Habiskan Anggaran Negara US$ 11 Miliar, Mantan PM Lebanon Diperiksa
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Habiskan Anggaran Negara US$ 11 Miliar, Mantan PM Lebanon Diperiksa

Sabtu, 9 November 2019 | 05:55 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Beirut, Beritasatu.com- Mantan perdana menteri Lebanon Fouad Siniora diperiksa jaksa penuntut pada Kamis (7/11). Pemeriksaan terkait mengenai dana negara senilai US$ 11 miliar (Rp 154 triliun) dibelanjakan saat ia berkuasa.

Kantor perdana menteri mengeluarkan pernyataan yang menyatakan pengeluaran itu sepenuhnya legal.

Pemeriksaan itu adalah pertama kalinya seorang mantan perdana menteri di Lebanon dipanggil untuk ditanyai. Pemeriksaan menyusul protes terhadap elit penguasa yang secara luas dituduh melakukan korupsi negara.

Penentang Siniora, yang adalah perdana menteri dari 2005 hingga 2008 dan memiliki dua mantra sebagai menteri keuangan, mengatakan US$ 11 miliar dalam dana pemerintah tidak terhitung saat dia berkuasa.

Tetapi dalam pernyataan, kantor Siniora mengatakan dia telah menjelaskan kepada jaksa penuntut keuangan publik di mana uang itu dibelanjakan dan itu digunakan untuk memenuhi kebutuhan negara.

Puluhan pengunjuk rasa berkumpul di luar rumah Siniora di Beirut dan di luar kantornya di kota Sidon di selatan. Mereka meneriakkan dan mengibarkan bendera Lebanon.

“Drama pemanggilan saja tidak cukup. Kami menginginkan uang, kami ingin uang anak-anak kami dan kami tidak akan meninggalkan jalanan sampai kami mendapatkannya kembali,” kata Majid, seorang pengunjuk rasa di Sidon.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

2020, Malaysia Batasi Transaksi Tunai Maksimal Rp 84,5 Juta

Malaysia berencana untuk memberlakukan batas transaksi tunai RM25.000 (sekitar Rp 84,5 juta) mulai tahun 2020.

DUNIA | 8 November 2019

Dibayar Saudi, Karyawan Twitter Jadi Mata-mata

Dua mantan pegawai Twitter didakwa di Amerika Serikat (AS) karena menjadi mata-mata untuk Arab Saudi.

DUNIA | 8 November 2019

Tolak Kunjungan PM Jepang, Korut Hina Abe “Idiot”

Korea Utara (Korut) menghina Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe dengan sebutan “idiot dan penjahat”.

DUNIA | 8 November 2019

Studi: "Vaping" dan Cairan Kimianya Merusak Sistem Kardiovaskular

Studi menyatakan perangkat vaping (rokok elektrik) dan cairan kimianya, yang kini semakin populer di kalangan remaja, bisa merusak sistem kardiovaskular.

DUNIA | 8 November 2019

RI-Vietnam Rayakan 60 Tahun Diplomasi Lewat Pameran Foto

Pameran itu menampilkan foto-foto ketika Pendiri Indonesia Soekarno dan Bapak Bangsa Vietnam Ho Chi Minh saling bertukar kunjungan pada pada tahun 1959 lalu.

DUNIA | 8 November 2019

Akibat Nikah Beda Kasta, Pasangan India Mati Dirajam

Di India, satu pasangan tewas dirajam karena menikah beda kasta.

DUNIA | 8 November 2019

Lupakan 5G, Tiongkok Siapkan Teknologi 6G

Banyak negara mungkin harus melupakan implementasi teknologi jaringan 5G. Tiongkok kini sudah memulai penelitian teknologi komunikasi generasi 6G.

DUNIA | 8 November 2019

Fotografi Lawas Ungkap Hubungan Dasar AS-Indonesia

Dalam pameran fotografi Amerika Serikat (AS)-Indonesia, publik juga dapat melihat akar perjalanan AS yang ikut mendukung diplomasi kemerdekaan Indonesia.

DUNIA | 7 November 2019

AS: Pemimpin Baru ISIS Tak Punya Reputasi

Pemimpin baru kelompok Negara Islam dan Irak di Suriah (ISIS) tidak punya reputasi apapun dan “bukan siapa-siapa”.

DUNIA | 7 November 2019

Kepala UNRWA Mundur dari Jabatan

Kepala Badan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk Pengungsi Palestina atau UNRWA, Pierre Krahenbuhl, mengundurkan diri dari jabatannya.

DUNIA | 7 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS