AS Coba Suap Kapten Kapal Tanker Iran
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

AS Coba Suap Kapten Kapal Tanker Iran

Minggu, 8 September 2019 | 05:55 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Washington, Beritasatu.com- Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah mengkonfirmasi bahwa pihaknya memang menawarkan uang jutaan dolar kepada kapten kapal tanker minyak Iran yang berada di tengah-tengah pertikaian diplomatik.

Brian Hook, Kepala Kelompok Departemen Aksi Iran, mengirimi email kepada kapten Adrian Darya 1 tentang tawaran berlayar ke suatu tempat sehingga AS bisa merebutnya.

Kapal tanker itu diduga memindahkan minyak ke Suriah, dan sementara waktu ditahan oleh otoritas Inggris di Gibraltar pada bulan Juli. Kapal Adrian Darya 1 dirilis bulan lalu setelah Iran memberikan jaminan tentang tujuannya.

Departemen Kehakiman AS, yang telah mencoba untuk memblokir pembebasan Adrian Darya 1, kemudian mengeluarkan surat perintah untuk merebut kapal tanker itu.

Laporan penawaran tunai pertama kali muncul di Financial Times pada Rabu (4/9) dan telah dikonfirmasi oleh departemen luar negeri AS.

“Kami telah melakukan penjangkauan luas ke beberapa kapten kapal serta perusahaan pelayaran,” kata seorang juru bicara kepada kantor berita AFP.

AS telah menempatkan kapal tanker ke daftar hitam Jumat lalu. Departemen keuangan AS menyatakan kapal itu digunakan untuk mengangkut 2,1 juta barel minyak mentah Iran untuk kepentingan Pengawal Revolusi Iran - cabang angkatan bersenjata negara itu yang dinyatakan AS sebagai organisasi teroris.

Menurut Financial Times, Hook mengirim email ke kapten Adrian Darya 1, Akhilesh Kumar yang merupakan warga India, sebelum memberlakukan sanksi pada kapal tersebut.

"Saya menulis dengan berita baik," baca email itu. Pemerintah Trump bersedia membayar kapten beberapa juta dolar untuk mengambil kapal di suatu tempat yang bisa disita oleh otoritas AS.

Email-email itu dilaporkan memuat nomor telepon departemen luar negeri AS untuk memastikan kapten - yang mengambil alih kapal setelah disita - tidak berpikir bahwa tawaran itu palsu.

Kepada Financial Times, Hook mengatakan bahwa departemen luar negeri AS "bekerja sangat erat dengan komunitas maritim untuk mengganggu dan mencegah ekspor minyak ilegal".



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Akibat Kebakaran, Bolivia Kehilangan 1,7 Juta Ha Hutan

Kebakaran hutan yang mengamuk di hutan-hutan dan padang rumput Bolivia sejak Mei telah menghancurkan 1,7 juta hektare hutan.

DUNIA | 8 September 2019

Rusia dan Ukraina Bertukar Tahanan

"Ukraina menyerahkan 35 orang ke Rusia, kami menyerahkan jumlah yang sama ke Ukraina.”

DUNIA | 7 September 2019

Iran Sita Kapal Diduga Selundupkan Minyak di Teluk

Kapal itu mengangkut hampir 284.000 liter diesel.

DUNIA | 7 September 2019

Kepolisian Hong Kong Gagalkan Upaya Demonstran Lumpuhkan Akses Bandara

Pada Jumat malam (/9/2019), kepolisian juga melemparkan gas air mata untuk membubarkan massa anarkis.

DUNIA | 7 September 2019

India Kehilangan Kontak Pesawat dalam Misi ke Bulan

Vikram turun sesuai jadwal dan normal lalu hilang komunikasi di ketinggian 2,1 km.

DUNIA | 7 September 2019

Diserang Demam Afrika, Vietnam Musnahkan 4,7 Juta Babi

Vietnam telah memusnahkan sekitar 4,7 juta babi untuk menampung wabah demam babi Afrika yang telah menyebar ke 63 provinsi di negara Asia Tenggara itu.

DUNIA | 7 September 2019

Terbelit Krisis Brexit, Adik PM Boris Johnson Pilih Mundur

Krisis Brexit rupanya ternyata juga memicu pergolakan di pemerintahan Inggris. Adik Boris Johnson pun memilih mundur dari pemerintahan Inggris.

DUNIA | 7 September 2019

PM Boris Johnson: Lebih Baik Mati Daripada Tunda Brexit

Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson menyatakan lebih baik mati daripada meminta Uni Eropa (UE) untuk menunda Brexit lewat tanggal 31 Oktober 2019.

DUNIA | 7 September 2019

Kemiskinan Perburuk Krisis Sampah Plastik di Filipina

Sebagian besar sampah berupa saset sampo, pasta gigi, deterjen dan kopi sekali pakai yang dibawa ke laut di tepi sungai di Manila, Filipina.

DUNIA | 7 September 2019

Mantan Ibu Negara Honduras Dihukum Penjara 58 Tahun

Mantan ibu negara Honduras Rosa Elena Bonilla, istri mantan presiden Porfirio Lobo, dijatuhi hukuman penjara selama 58 tahun.

DUNIA | 7 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS