Anwar Ibrahim: Tiga Negara Harus Bertanggung Jawab Atasi Kebakaran
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Anwar Ibrahim: Tiga Negara Harus Bertanggung Jawab Atasi Kebakaran

Jumat, 20 September 2019 | 12:46 WIB
Oleh : Jeanny Aipassa / WIR

Singapura, Beritasatu.com- Mantan perdana menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, mengatakan tiga negara, yakni Indonesia, Malaysia dan Singapura, harus bertanggung jawab untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan bencana kabut asap.

"Ini bukan permainan menyalahkan antara (tiga negara, Red). Ada yang mengatakan Indonesia bersalah, tetapi perusahaan (kelapa sawit, Red) Malaysia terlibat, dan Singapura memiliki banyak saham di sana," kata Anwar, dalam dialog di Milken Institute Asia Summit, di Singapura, Kamis (19/9) malam.

Menurut dia, ketiga negara seharusnya memikul tanggung-jawab bersama, dan berkordinasi dengan seluruh pihak terkait, untuk mengatasi masalah kabut asap yang hampir setiap tahun mengganggu Indonesia, Malaysia dan Singapura.

Anwar menilai, masalah tersebut juga dapat menjadi perhatian dan disikapi bersama oleh perhimpunan negara-negara di Asia Tenggara (ASEAN).

“Saya optimis karena dalam arti bahwa Anda dapat membuat pemerintah di ASEAN melihatnya. Jika mereka tidak melakukannya, maka harus ada rasa marah di antara masyarakat karena hal itu mempengaruhi jutaan orang," ujarnya.

Di sisi lain, Anwar menyatakan harapannya agar perusahaan yang terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyebabkan kabut asap bertanggung jawab atas tindakan mereka.

"Setidaknya mereka harus menggabungkan sumber daya yang cukup untuk membantu meringankan masalah dan tidak menyerahkannya sepenuhnya kepada pemerintah," kata Anwar.

Kualitas udara di beberapa bagian Indonesia, Malaysia, dan Singapura, telah memasuki tahap berbahaya karena kabut asap akibat karhutla di Kalimantan, Sumatera, dan Serawak.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

AS Pangkas Bantuan ke Afghanistan US$ 160 Juta

AS memangkas bantuan langsung ke Afghanistan senilai US$ 160 juta atau sekitar Rp 2,249 triliun.

DUNIA | 20 September 2019

Ben Ali, Mantan Penguasa Tunisia Wafat di Pengasingan

Mantan presiden Tunisia Zine El-Abidine Ben Ali wafat pada usia 83 tahun di pengasingan di Arab Saudi pada Kamis (19/9)

DUNIA | 19 September 2019

Sembilan Tahun Hilang di Suriah, TKW Sukabumi Berhasil Ditemukan

Dewi Puspita yang 9 tahun hilang di Suriah akhirnya ditemukan dalam keadaan sehat, baik jasmani maupun rohani.

DUNIA | 19 September 2019

Kilang Minyak Dibom, Saudi Sebut Iran Gunakan 25 Drone

Arab Saudi menyebutkan Iran menggunakan sedikitnya 25 pesawat tanpa awak (drone) dan rudal untuk melakukan serangan terhadap instalasi kilang minyak Aramco.

DUNIA | 19 September 2019

India Larang Produksi Hingga Promosi Rokok Elektronik

India mengumumkan larangan terhadap rokok elektronik (vape) karena menimbulkan resiko kesehatan khususnya bagi anak-anak muda.

DUNIA | 19 September 2019

Malaysia Akan Paksa Perusahaan Atasi Karhutla

Pemerintah Malaysia sedang mempertimbangkan rencana membuat undang-undang yang akan memaksa perusahaan Malaysia mengatasi kebakaran lahan dan hutan miliknya.

DUNIA | 19 September 2019

Pemilu Israel, Gantz Menang Tipis dari Netanyahu

Hasil perhitungan suara Pemilihan Umum Israel yang telah mencapai 95%, menunjukkan Benny Gantz menang tipis dari Benjamin Netanyahu.

DUNIA | 19 September 2019

Perang Afghanistan, Agustus 2019, Rata-rata 74 Orang Tewas Tiap Hari

Sekitar 74 warga laki-laki, perempuan dan anak-anak meninggal dunia setiap harinya di Afghanistan selama bulan Agustus 2019.

DUNIA | 19 September 2019

Kebakaran di Sekolah Liberia, 27 Anak Tewas

Kebakaran di satu sekolah Islam di Liberia telah menewaskan sedikitnya 27 anak-anak.

DUNIA | 19 September 2019

Sebanyak 123 Sekolah di Kuala Lumpur Ditutup Karena Kabut Asap

Sebanyak 123 sekolah di wilayah Kuala Lumpur ditutup karena gangguan asap.

DUNIA | 18 September 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS