Australia dan Belanda Bongkar Sindikat Ekstasi
INDEX

BISNIS-27 447.461 (-6.35)   |   COMPOSITE 5059.22 (-59.86)   |   DBX 933.73 (-7.01)   |   I-GRADE 135.366 (-2.1)   |   IDX30 427.201 (-7.13)   |   IDX80 111.513 (-1.85)   |   IDXBUMN20 284.629 (-6.37)   |   IDXG30 118.405 (-1.6)   |   IDXHIDIV20 382.903 (-6.43)   |   IDXQ30 125.347 (-2.16)   |   IDXSMC-COM 215.54 (-2.56)   |   IDXSMC-LIQ 243.745 (-4.83)   |   IDXV30 105.043 (-1.69)   |   INFOBANK15 803.622 (-8.33)   |   Investor33 371.182 (-4.92)   |   ISSI 148.056 (-1.95)   |   JII 539.107 (-10.07)   |   JII70 182.679 (-3.16)   |   KOMPAS100 996.599 (-14.96)   |   LQ45 780.316 (-12.34)   |   MBX 1404.61 (-17.5)   |   MNC36 278.843 (-3.77)   |   PEFINDO25 265.576 (-5.11)   |   SMInfra18 242.356 (-5.25)   |   SRI-KEHATI 313.434 (-3.93)   |  

Australia dan Belanda Bongkar Sindikat Ekstasi

Sabtu, 23 November 2019 | 21:17 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Sydney, Beritasatu.com- Operasi gabungan kepolisian Belanda-Australia membongkar jaringan sindikat penyelundupan ekstasi. Aparat juga menyita MDMA atau bahan utama ekstasi senilai US$ 200 juta (Rp 2,81 triliun).

Pada Jumat (22/11), para pejabat mengatakan operasi itu telah mencegah jutaan pil ekstasi membanjiri Australia. Seorang menteri menyatakan obat-obatan terlarang itu menargetkan remaja yang sedang berlibur

Operasi gabungan tersebut menyita MDMA senilai US$ 200 juta - bahan utama ekstasi - di Belanda dan Belgia. Operasi ini juga menahan 11 orang, termasuk seorang wanita Australia.

“Penangkapan ini adalah salah satu operasi paling signifikan dalam sejarah kolaborasi antara semua agen kami,” kata Menteri Dalam Negeri Peter Dutton, yang memimpin polisi dan agen keamanan Australia.

Setelah penyelidikan selama berbulan-bulan, kata Polisi Federal Australia, sekitar 700 kg MDMA kristal dicegat pada Agustus di pelabuhan Belanda di Rotterdam.

Polisi Belanda kemudian menggerebek 15 lokasi di Belanda dan Belgia pada 5 November 2019. Penggerebekan itu mengungkap dua laboratorium tersembunyi, simpanan MDMA dan 50 ton bahan kimia prekursor.

“Kami percaya bahwa jaringan kriminal ini terlibat dan mampu menghasilkan ribuan kilo MDMA, setara dengan puluhan juta pil, sebagian besar kemungkinan ditujukan untuk Australia,” kata Andy Kraag, asisten komisaris Nasional Belanda Divisi Investigasi Kriminal.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Rumah Hitler Akan Dijadikan Kantor Polisi Austria

Rumah tempat Adolf Hitler dilahirkan akan diubah menjadi kantor polisi Austria.

DUNIA | 23 November 2019

Johor Kucurkan Rp 50 M untuk Genjot Pariwisata 2020

Pemerintah Johor Malaysia akan menginvestasikan 15 juta ringgit (Rp 50,7 miliar) untuk menggenjot pariwisata.

DUNIA | 23 November 2019

Presiden Jokowi Bertolak ke Korea Selatan

Di Busan, Korea Selatan, Presiden diagendakan menghadiri rangkaian acara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-RoK.

DUNIA | 23 November 2019

Kemdikbud Targetkan Bahasa Indonesia Jadi Bahasa PBB

"Syarat penuturannya memang banyak dan kami sudah penuhi syarat-syarat tersebut," kata Dadang.

DUNIA | 23 November 2019

Polri: Suporter Indonesia Luka Kena Senjata Tajam

Mabes Polri memastikan bahwa seorang warga negara Indonesia (WNI) suporter bola terluka akibat senjata tajam di Malaysia.

DUNIA | 22 November 2019

Polri Sebut Suporter Indonesia Jadi Tersangka Terorisme di Malaysia

Tiga orang suporter Indonesia yang ditahan Polisi Diraja Malaysia menjadi tersangka dengan tuduhan terorisme.

DUNIA | 22 November 2019

Mantan Gubernur Inggris untuk Hong Kong Kecam Tiongkok

Mantan Gubernur Inggris untuk Hong Kong, Chris Patten, mengecam Tiongkok terkait ancaman terhadap demonstran pro-demokrasi di negara otonomi tersebut.

DUNIA | 22 November 2019

Hari Kedua Kunjungan, Paus Bertemu Raja Thailand

Paus Fransiskus pada hari kedua kunjungannya ke Thailand, Kamis (21/11/2019), bertemu secara pribadi dengan Raja Thailand, Maha Vajiralongkorn.

DUNIA | 22 November 2019

Tiongkok: Jangan Tergiur Tawaran Pekerjaan di Malaysia

Kedutaan Besar (Kedubes) Tiongkok mengeluarkan peringatan di situsnya, berisi desakan agar warga Tiongkok tidak termakan janji mendapat pekerjaan di Malaysia.

DUNIA | 22 November 2019

Tiongkok Desak Trump Veto Dua RUU Terkait Hong Kong

Tiongkok mendesak Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memveto dua RUU dari DPR AS yang diduga mendukung gerakan demonstrasi di Hong Kong.

DUNIA | 22 November 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS