Mahathir Kirim Surat ke Jokowi Terkait Kabut Asap
INDEX

BISNIS-27 448.452 (1.72)   |   COMPOSITE 5112.19 (25.99)   |   DBX 973.986 (3.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.16)   |   IDX30 428.304 (2.02)   |   IDX80 113.764 (0.51)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.06)   |   IDXG30 119.182 (0.07)   |   IDXHIDIV20 379.228 (2.62)   |   IDXQ30 124.656 (0.91)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.57)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (0.35)   |   IDXV30 107.478 (0.46)   |   INFOBANK15 831.648 (8.54)   |   Investor33 374.125 (1.68)   |   ISSI 151.171 (0.15)   |   JII 550.867 (-1.07)   |   JII70 188.056 (-0.08)   |   KOMPAS100 1022.34 (3.5)   |   LQ45 789.815 (3.41)   |   MBX 1412.7 (7.46)   |   MNC36 280.331 (1.07)   |   PEFINDO25 282.464 (3.53)   |   SMInfra18 241.575 (0.59)   |   SRI-KEHATI 316.512 (1.87)   |  

Mahathir Kirim Surat ke Jokowi Terkait Kabut Asap

Jumat, 13 September 2019 | 20:45 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

Kuala Lumpur, Beritasatu.com- Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad akan mengirimkan surat kepada Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo untuk menyampaikan keprihatinannya tentang kabut asap lintas batas dari kebakaran hutan di Sumatera dan Kalimantan.

Pemerintah Indonesia sendiri lewat Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH) Siti Nurbaya menolak klaim Malaysia bahwa kabut asap sepenuhnya berasal dari wilayah Indonesia.

Kebakaran di wilayah Sumatera dan Kalimantan sudah berlangsung lebih dari satu bulan. Pemerintah Indonesia telah mengirimkan ribuan pasukan keamanan untuk memadamkan api. Kebakaran tersebut biasanya disebabkan pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit atau pabrik pulp.

“Saya telah membicarakan dengan PM dan dia setuju mengirimkan surat ke Presiden Jokowi untuk menyampaikan perhatiannya terkait isu asap lintas-batas,” kata Menteri Lingkungan Malaysia, Yeo Bee Yin, Kamis (12/9).

Sebelumnya, Yeo membantah klaim Menteri KLH Siti Nurbaya bahwa Malaysia menyembunyikan fakta terkait situasi asap saat ini. Dalam akun Facebook, Rabu (11/9), dia menyatakan data secara jelas memperlihatkan kabut asap yang menyelimuti Malaysia berasal dari Indonesia.

“Biarkan data berbicara sendiri,” kata Yeo.

Komentar itu disampaikan Yeo setelah Siti menuding Malaysia tidak terbuka atas keseluruhan data bahwa masalah kabut asap di Malaysia juga berasal dari wilayah Malaysia sendiri seperti Serawak dan Semenanjung Malaya. Yeo juga membantah klaim bahwa asap sedang bergerak dari Riau ke Singapura.

“Kantor PM Mahathir sedang menyiapkan surat itu dan akan segera dikirimkan,” kata Yeo.

Yeo menyatakan data Malaysia didapatkan dari Pusat Meteorologi Khusus ASEAN, yaitu kantor cuaca berbasis di Singapur, yang melacak titik-titik panas dari kebakaran hutan di kawasan. Menurut Yeo, data tersebut menunjukkan hanya lima titik panas yang terdeteksi di Malaysia pada Kamis (12/9), dibandingkan dengan lebih dari 1.500 titik panas di Indonesia.

“Data secara jelas menunjukkan asap berasal dari Indonesia,” ujarnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Thailand Akan Izinkan Warga Tanam Ganja di Rumah

Warga Thailand diperbolehkan menanam enam pot ganja di halaman rumah mereka dalam rancangan aturan perundangan yang tengah diusulkan Partai Bhumjaithai.

DUNIA | 13 September 2019

Asap Karhutla, Malaysia Tidak Kirim Nota Protes

Malaysia justru mengirimkan surat berisi tawaran bantuan untuk penanggulangan karhutla kepada Pemerintah Indonesia.

DUNIA | 13 September 2019

Ungkapan Belasungkawa Dunia untuk Habibie Terus Mengalir

Ungkapan belasungkawa atas wafatnya Presiden Ketiga RI, BJ Habibie, terus mengalir dari pemimpin dunia.

DUNIA | 13 September 2019

Dampak Kabut Asap, Malaysia Tuntut Indonesia Kirim Masker

Pemerintah Malaysia menuntut Indonesia mengirimkan masker wajah dan pasokan medis sebagai kompensasi atas kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera.

DUNIA | 13 September 2019

Polisi India Tangkap 4.000 Orang di Khasmir

Polisi India di wilayah Kashmir telah menangkap hampir 4.000 orang, sejak Pemerintah India membatalkan status khusus negara bagian itu, pada Agustus 2019.

DUNIA | 13 September 2019

Video Pertemuan Terakhir Habibie-Xanana Viral

Video pendek yang menunjukkan pertemuan terakhir Presiden Ketiga RI, BJ Habibie, dengan Presiden Pertama Timor Leste, Xanana Gusmao, viral di media sosial.

DUNIA | 13 September 2019

Tiongkok-Kazakhstan Sepakati Kerja Sama Strategis Permanen

Tiongkok dan Kazakhstan menyepakati perjanjian kerja sama strategis yang komprehensif dan permanen.

DUNIA | 13 September 2019

Khawatir Kabut Asap, Mahathir Akan Surati Jokowi

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, dikabarkan akan menyurati Presiden RI, Joko Widodo, untuk menyampaikan keprihatinannya terkait kabut asap.

DUNIA | 13 September 2019

Jepang akan Buang Limbah Radioaktif ke Samudra Pasifik

Air yang terkontaminasi dari pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima kemungkinan bakal dibuang ke laut, ruang penyimpanan akan habis pada 2022 mendatang

DUNIA | 13 September 2019

Militer AS Akan Terus Pukul Taliban

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sempat menyinggung soal Taliban di Afghanistan, saat pidato tragedi 11 September, di Pentagon.

DUNIA | 13 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS