Atasi Kabut Asap dari Indonesia, Malaysia Siapkan Hujan Buatan
INDEX

BISNIS-27 431.53 (3.3)   |   COMPOSITE 4906.55 (23.32)   |   DBX 934.495 (0.17)   |   I-GRADE 129.531 (0.89)   |   IDX30 408.573 (2.68)   |   IDX80 107.231 (0.62)   |   IDXBUMN20 271.434 (0.91)   |   IDXG30 114.42 (0.71)   |   IDXHIDIV20 364.598 (2.32)   |   IDXQ30 119.596 (0.79)   |   IDXSMC-COM 210.435 (0.47)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (1.13)   |   IDXV30 101.606 (0.73)   |   INFOBANK15 772.076 (7.67)   |   Investor33 357.854 (2.91)   |   ISSI 144.258 (0.4)   |   JII 521.112 (2.59)   |   JII70 177.199 (0.72)   |   KOMPAS100 960.444 (6.64)   |   LQ45 749.999 (4.66)   |   MBX 1355.95 (7.37)   |   MNC36 267.764 (1.9)   |   PEFINDO25 261.843 (-0.09)   |   SMInfra18 232.762 (0.72)   |   SRI-KEHATI 301.662 (2.59)   |  

Atasi Kabut Asap dari Indonesia, Malaysia Siapkan Hujan Buatan

Selasa, 10 September 2019 | 20:32 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

Kuala Lumpur, Beritasatu.com- Malaysia bersiap untuk melakukan penyemaian awan untuk mendorong hujan dalam rangka meredakan kabut asap. Kualitas udara di sebagian wilayah Malaysia telah mencapai tingkat tidak sehat karena asap dari kebakaran hutan di negara tetangga, Indonesia.

Asap secara rutin menyelimuti wilayah Asia Tenggara selama musim kemarau karena adanya pembakaran untuk membersihkan lahan di Indonesia untuk penanaman kelapa sawit, perkebunan kertas, dan tanaman lainnya. Situasi itu memicu kemarahan dari negara tetangga di kawasan itu.

Dalam situasi terakhir, sebagian wilayah di negara bagian Sarawak, sebelah timur Pulau Kalimantan, telah terselimuti asap selama beberapa hari. Petugas fungsi khusus di Kementerian Lingkungan Malaysia, Gary Theseira, mengatakan indeks polutan di beberapa tempat telah mencapai tingkat “sangat tidak sehat”

“Ini sangat parah di Kuching,”” ujar Theseira merujuk kepada kota berpenduduk setengah juta orang, Senin (9/9).

Dia mengatakan upaya penyemaian awan untuk hujan bertujuan menghilangkan kabut asap. “Saat situasi awan sudah tepat, bahan kimia akan dikerahkan dan pesawat akan lepas landas lalu melanjutkan pembenihan,” kata Theseira.

Beberapa negara melakukan pembenihan selama musim kemarau panjang untuk memancing hujan dan membersihkan udara dengan melepaskan bahan-bahan kimia tertentu ke awan. Namun, sejumlah ahli mempertanyakan keberhasilan upaya itu.

Warga Kuching yang bekerja sebagai teknisi, Boo Siang Voon (47) menggambarkan langit seperti “kabur, panas, dan bau asap”.

“Tahun ini asap semakin memburuk. Penduduk menggunakan masker wajah. Kita harus membayar harga dengan kesehatan kita karena pembakaran terbuka ini. Kami ingin solusi,” ujar Boo.

Ibu kota Malaysia Kuala Lumpur dan Singapura juga mengalami situasi langit yang berasap pada Senin. Udara yang dihirup berbau aroma daun terbakar, meskipun indeks polusi masih tingkat moderat.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kisah Carmi yang "Menghilang" 31 Tahun di Arab Saudi

Carmi ditemukan setelah menghilang 31 tahun di kawasan al-Ammar 400 km dari Riyadh.

DUNIA | 10 September 2019

Tahun 2020, Jerman Larang Kantong Plastik Sekali Pakai

Jerman berencana untuk melarang kantong plastik sekali pakai mulai tahun 2020. Jerman bergabung dengan gerakan yang berkembang untuk memerangi polusi global.

DUNIA | 9 September 2019

Akibat Topan Faxai, Ribuan Warga Jepang Dievakuasi

Topan kuat Faxai dengan potensi angin dan hujan deras menghantam wilayah Tokyo Senin (9/9) pagi.

DUNIA | 9 September 2019

Hampir 1.500 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Prancis

Gelombang panas pada bulan Juni dan Juli pada 2019 di Prancis telah mengakibatkan kematian hampir 1.500 orang.

DUNIA | 9 September 2019

Saat Perang Dagang Berbuah Peluang untuk Asia

Perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok mungkin membuahkan peluang bahkan keuntungan bagi negara-negara asia.

DUNIA | 9 September 2019

AS-Tiongkok Tak Lagi Menyasar Kenaikan Tarif

1 September 2019 menjadi babak baru perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

DUNIA | 9 September 2019

Dalam 3 Tahun, Saudi Dua Kali Pecat Menteri Perminyakan

Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz al-Saud pada Minggu (8/9) menggantikan menteri energi perminyakan dengan salah satu putranya.

DUNIA | 9 September 2019

30.000 WN Malaysia Ajukan Suaka ke Australia

Ada kekhawatiran Canberra terkait tingginya jumlah warga Malaysia yang mengajukan suaka di Australia.

DUNIA | 8 September 2019

Kemlu: Wapres Instruksikan Penanganan Pengungsi Kalideres

Penanganan pemindahan pengungsi luar negeri dari gedung bekas Kodim di Kalideres, Jakarta Barat, mendapatkan perhatian dari Wakil Presiden Jusuf Kalla.

DUNIA | 8 September 2019

Robert Mugabe, Tokoh Zimbabwe yang Dikenang Penuh Kontroversi

Semasa hidup, mantan presiden Zimbabwe Robert Mugabe sering melontarkan pernyataan-pernyataan eksentrik, dan kerap menuai kontroversi.

DUNIA | 8 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS