ASEAN Siap Terima India Gabung Kembali Negosiasi RCEP
INDEX

BISNIS-27 431.53 (-3.35)   |   COMPOSITE 4906.55 (-27.45)   |   DBX 934.495 (-1.3)   |   I-GRADE 129.531 (-1.1)   |   IDX30 408.573 (-4.05)   |   IDX80 107.231 (-1.06)   |   IDXBUMN20 271.434 (-3.2)   |   IDXG30 114.42 (-1.08)   |   IDXHIDIV20 364.598 (-3.27)   |   IDXQ30 119.596 (-1.07)   |   IDXSMC-COM 210.435 (-0.56)   |   IDXSMC-LIQ 236.069 (-1.95)   |   IDXV30 101.606 (-0.8)   |   INFOBANK15 772.076 (-4.94)   |   Investor33 357.854 (-2.78)   |   ISSI 144.258 (-0.69)   |   JII 521.112 (-3.55)   |   JII70 177.199 (-1.37)   |   KOMPAS100 960.444 (-7.38)   |   LQ45 749.999 (-7.62)   |   MBX 1355.95 (-8.44)   |   MNC36 267.764 (-2.13)   |   PEFINDO25 261.843 (-3.84)   |   SMInfra18 232.762 (-2.06)   |   SRI-KEHATI 301.662 (-2.42)   |  

ASEAN Siap Terima India Gabung Kembali Negosiasi RCEP

Jumat, 15 November 2019 | 20:16 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

Jakarta, Beritasatu.com- ASEAN disebut siap menerima India jika ingin kembali bergabung dalam negosiasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Dalam perundingan RCEP di sela-sela KTT ASEAN di Bangkok, Thailand, awal November 2019, Perdana Menteri (PM) Modi menyatakan tidak akan bergabung dalam pakta perdagangan tersebut karena menghkhawatirkan produsen lokalnya terpukul di tengah banjirnya produk-produk dari Tiongkok.

Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Diplomasi Ekonomi, Ina Hagniningtyas Krisnamurthi, mengatakan ASEAN menerima dan menghormati keputusan dari India. Namun, Indonesia sendiri meyakini bahwa India mengetahui akan mendapatkan keuntungan bila bergabung dalam RCEP.

“Dia (India) juga tahu, dia juga sudah hitung-hitungan. Jadi kita tetap sangat amat mengharapkan India on board dalam RCEP. Tentunya, seperti kata Bapak Presiden, ayo semua kita bareng-bareng kerja keras, ber-16 karena memang harus dilakukan bersama,” kata Ina kepada SP saat ditemui di sela-sela acara ASEAN Diplomatic Gathering: Update from the Region di Jakarta, Kamis (14/11).

Ina, yang terlibat dalam perundingan RCEP di Bangkok, menyebut India tidak pernah menyebutkan secara terbuka masalah yang dihadapi atau alasan tidak bergabung dalam RCEP.

Ina menyebut hanya mendengar dari pemberitaan media bahwa saat PM Modi berada di Bangkok, sejumlah warganya antara lain petani dan nelayan, melakukan demonstrasi di ibu kota India.

“Pak Modi adalah seorang pemimpin yang basisnya dari akar rumput. Jadi memang ada pertimbangan-pertimbangan beliau yang sangat amat dipengaruhi kondisi politik dalam negeri,” kata Ina.

Terkait target pengesahan RCEP, Ina menyebut tidak satu pun pemimpin yang menyebutkan target waktu saat perundingan di Bangkok. Namun, pembahasan RCEP akan kembali dilanjutkan secepatnya tahun 2020 untuk tingkat Komite Perundingan Perdagangan (Trade Negotiations Committee/TNC).



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

RI Tawarkan AS Investasi Infrastruktur Energi Terbarukan

Anggota Komite Tetap International Conference of Asia Political Parties (ICAPP) Theo Sambuaga menawarkan investasi infrastruktur energi terbarukan kepada Amerika Serikat (AS).

DUNIA | 15 November 2019

Sidang PRT Indonesia Korban Pemerkosaan Ditunda

Paul Yong dituduh memerkosa pembantu rumah tangga Indonesia.

NASIONAL | 14 November 2019

Trump Ogah Nonton Sidang Terbuka Pemakzulannya

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengaku ogah menonton siaran sidang dengar pendapat terbuka penyelidikan pemakzulan dirinya yang digelar DPR AS.

DUNIA | 14 November 2019

Hindari Konflik, Universitas Hongkong Diliburkan Sampai Januari 2020

Universitas Tiongkok Hong Kong (Chinese University of Hong Kong/CUHK) mengumumkan meliburkan mahasiswa sampai 6 Januari 2020.

DUNIA | 14 November 2019

Trump Sambut Ramah Kunjungan Erdogan

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menyambut raman Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, yang berkunjung di Gedung Putih, Rabu (13/11/2019).

DUNIA | 14 November 2019

Kapal Selam AS Ditemukan Setelah 75 Tahun Hilang

Kapal selam Amerika USS Grayback yang hilang selama 75 tahun dalam Perang Dunia II telah ditemukan kembali di dasar laut China Timur.

DUNIA | 14 November 2019

UE: Inggris Akan Jadi “Pemain Kelas Dua” Pasca Brexit

Presiden Dewan Uni Eropa (UE), Donald Tusk, memperingatkan bahwa Inggris akan menjadi “pemain kelas dua” setelah keluar dari blok tersebut atau disebut Brexit.

DUNIA | 14 November 2019

Kemlu Arahkaan Diplomasi Lingkungan Dukung Diplomasi Ekonomi

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akan mengarahkan diplomasi lingkungan hidup untuk mendukung diplomasi ekonomi.

DUNIA | 14 November 2019

Polisi Hong Kong Tuding Universitas Dijadikan “Pabrik Senjata”

Polisi menuding Universitas Tiongkok Hong Kong (Chinese University of Hong Kong/CUHK) telah dijadikan “pabrik senjata” untuk membuat ratusan bom molotov.

DUNIA | 14 November 2019

DPR AS Gelar Penyelidikan Pemakzulan Trump Secara Terbuka

DPR Amerika Serikat (AS) menggelar penyelidikan pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump, secara terbuka untuk publik, pada Rabu (13/11/2019).

DUNIA | 14 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS