Presiden Trump Saran, Tembaki Saja Kaki Migran
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Presiden Trump Saran, Tembaki Saja Kaki Migran

Jumat, 4 Oktober 2019 | 20:10 WIB
Oleh : Jeanny Aipassa / WIR

New York, Beritasatu.com- Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyarankan untuk menembak kaki migran agar tidak memaksa masuk ke AS melalui perbatasan Meksiko.

Tak hanya itu, Trump pun berencana membangun tembok perbatasan dengan kawat berduri dan dialiri listrik tegangan tinggi, serta membuat parit di sepanjang tembok perbatasan, yang didalamnya diletakan ular atau buaya.

Saran tersebut, merupakan metode ekstrem dari Trump untuk mencegah migran menyeberang di perbatasan Selatan secara ilegal. Hal itu, terungkap dalam buku yang ditulis dua wartawan New York Times (NYT), yang dipublikasikan, Kamis (3/10).

Buku berjudul "Border Wars: Inside Trump's Assault on Immigration" ditulis dua wartawan NYT, Michael Shear dan Julie Davis, didasarkan pada wawancara dengan lebih dari selusin pejabat Gedung Putih yang tidak disebutkan namanya.

Wawancara tersebut dilakukan pada Maret 2019, ketika Trump dilaporkan mencoba untuk menghentikan gelombang imigran di perbatasan selatan AS.

Menurut kutipan pada buku tersebut, Trump menyarankan kepada para staf untuk menyampaikan kepada tentara di perbatasan agar menembak kaki migran yang memaksa masuk ke wilayah AS.

Para pejabat Gedung Putih kemudian mengatakan kepada Trump bahwa hal itu merupakan tindakan ilegal.

Trump kemudian menyarankan langkah-langkah ekstrem lainnya, seperti membangun tembok yang dililit kawat berduri dan dialiri listrik tegangan tinggi, atau membuat parit yang di dalamnya diletakan ular dan buaya.

"Secara pribadi, presiden sering berbicara tentang membentengi tembok perbatasan dengan parit berisi air, penuh dengan ular atau buaya. Dia juga ingin tembok itu dialiri listrik, dengan kawat berduri di bagian atasnya yang dapat menembus daging manusia," bunyi kutipan buku tersebut.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Topan Mitag Landa Korsel, 9 Orang Tewas

Setidaknya sembilan orang tewas dan beberapa orang lainnya hilang, Kamis (3/10), setelah Topan Mitag melanda Korea Selatan (Korsel)

DUNIA | 4 Oktober 2019

Pria Bunuh 4 Orang di Markas Polisi Paris

Seorang pria berpisau mengamuk di markas polisi Paris, Prancis, Kamis (3/10).

DUNIA | 4 Oktober 2019

Kemlu: Kondisi Wartawan WNI Masih Diobservasi, Belum Dipastikan Buta Permanen

Kemlu RI menyatakan dokter masih mengobservasi kondisi Veby Mega Indah, wartawan warga negara Indonesia (WNI) yang tertembak saat aksi protes di Hong Kong.

DUNIA | 4 Oktober 2019

Indonesia Berkontribusi Signifikan dalam Perumusan Hukum Internasional

Indonesia mempunyai kontribusi yang signifikan dalam perumusan hukum internasional, salah satunya menjadi pencetus dari Konvensi Perserikatan Bangsa-bangsa tentang Hukum Laut tahun 1982 (UNCLOS).

DUNIA | 3 Oktober 2019

Pemerintah Segera Repatriasi 3 WNI Tewas di Taiwan

Korban adalah pekerja migran Indonesia yang resmi bekerja sebagai ABK di kapal ikan milik Taiwan.

DUNIA | 3 Oktober 2019

Dukung Keamanan Warga, Kota Sevilla Gunakan Lampu Signify

Pemerintah Kota Sevilla, Spanyol menggunakan penerangan lampu produk Signify untuk mendukung keamanan warga.

DUNIA | 3 Oktober 2019

Taiwan Desak Otoritas Hong Kong Dialog dengan Demonstran

Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, menyerukan agar Pemerintah Hong Kong menghentikan tekanan dan mulai berdialog dengan demonstran pro demokrasi.

DUNIA | 3 Oktober 2019

Pompeo Akui Dengar Percakapan Trump dan Zelensky

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Mike Pompeo, mengakui ikut mendengarkan percakapan telepon Donald Trump dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

DUNIA | 3 Oktober 2019

Wartawan WNI di Hong Kong Divonis Buta Permanen

Veby Mega Indah, wartawan asal Indonesia yang tertembak peluru karet saat meliput aksi protes di Hong Kong, divonis akan mengalami kebutaan secara permanen.

DUNIA | 3 Oktober 2019

Penyebar Hoax di Singapura Terancam Denda Rp 500 Juta

Penyebar berita palsu (hoax) di Singapura terancam denda hingga 50.000 SGD (lebih dari US$ 36.000 atau Rp 509 juta), dan hukuman penjara hingga lima tahun.

DUNIA | 3 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS