Pemimpin Oposisi Pakistan Ditangkap
INDEX

BISNIS-27 511.575 (0.17)   |   COMPOSITE 5759.92 (15.54)   |   DBX 1054.23 (5.86)   |   I-GRADE 169.662 (0.03)   |   IDX30 501.412 (0.34)   |   IDX80 131.739 (0.22)   |   IDXBUMN20 371.622 (1.68)   |   IDXG30 135.832 (0.42)   |   IDXHIDIV20 450.213 (1.08)   |   IDXQ30 146.619 (-0.06)   |   IDXSMC-COM 244.641 (1.76)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (2.32)   |   IDXV30 126.958 (0.5)   |   INFOBANK15 989.895 (1.2)   |   Investor33 430.473 (-0.27)   |   ISSI 168.725 (0.14)   |   JII 619.114 (-0.81)   |   JII70 212.184 (0)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.57)   |   LQ45 920.779 (1.37)   |   MBX 1601.16 (3.66)   |   MNC36 321.923 (-0.05)   |   PEFINDO25 313.689 (1.08)   |   SMInfra18 292.004 (0.76)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-0.06)   |  

Pemimpin Oposisi Pakistan Ditangkap

Jumat, 9 Agustus 2019 | 12:56 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Islamabad, Beritasatu.com- Pemimpin oposisi Pakistan Maryam Nawaz telah ditangkap oleh Biro Akuntabilitas Nasional (NAB). Seperti dilaporkan Reuters, Kamis (8/8), seorang juru bicara partai PML-N mengatakan kejadian ini merupakan penahanan tokoh penting terbaru dari seorang anggota dinasti politik Sharif.

Wakil presiden Liga Muslim Pakistan (PML-N) Maryam Nawaz ditahan atas dugaan korupsi pada Kamis ketika dia mengunjungi ayahnya, mantan perdana menteri Nawaz Sharif, di satu penjara, kota Lahore.

“Maryam Nawaz telah ditangkap,” kata Marriyum Aurangzeb, juru bicara PML-N mengatakan kepada kantor berita Reuters.

Azma Bukhari, juru bicara PML-N lainnya, mengatakan bahwa Maryam ditangkap dalam kasus Chaudhry Sugar Mills.

Kasus tersebut terkait dengan pabrik gula milik keluarga, yang telah mendominasi politik negara selama tiga dekade. Namun kasus-kasus terhadap pabrik gula tersebut diduga bermotivasi politik.

Nawaz Sharif, seorang perdana menteri tiga kali, menjalani hukuman tujuh tahun untuk korupsi.

Keluarga Nawaz telah terlibat dalam beberapa persidangan atas tuduhan korupsi setelah Mahkamah Agung mendiskualifikasi Nawaz dari jabatannya pada Juli 2017.

Maryam adalah salah satu dari sedikit tokoh oposisi yang secara terbuka mengkritik Perdana Menteri Imran Khan dan militer Pakistan yang kuat. Maryam menuduh mereka dalam beberapa pekan terakhir menyensor demonstrasi dan konferensi pers yang diadakan oleh partainya.

NAB, pasukan antikorupsi federal, membenarkan penangkapan Maryam tersebut.

“Mereka telah ditangkap tetapi di mana mereka akan disimpan akan diputuskan oleh kantor pusat kami di Islamabad,” kata juru bicara NAB di Lahore.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Setelah Gempa, Taiwan Terancam Topan Kuat

Taiwan terancam topan kuat yang beresiko longsor dan laut tinggi hanya beberapa jam setelah pulau itu dilanda gempa berkekuatan 5,9 skala magnitudo.

DUNIA | 9 Agustus 2019

Jokowi dan Mahathir Bahas Pendidikan Anak TKI

Jokowi yang akan melakukan pertemuan bilateral dengan PM Malaysia Mahathir Muhammad membahas dua isu utama, yakni pendidikan anak TKI dan sawit.

DUNIA | 9 Agustus 2019

Presiden Jokowi Disambut Upacara Resmi di Malaysia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, pada Jumat (9/8/2019) akan mengawali kunjungan kenegaraan ke Kuala Lumpur, Malaysia.

DUNIA | 9 Agustus 2019

Hubungan Uni Eropa dan ASEAN Dinilai Makin Dalam

Uni Eropa (UE) dan ASEAN dalam peringatan hari lahir ASEAN ke-52 meluncurkan Buku Biru UE-ASEAN 2019, yaitu sebuah publikasi tahunan tentang kerja sama kedua pi

DUNIA | 8 Agustus 2019

The Fed Siap Buyback Jika Tiongkok Lepas Obligasi AS

Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve/The Fed) dilaporkan siap melakukan pembelian kembali (buyback), jika Tiongkok melepas obligasi AS.

DUNIA | 8 Agustus 2019

Jokowi Miliki Keterikatan Pribadi dengan Gedung ASEC

Presiden Joko Widodo mengungkapkan memiliki keterikatan pribadi dengan gedung Sekretariat ASEAN (ASEAN Secretariat/ASEC).

DUNIA | 8 Agustus 2019

Sengketa Kashmir, Pakistan Usir Dubes India

Pemerintah Pakistan, Rabu (7/8/2019), menyatakan mengusir duta besar India dan komisaris Tinggi India, seiring dengan sengketa terhadap wilayah Kashmir.

DUNIA | 8 Agustus 2019

Tiongkok Siap Lepas Obligasi AS Senilai US$ 1,1 Triliun

Beijing dilaporkan menyiapkan senjata untuk perang dagang, yakni melepas surat utang AS yang nilainya mencapai US$ 1,1 triliun atau setara Rp 14.202 triliun.

DUNIA | 8 Agustus 2019

Jokowi Serukan Semangat Baru ASEAN

Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo, Kamis (8/8/2019) pagi, meresmikan gedung baru Sekretariat ASEAN bertepatan dengan pembentukan ASEAN ke-52 tahun.

DUNIA | 8 Agustus 2019

Setelah 622 Orang Meninggal, Filipina Nyatakan Darurat DBD

Otoritas Filipina menyatakan wabah demam berdarah saat kematian yang meningkat. Filipina telah menyatakan "wabah demam berdarah nasional" setelah setidaknya 622 orang kehilangan nyawa

DUNIA | 8 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS