Akibat Nikah Beda Kasta, Pasangan India Mati Dirajam
INDEX

BISNIS-27 426.538 (7.46)   |   COMPOSITE 4842.76 (69.8)   |   DBX 923.5 (3.46)   |   I-GRADE 127.867 (2.29)   |   IDX30 404.318 (7.37)   |   IDX80 105.647 (1.88)   |   IDXBUMN20 263.312 (7.44)   |   IDXG30 113.239 (1.72)   |   IDXHIDIV20 361.834 (6.55)   |   IDXQ30 118.461 (2.16)   |   IDXSMC-COM 206.934 (2.4)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (3.66)   |   IDXV30 99.778 (2.04)   |   INFOBANK15 760.318 (19)   |   Investor33 353.585 (6.67)   |   ISSI 142.238 (1.59)   |   JII 514.346 (5.58)   |   JII70 174.038 (2.42)   |   KOMPAS100 945.162 (17.43)   |   LQ45 740.002 (13.25)   |   MBX 1338.07 (21.42)   |   MNC36 264.409 (4.88)   |   PEFINDO25 251.635 (5.6)   |   SMInfra18 228.656 (3.16)   |   SRI-KEHATI 297.818 (5.94)   |  

Akibat Nikah Beda Kasta, Pasangan India Mati Dirajam

Jumat, 8 November 2019 | 07:09 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

New Delhi, Beritasatu.com- Meskipun globalisasi sudah meluas, tradisi puritan masih berlangsung di sejumlah negara. Di India, satu pasangan tewas dirajam karena menikah beda kasta.

Pada Kamis (7/11), polisi mengatakan seorang wanita India yang menikah di luar kasta dan melarikan diri dari rumahnya untuk menghindari hukuman rajam kepadanya dan suami. Pasangan suami istri itu dilempari batu sampai mati setelah pasangan itu kembali ke desa untuk mengunjungi keluarga.

Sang wanita berusia 29 tahun telah menikah tiga tahun lalu dengan pria dari desa yang sama di negara bagian selatan Karnataka.

Pasangan itu menentang keinginan keluarga mereka dan pindah ke Bangalore dan kota-kota lain di wilayah tersebut, dan sudah memiliki dua anak. Tetapi mereka kembali ke desa bulan lalu untuk bertemu dengan anggota keluarga.

"Mereka terlihat oleh penduduk desa pada hari Rabu, yang memberi tahu saudara perempuan wanita itu yang kemudian mengumpulkan massa untuk menyerang pasangan itu dan membunuh mereka dengan batu," kata perwira polisi setempat Guru Shanth kepada AFP.

Menurut polisi, tiga dari terdakwa utama telah diidentifikasi, termasuk saudara lelaki dan paman perempuan itu.

Insiden tersebut adalah kasus yang terbaru dari serangkaian "pembunuhan demi kehormatan" yang merajalela di kantong-kantong pedesaan India.

Hukuman rajam biasanya dilakukan oleh kerabat dekat atau tetua desa untuk melindungi apa yang dilihat sebagai reputasi keluarga dalam sistem kasta yang kaku.

Statistik Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) memperkirakan 1.000 dari 5.000 pembunuhan semacam itu secara global terjadi setiap tahun di India.

Mahkamah Agung India memutuskan pada 2011 bahwa orang-orang yang dinyatakan bersalah atas pembunuhan semacam itu harus menghadapi hukuman mati.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Lupakan 5G, Tiongkok Siapkan Teknologi 6G

Banyak negara mungkin harus melupakan implementasi teknologi jaringan 5G. Tiongkok kini sudah memulai penelitian teknologi komunikasi generasi 6G.

DUNIA | 8 November 2019

Fotografi Lawas Ungkap Hubungan Dasar AS-Indonesia

Dalam pameran fotografi Amerika Serikat (AS)-Indonesia, publik juga dapat melihat akar perjalanan AS yang ikut mendukung diplomasi kemerdekaan Indonesia.

DUNIA | 7 November 2019

AS: Pemimpin Baru ISIS Tak Punya Reputasi

Pemimpin baru kelompok Negara Islam dan Irak di Suriah (ISIS) tidak punya reputasi apapun dan “bukan siapa-siapa”.

DUNIA | 7 November 2019

Kepala UNRWA Mundur dari Jabatan

Kepala Badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Pengungsi Palestina atau UNRWA, Pierre Krahenbuhl, mengundurkan diri dari jabatannya.

DUNIA | 7 November 2019

Anggota Parlemen Hong Kong Pro-Tiongkok Ditusuk

Seorang anggota parlemen Hong Kong yang pro-Beijing diserang dengan pisau oleh pria. Legislator bernama Junius Ho dan asistennya langsung dibawa ke rumah sakit

DUNIA | 7 November 2019

Dubes RI untuk Prancis Serahkan Kredensial ke Pangeran Monako

Kerja sama Indonesia-Monako di antaranya mencakup bidang politik, ekonomi dan perdagangan, serta maritim dan kelautan.

DUNIA | 7 November 2019

Akibat Banjir Badai Hagibis, 10 Kereta Peluru Jepang Rusak

Sebanyak 10 kereta peluru Jepang yang sebagian terendam banjir akibat Topan Hagibis bulan Oktober 2019, akan ditarik atau berhenti beroperasi.

DUNIA | 7 November 2019

Pekan Depan, DPR AS Gelar Rapat Terbuka Pemakzulan Trump

House of Representative (DPR) Amerika Serikat (AS), akan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) terbuka penyelidikan pemakzulan Presiden Donald Trump pekan depan, pada 13-15 November 2019.

DUNIA | 7 November 2019

Dalam Setahun, Kasus Kanker di India Melonjak 300%

Jumlah orang India yang didiagnosis dengan kanker melonjak lebih dari tiga kali lipat antara 2017 dan 2018.

DUNIA | 6 November 2019

Kakak Perempuan Baghdadi Ditangkap Militer Turki

Kakak dari mantan pemimpin kelompok Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS) Abu Bakar al-Baghdadi telah ditangkap di Suriah utara.

DUNIA | 6 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS