30.000 WN Malaysia Ajukan Suaka ke Australia
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

30.000 WN Malaysia Ajukan Suaka ke Australia

Minggu, 8 September 2019 | 21:51 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Kuala Lumpur, Beritasatu.com- Komisioner Tinggi Australia untuk Malaysia menyambut baik pernyataan dari Kementerian Luar Negeri negara itu yang mengakui kekhawatiran Canberra terkait tingginya jumlah warga Malaysia yang mengajukan suaka di Australia.

Dalam wawancara dengan surat kabar The Malaysian Reserve pekan lalu, Komisioner Tinggi Andrew Goledzinowski menyatakan 33.000 warga Malaysia telah mengajukan suaka di Australia dalam beberapa tahun terakhir, namun sebagian besar dari mereka dinilai bukan pengungsi sesungguhnya.

“Banyak yang tinggal lebih lama (overstay) lalu mengajukan status pengungsi. Saat ini, kami mempunyai 33.000 warga Malaysia, bukan Suriah, bukan Rohingya, yang telah mengajukan permohonan sebagai pengungsi di Australia,” kata Goledzinowski.

“Mereka melakukan itu karena mereka tahu kita negara yang murah hati. Kami mengangap serius para pengungsi dan mereka berusaha menunda waktu untuk dipindahkan (dari Australia),” tambahnya.

Lebih dari 10.000 warga Malaysia diperkirakan berada di Australia secara tidak sah. Jumlah itu jauh lebih tinggi dari orang-orang yang berasal dari negara lain.

“Pemerintah tidak memberi toleransi kepada mereka yang berusaha mengambil keuntungan dari sistem visa kami,” kata juru bicara Pasukan Perbatasan Australia, yang tidak disebutkan namanya.

Bersama dengan warga dari Kanada, Jepang, Singapura, dan Amerika Serikat (AS), warga Malaysia adalah satu dari segelintir warga negara asing yang memenuhi syarat untuk mengajukan sistem Otoritas Perjalanan Elektronik Australia (ETA).

Sistem ETA mengizinkan warga asing mengajukan perjalanan jangka pendek ke Australia untuk tujuan pariwisata atau bisnis daring hanya dengan membayar 20 dolar Australia (Rp 193.000), tanpa harus mendatangi kedutaan atau komisi tinggi.

“Dari informasi yang kami dapatkan, sejumlah besar (pengaju suaka) disebabkan karena warga Malaysia mengambil keuntungan dari hukum imigrasi Australia yang memungkinkan mereka tinggal lebih lama dengan cara melanggar hukum,” sebut pernyataan Kementerian Luar Negeri Malaysia sebagai tanggapan terhadap wawancara dengan Goledzinowski.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kemlu: Wapres Instruksikan Penanganan Pengungsi Kalideres

Penanganan pemindahan pengungsi luar negeri dari gedung bekas Kodim di Kalideres, Jakarta Barat, mendapatkan perhatian dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

DUNIA | 8 September 2019

Robert Mugabe, Tokoh Zimbabwe yang Dikenang Penuh Kontroversi

Semasa hidup, mantan presiden Zimbabwe Robert Mugabe sering melontarkan pernyataan-pernyataan eksentrik, dan kerap menuai kontroversi.

DUNIA | 8 September 2019

Tanzania Sita Gading dari Pembantaian 117 Ekor Gajah

Tanzania telah menyita ratusan gading yang setara dengan pembantaian setidaknya 117 ekor gajah.

DUNIA | 8 September 2019

AS Coba Suap Kapten Kapal Tanker Iran

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) telah mengkonfirmasi bahwa pihaknya memang menawarkan uang jutaan dolar kepada kapten kapal tanker minyak Iran

DUNIA | 8 September 2019

Akibat Kebakaran, Bolivia Kehilangan 1,7 Juta Ha Hutan

Kebakaran hutan yang mengamuk di hutan-hutan dan padang rumput Bolivia sejak Mei telah menghancurkan 1,7 juta hektare hutan.

DUNIA | 8 September 2019

Rusia dan Ukraina Bertukar Tahanan

"Ukraina menyerahkan 35 orang ke Rusia, kami menyerahkan jumlah yang sama ke Ukraina.”

DUNIA | 7 September 2019

Iran Sita Kapal Diduga Selundupkan Minyak di Teluk

Kapal itu mengangkut hampir 284.000 liter diesel.

DUNIA | 7 September 2019

Kepolisian Hong Kong Gagalkan Upaya Demonstran Lumpuhkan Akses Bandara

Pada Jumat malam (/9/2019), kepolisian juga melemparkan gas air mata untuk membubarkan massa anarkis.

DUNIA | 7 September 2019

India Kehilangan Kontak Pesawat dalam Misi ke Bulan

Vikram turun sesuai jadwal dan normal lalu hilang komunikasi di ketinggian 2,1 km.

DUNIA | 7 September 2019

Diserang Demam Afrika, Vietnam Musnahkan 4,7 Juta Babi

Vietnam telah memusnahkan sekitar 4,7 juta babi untuk menampung wabah demam babi Afrika yang telah menyebar ke 63 provinsi di negara Asia Tenggara itu.

DUNIA | 7 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS