Perundingan AS-Taliban di Doha Alami Kebuntuan
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Perundingan AS-Taliban di Doha Alami Kebuntuan

Selasa, 13 Agustus 2019 | 11:44 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

Doha, Beritasatu.com- Perundingan terakhir antara Taliban dan Amerika Serikat (AS) yang digelar di ibu kota Qatar, Doha, berakhir tanpa adanya kesepakatan damai untuk Afghanistan. Kedua pihak menyatakan akan berkonsultasi dengan para pemimpin mereka untuk langkah-langkah selanjutnya.

Perundingan putaran kedelapan, yang dimulai di Doha sejak 3 Agustus 2019, berfokuskan kepada detil-detil teknis dan berakhir pada Senin (12/8).

Tidak satu pun pihak yang menyampaikan detil dari hasil pembiaraan di Doha. Tapi, perwakilan AS, Zalmay Khalilzad, mengklaim pembicaraan mereka “produktif” dan juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, menggambarkan pembicaraan itu “panjang dan berguna”.

Kedua pihak telah membicarakan kesepakatan dengan kondisi pasukan AS akan menarik diri dari Afghanistan dan Taliban akan menjamin negara itu tidak lagi menjadi menjadi landasan luncur bagi serangan global. Tapi AS juga mendesak kesepakatan Taliban atas dua hal lainnya, yaitu pembagian kekuasaan dengan pemerintah Afghanistan yang didukung AS dan gencatan senjata.

Kesepakatan akan kedua hal itu akan memungkinkan Presiden AS Donald Trump mencapai tujuannya yang diluncurkan beberapa hari setelah serangan 11 September 2001 di AS. Perang di Afghanistan menjadi jalan buntu, dengan tidak ada satu pun pihak yang mampu mengalahkan pihak lain dan korban sipil meningkat.

Pemerintah Afghanistan tidak dilibatkan dalam pembicaraan itu. Taliban menolak mengakui atau berunding dengan mereka.

Taliban terlihat dalam posisi terkuat sejak invasi yang dipimpin AS telah menjatuhkan pemerintahan selama lima tahun pada 2001. AS dan NATO secara resmi mengakhiri misi pertermpuran mereka pada 2014, tapi sekitar 20.000 pasukan AS dan sekutunya masih berada di negara itu.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Presiden Baru Guatemala Janji Bendung Migran ke AS

Tokoh konservatif Alejandro Giammattei telah terpilih sebagai presiden di Guatemala, Senin (12/8).

DUNIA | 13 Agustus 2019

Priyanka Chopra Dituduh Munafik dan Dorong Perang Nuklir

Aktris BPriyanka Chopra dituduh sebagai seorang yang munafik dan telah mendorong perang nuklir karena pesannya di Twitter untuk mendukung militer India

DUNIA | 13 Agustus 2019

Bandara Hong Kong Kembali Beroperasi

Bandara udara Internasional Hong Kong kembali beroperasi Selasa (13/8) pagi.

DUNIA | 13 Agustus 2019

Uni Eropa Isyaratkan Tidak Takut Boris Johnson

PM Inggris Boris Johnson saat ini dinilai berusaha menakut-nakuti Eropa agar memberikan kesepakatan Brexit lebih baik.

DUNIA | 12 Agustus 2019

Korban Tewas Banjir India Capai 147 Orang

Jumlah korban tewas akibat banjir di tiga negara bagian India yakni Karnataka, Kerala, dan Maharashtra, meningkat menjadi 147 orang, Minggu (11/8).

DUNIA | 12 Agustus 2019

Diserbu Demonstran, Bandara Hong Kong Ditutup

Krisis di Hong Kong sudah berlangsung 10 pekan dan kembali menunjukkan ekskalasi cukup dramatis.

DUNIA | 12 Agustus 2019

Korea dan Jepang Juga Terlibat Perang Dagang

Jepang dan Korsel saling mengeluarkan tetangganya dari daftar mitra dagang terpercaya.

DUNIA | 12 Agustus 2019

Lampu Gemerlap Signify Akan Terangi 15 Jembatan di Sungai Thames

Lampu Gemerlap Signify Akan Terangi 15 Jembatan di Sungai Thames

DUNIA | 12 Agustus 2019

Dukung Vivian Forbes, Perbatasan Laut Timor Perlu Dibahas Lagi

Australia dan Timor Leste menyelesaikan batas perairan dengan prinsip median line.

NASIONAL | 12 Agustus 2019

Kecewa Hadiah Ultah, Pemuda Tajir Buang Sedan BMW ke Sungai

Akash, seorang pemuda tajir di India yang berharap berulang tahun ke-22. Tapi akibat kecewa berat, dia malah menceburkan sedan baru BMW ke sungai.

DUNIA | 11 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS