Dalam 3 Bulan, 400.000 Orang Mengungsi di Suriah
INDEX

BISNIS-27 503.6 (1.21)   |   COMPOSITE 5652.76 (35.99)   |   DBX 1032.04 (1.88)   |   I-GRADE 164.451 (0.97)   |   IDX30 490.95 (1.66)   |   IDX80 128.766 (0.54)   |   IDXBUMN20 358.484 (2.18)   |   IDXG30 133.521 (0.38)   |   IDXHIDIV20 437.723 (2.03)   |   IDXQ30 142.408 (0.74)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.06)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (2.24)   |   IDXV30 120.747 (1.77)   |   INFOBANK15 969.323 (2.13)   |   Investor33 424.184 (1.38)   |   ISSI 165.497 (1.24)   |   JII 607.992 (3.73)   |   JII70 207.954 (1.56)   |   KOMPAS100 1151.81 (6.97)   |   LQ45 901.663 (3.07)   |   MBX 1571.94 (11.04)   |   MNC36 316.426 (1.48)   |   PEFINDO25 300.975 (6.42)   |   SMInfra18 283.853 (0.77)   |   SRI-KEHATI 362.321 (1.21)   |  

Dalam 3 Bulan, 400.000 Orang Mengungsi di Suriah

Sabtu, 27 Juli 2019 | 19:30 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Saraqib, Beritasatu.com- Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) menyatakan pada Jumat (26/7), lebih dari 400.000 orang telah mengungsi di Suriah barat laut selama tiga bulan terakhir. Lebih dari 100 tewas dalam serangan udara Suriah dalam 10 hari terakhir.

Kepala Hak Asasi Manusia PBB Michelle Bachelet mengutuk "ketidakpedulian internasional" dalam menghadapi meningkatnya jumlah korban tewas dalam serangan udara pemerintah di sekolah-sekolah, rumah sakit, pasar, bahkan toko roti di kawasan itu.

“Ini adalah objek sipil, dan tampaknya sangat tidak mungkin, mengingat pola serangan seperti itu yang terus-menerus, dan semua warga terkena kecelakaan. Serangan yang disengaja terhadap warga sipil adalah kejahatan perang, dan mereka yang telah memerintahkan atau melaksanakannya bertanggung jawab secara pidana atas tindakan mereka,” katanya.

Didukung oleh sekutu utama yakni Rusia, pemerintah Suriah memulai ofensif terhadap kantong pemberontak di barat laut Suriah - daerah terakhir dari oposisi aktif Presiden Bashar al-Assad - pada akhir April, dengan menyatakan pihaknya hanya merespons pelanggaran gencatan senjata.

Wilayah Idlib yang didominasi jihadis seharusnya dilindungi oleh perjanjian gencatan senjata internasional yang telah berumur beberapa bulan. Tetapi wilayah ini justru digempur terus oleh pemerintah dan sekutunya Rusia sejak akhir April.

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia, lonjakan kekerasan telah menewaskan lebih dari 740 warga sipil. Kelompok-kelompok bantuan menggambarkan episode berdarah terakhir perang saudara delapan tahun Suriah ini sebagai "mimpi buruk".

“Lebih dari 400.000 orang telah melarikan diri dari kekerasan di daerah itu sejak akhir April,” kata David Swanson dari kantor koordinasi kemanusiaan PBB OCHA.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

62 Mayat Migran Ditemukan di Perairan Libia

Petugas penyelamat mengatakan pada Jumat (26 /7) bahwa mereka telah mengevakuasi mayat 62 migran dari perairan lepas pantai Libia.

DUNIA | 27 Juli 2019

Legenda Tinju Julio Cesar Chavez Ditodong dan Dirampok

Julio Cesar Chavez mengalami perampokan dengan ditodong pistol di bagian kepala saat berada di Mexico City.

DUNIA | 27 Juli 2019

Trump Ancam Tak Akui Status Tiongkok di WTO

Presiden Donald Trump pada Jumat (26/7) mengancam akan menarik pengakuan status "negara berkembang" khusus Tiongkok

DUNIA | 27 Juli 2019

Wabah Ebola, Arab Saudi Tangguhkan Visa Jemaah dari Kongo

Arab Saudi melarang masuk jemaah calon haji asal Republik Demokratik Kongo (DRC) karena mengkhawatirkan penyebaran wabah Ebola.

DUNIA | 27 Juli 2019

Kapal Migran Terbalik, 115 Migran Tewas Tenggelam

Lebih dari 100 migran dan pengungsi perbatasan Eropa dikhawatirkan tenggelam setelah kapal yang ditumpangi terbalik di lepas pantai Libia, di Laut Mediterania.

DUNIA | 26 Juli 2019

Inggris Kawal Kapalnya yang Melewati Selat Hormuz

Angkatan Laut (AL) Inggris akan mengawal kapal-kapal berbendera Inggris yang melewati Selat Hormuz. Para pemilik kapal telah diminta untuk memberitahu.

DUNIA | 26 Juli 2019

Boris Johnson Rekrut Ekstra 20.000 Petugas Polisi

Perdana Menteri (PM) baru Inggris Boris Johnson akan merekrut ekstra 20.000 petugas polisi selama tiga tahun ke depan. Kebijakan yang diumumkan setelah pertemua

DUNIA | 26 Juli 2019

AS Berlakukan Lagi Hukuman Mati Setelah 16 Tahun

Pemerintah Amerika Serikat (AS) akan kembali memberlakukan hukuman mati setelah dinon-aktifkan selama 16 tahun atau sejak 2003.

DUNIA | 26 Juli 2019

Ozil dan Kolasinac Nyaris Ditusuk Perampok

Mesut Ozil dan rekan satu timnya di Arsenal, Sead Kolasinac, berhasil lolos tanpa terluka dari upaya perampokan menggunakan pisau di London Utara.

DUNIA | 26 Juli 2019

Galang Pendukung Garis Keras Brexit, Boris Johnson Rombak Kabinet

Perdana Menteri (PM) baru Inggris Boris Johnson melakukan perombakan besar kabinet dengan menggantikannya dengan veteran atau penganut garis keras Brexit.

DUNIA | 25 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS