Pertanyakan Diskriminasi Sawit, Wamenlu Surati Komisi Dagang Eropa
INDEX

BISNIS-27 448.452 (2.34)   |   COMPOSITE 5112.19 (31.86)   |   DBX 973.986 (8.67)   |   I-GRADE 139.714 (1.48)   |   IDX30 428.304 (2.58)   |   IDX80 113.764 (0.56)   |   IDXBUMN20 291.927 (3.17)   |   IDXG30 119.182 (0.2)   |   IDXHIDIV20 379.228 (3.03)   |   IDXQ30 124.656 (0.92)   |   IDXSMC-COM 220.2 (1.7)   |   IDXSMC-LIQ 259.388 (-0.32)   |   IDXV30 107.478 (0.14)   |   INFOBANK15 831.648 (11.11)   |   Investor33 374.125 (2.2)   |   ISSI 151.171 (0.09)   |   JII 550.867 (-0.37)   |   JII70 188.056 (-0.11)   |   KOMPAS100 1022.34 (4.05)   |   LQ45 789.815 (4.4)   |   MBX 1412.7 (8.24)   |   MNC36 280.331 (1.41)   |   PEFINDO25 282.464 (2.47)   |   SMInfra18 241.575 (1.13)   |   SRI-KEHATI 316.512 (2.46)   |  

Pertanyakan Diskriminasi Sawit, Wamenlu Surati Komisi Dagang Eropa

Selasa, 12 November 2019 | 14:21 WIB
Oleh : Asni Ovier / WIR

Jakarta, Beritasatu.com- Indonesia menyampaikan keberatan resmi atas tindakan diskriminasi Uni Eropa (UE) atas produk kelapa sawit Indonesia. Setelah kebocoran dokumen internal perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif (CEPA), tindakan UE mendiskriminasi ekspor minyak sawit Indonesia adalah cacat ilmiah.

Hal itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar dalam surat resmi kepada Komisioner Perdagangan Uni Eropa Cecilia Malmstrom, pada Rabu (6/11). Pernyataan Mahendra merujuk pada isi bab CEPA soal keberlanjutan dan dokumen UE dari pengawasan minyak sawit.

Industri sawit sedang menjadi fokus perhatian, terutama setelah dalam Delegated Act Red II, Uni Eropa mengklasifikasikan minyak kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) sebagai komoditas yang tidak berkelanjutan dan berisiko tinggi. Indonesia dan sejumlah negara produsen lainnya menganggap Uni Eropa melakukan kampanye hitam terhadap sawit.

“Saat pemerintah Indonesia secara prinsip menentang penerbitan dokumen-dokumen internal, isi dokumen jelas memiliki hubungan, dalam hal ini, negara-negara penghasil kelapa sawit dan Lembaga-lembaga Uni Eropa dan negara-negara anggota, termasuk aliran perdagangan dan investasi, untuk melanjutkan negosiasi dalam CEPA, serta prospek dan kemitraan strategis ASEAN – UE,” kata Mahendra seperti dalam surat.

Pemerintah Indonesia, kata Mahendra, menganggap bahwa tidak ada gunanya dan kontraproduktif untuk memperdebatkan keaslian dokumen RED II Delegated Act Leak yang didelegasikan oleh RED II maupun kontennya. Hal itu menegaskan bahwa tindakan UE untuk mendiskriminasi ekspor minyak kelapa sawit adalah cacat ilmiah.

Saat dokumen-dokumen yang bocor tersebut sekarang berada dalam domain publik, Indonesia dengan penuh hormat dapat menyarankan pejabat UE dan jaringan mereka ke Indonesia dan di luarnya untuk berhenti menggambarkan tindakan UE sebagai tidak diskriminatif. Sebaliknya, UE harus fokus pada langkah konkret yang dapat diambil untuk mengatasi keprihatinan yang sangat tulus yang diungkapkan antara lain oleh Direktur Jenderal, Jean Luc Demarty.

“Pemerintah Indonesia juga akan menghubungi negara-negara anggota UE untuk menilai sejauh mana mereka mendukung diskriminasi yang dilakukan oleh UE.Terlepas dari kurangnya itikad baik yang dilakukan oleh UE terhadap negara-negara penghasil kelapa sawit, Indonesia masih mementingkan hubungan yang bersahabat secara keseluruhan dengan mitra dagang utama kami,” papar wamenlu dalam suratnya.

Meskipun demikian, tulis Mahendra, Indonesia ingin tetap mengingatkan UE tentang pentingnya bernegosiasi dengan itikad baik, perdagangan, dan investasi berdasarkan kepentingan bersama, timbal balik, dan mungkin yang paling penting adalah saling menghormati.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Saudi Tangkap 4,15 Juta Warga Ilegal

Hampir 4,15 juta pelanggar sistem tempat tinggal, pekerjaan dan keamanan perbatasan telah ditangkap di Arab Saudi.

DUNIA | 12 November 2019

Transaksi Alibaba di Festival Belanja 11-11 Meningkat 26 Persen

Nilai transaksi mencapai 268,4 miliar yuan atau sekitar Rp 538,9 triliun.

DUNIA | 12 November 2019

Iran Temukan Ladang Minyak Baru 53 Miliar Barrel

Iran menemukan satu ladang minyak baru dengan kapasitas 53 miliar barel minyak mentah.

DUNIA | 11 November 2019

Begini Alasan Lengser Presiden Bolivia

Presiden Bolivia Evo Morales dan Wapres Alvaro Garcia Linera menyatakan mundur di tengah kekacauan karena sengketa pemilihannya kembali.

DUNIA | 11 November 2019

Topan Bulbul Landa India dan Bangladesh, 24 Tewas

Sejumlah 24 orang tewas akibat topan Bulbul yang mengamuk di pantai India dan Bangladesh.

DUNIA | 11 November 2019

Protes Sengketa Pemilu Menguat, Presiden Bolivia Mundur

Morales yang berkuasa hampir 14 tahun, menyatakan melalui siaran TV bahwa ia akan mengajukan surat pengunduran diri.

DUNIA | 11 November 2019

Rakyat Jerman Rayakan 30 Tahun Jatuhnya Tembok Berlin

Upacara peringatan itu turut dihadiri oleh Kanselir Jerman Angela Merkel serta beberapa petinggi dari Polandia, Hungaria, Slowakia dan Republik Ceko.

DUNIA | 10 November 2019

Pemain NBA Asal Turki Ini Kecam Pemerintahan Edogan

Jaksa penuntut di Istanbul juga menuduh atlet Ernes ini masuk dalam gerakan Hizmet Fethullah Gulen.

DUNIA | 9 November 2019

Gaming Larut Malam, Anak-anak Tiongkok Diancam Denda

Otoritas Tiongkok melarang anak-anak bermain game daring pada larut malam dengan ancaman denda untuk mencegah kecanduan.

DUNIA | 9 November 2019

Erdogan: Kerabat Pemimpin ISIS Coba Masuk Turki

Anggota kerabat lingkaran dalam almarhum pemimpin Negara Islam di Irak dan Suriah (ISIS)) Abu Bakr al-Baghdadi yang dibunuh sedang berusaha memasuki Turki

DUNIA | 9 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS