70 Tahun Perang Korea, Puluhan Ribu Keluarga Tinggal Terpisah
INDEX

BISNIS-27 446.563 (0.9)   |   COMPOSITE 5038.4 (20.82)   |   DBX 922.546 (11.18)   |   I-GRADE 135.148 (0.22)   |   IDX30 424.72 (2.48)   |   IDX80 110.692 (0.82)   |   IDXBUMN20 282.764 (1.87)   |   IDXG30 117.102 (1.3)   |   IDXHIDIV20 380.385 (2.52)   |   IDXQ30 124.37 (0.98)   |   IDXSMC-COM 213.267 (2.27)   |   IDXSMC-LIQ 240.075 (3.67)   |   IDXV30 104.022 (1.02)   |   INFOBANK15 809.007 (-5.39)   |   Investor33 370.782 (0.4)   |   ISSI 146.581 (1.48)   |   JII 534.734 (4.37)   |   JII70 181.171 (1.51)   |   KOMPAS100 994.168 (2.43)   |   LQ45 775.543 (4.77)   |   MBX 1400.42 (4.19)   |   MNC36 279.01 (-0.17)   |   PEFINDO25 262.474 (3.1)   |   SMInfra18 238.826 (3.53)   |   SRI-KEHATI 314.013 (-0.58)   |  

70 Tahun Perang Korea, Puluhan Ribu Keluarga Tinggal Terpisah

Jumat, 26 Juni 2020 | 08:18 WIB
Oleh : Jeany Aipassa / WIR

Seoul, Beritasatu.com-Ketegangan yang meningkat antara Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) beberapa pekan terakhir, tidak menyurutkan kerinduan lebih dari 50.000 warga Korsel untuk bersatu dengan anggota keluarga mereka yang terpisah di Korut akibat Perang Korea yang meletus 70 tahun lalu.

Pemerintah Korsel mencatat, sekitar 133.386 warga Korsel terdaftar sebagai anggota keluarga yang terpisah akibat Perang Korea, yang meletus pada 25 Juni 1950, saat Korut yang didukung militer Rusia menyerang Korsel yang kemudian dibantu pasukan AS.

Dari antara 133.386 warga Korsel tersebut, 82.019 orang telah meninggal dan 51.367 lainnya tetap berharap dapat bersatu dengan anggota keluarga mereka yang terpisah di Korut. Sekitar 65% dari 51.367 orang tersebut, kini berusia di atas 80 tahun.

Dalam rangka memperingati 70 Tahun Perang Korea, Kementerian Unifikasi Korsel kembali menegaskan bahwa pemerintah tetap menjadikan keluarga yang terpisah akibat Perang Korea sebagai “prioritas pertama” dalam hubungan antar-Korea.

Hampir setiap tahun, Pemerintah Korsel berdiplomasi dengan pemerintah Korut untuk mengizinkan reuni antaranggota keluarga yang terpisah akibat Perang Korea.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Mayoritas Warga AS Menolak Uang Ganti Rugi Penindasan Kulit Hitam

Mayoritas warga AS menolak reparations atau uang ganti rugi untuk warga kulit hitam atas sejarah penindasan dan perbudakan menggunakan uang negara.

DUNIA | 26 Juni 2020

29 Juta Warga New Delhi Disurvei Covid-19

Kasus Covid-19 yang terus meningkat membuat Pemerintah India memutuskan untuk melakukan survei besar-besaran terhadap 29 juta warga Kota New Delhi.

DUNIA | 25 Juni 2020

Lusinan Agen Dinas Rahasia AS Isolasi Diri karena Terinveksi Covid-19

Lusinan agen Dinas Rahasia Amerika Serikat yang bertugas mengawal Presiden Donald Trump, dilaporkan mengisolasi diri karena diduga terinfeksi Covid-19.

DUNIA | 25 Juni 2020

PM Inggris Dikabarkan Jual Rumahnya di London Seharga US$ 4,8 juta

Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, dikabarkan telah menjual rumahnya di Islington, bagian utara London. Harga pasaran rumah tersebut sekitar US$ 4,8 juta.

DUNIA | 25 Juni 2020

Obama Dukung Biden untuk Menyembuhkan Pemerintahan AS

Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengatakan mendukung Joe Biden sebagai calon presiden karena ingin menyembuhkan pemerintahan negara adikuasa itu.

DUNIA | 25 Juni 2020

Korsel Kirim 500.000 Masker untuk Veteran Perang Korea di AS

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengirimkan 500.000 masker penutup wajah kepada veteran Perang Korea di Amerika Serikat (AS).

DUNIA | 25 Juni 2020

Obama Galang Dana Rp 155 Miliar untuk Kampanye Biden

Mantan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, menggalang dana sebesar US$ 11 juta atau sekitar Rp 155,573 miliar untuk mendukung kampanye Joe Biden.

DUNIA | 25 Juni 2020

Kasus Covid-19 di Dunia Dekati 10 Juta, WHO: Di Amerika Belum Puncak

Jumlah kasus baru secara global melonjak sebesar 133.326 pada Selasa (23/6/2020) menurut data WHO.

DUNIA | 25 Juni 2020

Jajaki Kerja Sama di Bidang Konstruksi, Menteri PUPR Lakukan Kunjungan Resmi Virtual ke Turki

Menteri PUPR, Basoeki Hadimoeljono, melakukan kunjungan bilateral resmi secara virtual ke Turki, pada Selasa (23/6/2020).

DUNIA | 24 Juni 2020

Serma Rama Wahyudi Tewas Akibat Luka Tembak di Dada Kiri

Sersan Mayor (Serma) Rama Wahyudi tewas akibat luka tembak di dada atas bagian kiri, saat menghadapi serangan kelompok Allied Democratic Forces, di Kongo.

DUNIA | 24 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS