Resmi, Pemimpin Hong Kong Cabut RUU Ekstradisi
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Resmi, Pemimpin Hong Kong Cabut RUU Ekstradisi

Kamis, 5 September 2019 | 11:33 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

Hong Kong, Beritasatu.com-Pemimpin Hong Kong Carrie Lam secara resmi mencabut sepenuhnya rancangan undang-undang (RUU) yang memungkinkan ekstradisi ke Tiongkok. Keputusan yang diumumkan lewat pidato di televisi, Rabu (4/9), mungkin bisa meredakan situasi politik Hong Kong, tapi tidak mengakhiri kerusuhan akibat demonstrasi massa di pusat keuangan Asia itu.

Pencabutan RUU, yakni satu dari lima tuntutan utama demonstran Hong Kong, menjadi titik balik dramatis untuk Lam yang berbulan-bulan menolak pencabutan resmi RUU tersebut.

Langkah itu diambil setelah pertemuan dengan para politisi pro-pembentukan termasuk anggota parlemen setempat dan perwakilan kota untuk badan legislatif nasional. Lam juga menjanjikan studi independen atas kinerja pemerintah dan memastikan kembali komitmennya untuk mengevaluasi tindakan pemerintah.

Namun, Lam menolak untuk untuk memenuhi empat tuntutan demonstran lainnya, seperti demokrasi lebih luas untuk kota itu dan komisi independen atas tindakan kepolisian, menyebut bahwa semua penyelidikan akan dilakukan oleh Dewan Independen Pengaduan Polisi (IPCC) yang sudah ada.

“Insiden selama dua bulan terakhir ini mengejutkan dan membuat sedih warga Hong Kong. Kita semua sangat cemas tentang Hong Kong, rumah kita. Kita semua berharap menemukan jalan keluar atas kebuntuan saat ini dan saat-saat meresahkan,” kata Lam lewat pernyataan video, Rabu malam.

Lam menyatakan kerusuhan sosial yang sudah berlangsung lebih dari dua bulan jelas menunjukkan ketidakpuasan jauh melampaui RUU. “Kita harus menemukan cara untuk mengatasi ketidakpuasan dalam masyarakat dan mencari solusi,” ujarnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pemilu Sela Batal, Brexit Tertunda Lagi

Dewan Rakyat mendesak Johnson untuk meminta penundaan Brexit yang memiliki tenggat waktu 31 Oktober nanti.

DUNIA | 5 September 2019

PBB: Inggris Merugi Rp 227 Triliun Akibat Brexit

PBB menyatakan jika memilih meninggalkan UE tanpa kesepakatan perdagangan,Inggris akan mengalami kerugian setidaknya US$ 16 miliar (sekitar Rp 227 triliun)

DUNIA | 4 September 2019

Bangladesh Blokir Internet di Kamp Rohingya

Otoritas pengaturan telekomunikasi Bangladesh, Selasa (4/9), memerintahkan operator telepon seluler untuk memblokir internet di kamp Rohingya

DUNIA | 4 September 2019

Aktivis Hong Kong Desak Taiwan Ikut Demonstrasi

Sejumlah aktivis Hong Kong termasuk Joshua Wong (22), mendesak Taiwan untuk membantu mendorong demokrasi di kota yang dikuasai Tiongkok itu.

DUNIA | 4 September 2019

Polisi Guinea Bissau Sita 1,8 Ton Kokain

Polisi di Guinea-Bissau telah menyita lebih dari 1,8 ton kokain yang disembunyikan dalam kantong tepung.

DUNIA | 4 September 2019

Boris Johnson Kalah Voting, Parlemen Inggris Akan Ajukan RUU Tunda Brexit

Anggota parlemen dari Partai Konservatif dan oposisi berhasil mengalahkan pemerintahan Boris Johnson dalam voting untuk mengambil alih agenda Brexit

DUNIA | 4 September 2019

Tahun Depan, Vladimir Putin Kunjungi Indonesia

Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan mengunjungi Indonesia pada awal 2020 untuk memperingati 70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Rusia.

DUNIA | 4 September 2019

PBB yang Inklusif Perlu Ikutsertakan Taiwan

Dasar hukum yang sering digunakan untuk mengabaikan Taiwan dari PBB adalah Resolusi 2758 (XXVI) yang diadopsi oleh Majelis Umum PBB pada 1971.

DUNIA | 4 September 2019

Pencarian Korban Kapal Terbakar di California Dihentikan, 34 Orang Diduga Tewas

Penjaga Pantai mengatakan tidak ada korban yang ditemukan hidup setelah api membakar kapal ikan di pantai California Selatan.

DUNIA | 4 September 2019

Bela Bolsonaro, Petarung MMA Brasil Ancam Pukul Macron

Perseteruan sengit antara Presiden Brasil Jair Bolsonaro dan Presiden Prancis Emmanuel Macron menjadi perhatian publik.

DUNIA | 4 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS