Penutupan Kashmir Picu Kerugian Hingga Rp 14 Triliun
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Penutupan Kashmir Picu Kerugian Hingga Rp 14 Triliun

Kamis, 21 November 2019 | 11:44 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Srinagar, Beritasatu.com- Kerugian ekonomi di Kashmir telah mencapai lebih dari US$ 1 miliar (Rp 14 triliun) sejak India mencabut otonomi dan kenegaraannya pada Agustus 2019. Seperti dilaporkan Reuters, Selasa (19/11), badan perdagangan utama di wilayah Himalaya menambahkan bahwa pihaknya berencana untuk menuntut pemerintah atas kerugian itu.

India mengubah negara yang sebelumnya bernama Jammu dan Kashmir menjadi wilayah yang dikontrol pemerintah federal, memperketat kontrol dengan langkah mengejutkan. India beralasan tindakan itu akan mengendalikan militansi di wilayah yang juga diklaim oleh tetangganya Pakistan, dan mempromosikan perkembangannya.

Tetapi Kamar Dagang dan Industri Kashmir (KCCI) menyatakan pembangunan itu sulit dipahami, berkat penutupan yang berlarut-larut setelah orang menutup pasar dan bisnis sebagai tanda protes, dan karena takut akan pembalasan dari pemberontak.

“Diperkirakan, kerugian ekonomi mencapai setidaknya 100 miliar rupee (US$ 1,40 miliar atau Rp19,6 triliun) pada September, tetapi sekarang melebihi itu,” kata Nasir Khan, wakil presiden seniornya.

"Kami akan meminta pengadilan untuk menunjuk lembaga eksternal untuk menilai kerugian, karena itu di luar kami," katanya.

Khan menambahkan bahwa pemadaman telekomunikasi di wilayah India berarti badan tersebut tidak dapat menghubungi pemilik bisnis melalui telepon untuk menyiapkan perkiraan. Sebaliknya, Khan harus mengirim staf untuk menemui pemilik bisnis dan mengumpulkan informasi detail.

Kementerian dalam negeri India dan pejabat pemerintah setempat tidak menanggapi permintaan komentar yang terperinci.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Senat AS Ratifikasi RUU Hak Hong Kong

Senat Amerika Serikat (AS) dengan suara bulat meratifikasi rancangan undang-undang yang mendukung "hak asasi manusia dan demokrasi" di Hong Kong.

DUNIA | 20 November 2019

Libia dan Somalia, Negara Paling Berbahaya untuk Perjalanan

Libia, Somalia, Sudan Selatan, dan Republik Afrika Tengah adalah negara-negara paling berbahaya di dunia.

DUNIA | 20 November 2019

Setelah 10 Tahun, Swedia Batalkan Kasus Pemerkosaan atas Julian Assange

Seorang jaksa penuntut Swedia membatalkan penyelidikan pemerkosaan terhadap pendiri WikiLeaks, Julian Assange.

DUNIA | 20 November 2019

Tiongkok: Pengadilan Hong Kong Tak Bisa Tolak Larangan Masker

Tiongkok, Selasa (19/11), menyatakan pengadilan Hong Kong tidak punya kewenangan untuk memutuskan konstitusionalitas soal larangan masker.

DUNIA | 20 November 2019

Maskapai Asia Kurangi Penerbangan ke Hong Kong

Sejumlah maskapai Asia, termasuk Garuda Indonesia, telah memotong penerbangan mereka ke Hong Kong dalam beberapa pekan ke depan.

DUNIA | 20 November 2019

Pendiri High Tech High Raih Wise Prize for Education 2019

Kiprah Larry Rosentock diakui oleh WISE atas kontribusinya kepada pendidikan yang berkualitas melalui model pembelajaran yang inovatif.

DUNIA | 20 November 2019

Polisi Malaysia Berhak Geledah Ponsel Warga

Petugas kepolisian Malaysia memiliki wewenang untuk menggeledah ponsel siapapun.

DUNIA | 20 November 2019

Taiwan: Tiongkok Ganggu Pemilu Tiap Hari

Tiongkok ikut campur dalam proses pemilihan umum "setiap hari" di Taiwan dan berusaha merusak demokrasi di pulau itu.

DUNIA | 20 November 2019

Korban Tewas Serangan Mali Bertambah Jadi 30 Tentara

Korban tewas dari serangan terhadap patroli militer di Mali utara telah meningkat menjadi 30 orang

DUNIA | 20 November 2019

Kunjungi Pengungsi Palestina, Dubes RI Bantu Kendaraan Medis

Bantuan dari sejumlah industri farmasi dan makanan di Indonesia.

NASIONAL | 20 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS