewas di Nepal akibat banjir bandang dan tanah longsor dalam tiga hari bertambah menjadi 55 orang, pada Minggu (14/7).

DUNIA | 15 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS