Tahun 2100, Populasi Dunia Menyusut 1 Miliar
INDEX

BISNIS-27 426.538 (5.61)   |   COMPOSITE 4842.76 (54.96)   |   DBX 923.5 (5.37)   |   I-GRADE 127.867 (1.68)   |   IDX30 404.318 (5.75)   |   IDX80 105.647 (1.51)   |   IDXBUMN20 263.312 (5.8)   |   IDXG30 113.239 (1.52)   |   IDXHIDIV20 361.834 (4.64)   |   IDXQ30 118.461 (1.6)   |   IDXSMC-COM 206.934 (2.07)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (2.91)   |   IDXV30 99.778 (1.6)   |   INFOBANK15 760.318 (13.68)   |   Investor33 353.585 (5.25)   |   ISSI 142.238 (1.32)   |   JII 514.346 (4.67)   |   JII70 174.038 (2.04)   |   KOMPAS100 945.162 (13.68)   |   LQ45 740.002 (10.15)   |   MBX 1338.07 (16.63)   |   MNC36 264.409 (3.62)   |   PEFINDO25 251.635 (4.64)   |   SMInfra18 228.656 (2.51)   |   SRI-KEHATI 297.818 (4.52)   |  

Tahun 2100, Populasi Dunia Menyusut 1 Miliar

Jumat, 17 Juli 2020 | 12:03 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

London, Beritasatu.com- Populasi dunia diperkirakan akan menyusut pada akhir abad ke-21 sehingga menyebabkan pergeseran utama kekuatan ekonomi global.

Studi yang dipublikasikan oleh jurnal kedokteran terkemuka di dunia, The Lancet, menyatakan populasi dunia akan mencapai puncaknya 9,7 miliar pada 2064, kemudian anjlok hampir 1 miliar menjadi 8,8 miliar pada 2100.

“Abad ke-21 kita akan melihat revolusi dalam kisah peradaban manusia kita,” kata pemimpin redaksi The Lancet Dr. Richard Horton.

Penurunan jumlah penduduk dunia didorong akses lebih baik kepada pendidikan dan kontrasepsi di kalangan perempuan. Pada 2100, 183 dari 195 negara tidak akan memiliki tingkat kesuburan yang dibutuhkan untuk mempertahankan populasi saat ini, dengan proyeksi 2,1 kelahiran per perempuan, sebut para peneliti dari Institut untuk Metrik Kesehatan dan Evaluasi di Sekolah Kedokteran Universitas Washington.

Sekitar 23 negara, termasuk Jepang, Thailand, Italia, dan Spanyol, akan mengalami penurunan populasi lebih dari 50%. Namun, populasi di Afrika sub-Sahara bisa mengalami ledakan kenaikan tiga kali lipat yaitu dari 1,03 miliar pada 2017 menjadi 3,07 miliar pada 2100. Itu artinya, hampir setengah dari populasi dunia berasal dari kawasan Afrika.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Lebih 75 Negara Dukung Akses Global Vaksin Covid-19

Sejumlah 75 negara telah menyampaikan pernyataan minat untuk melindungi populasi mereka dan orang-orang dari negara lain dari pandemi Covid-19 melalui bergabung dengan Fasilitas COVAX

DUNIA | 17 Juli 2020

Dianggap Gagal, Manajer Kampanye Trump Diganti

Menghadapi pertarungan pemilihan ulang yang sulit, Presiden AS Donald Trump telah mengganti manajer kampanye Brad Parscale yang dianggap gagal.

DUNIA | 17 Juli 2020

Siswa Eropa Dapat Pengecualian Larangan Pelajar Asing di AS

Pemerintahan Presiden Trump sebelumnya melarang pelajar asing tetap tinggal di AS jika semua kelas di perguruan tinggi dilangsungkan secara daring.

DUNIA | 17 Juli 2020

Inggris dan AS Tuduh Rusia Retas Data Vaksin Covid-19

AS dan Inggris mengutuk serangan terhadap mereka yang melakukan pekerjaan vital untuk memerangi pandemi corona.

DUNIA | 17 Juli 2020

Triwulan II, PDB Tiongkok Naik 3,2%

Perekonomian Tiongkok tercatat tumbuh sebesar 3,2 persen di triwulan-II tahun ini, dibandingkan triwulan-II tahun sebelumnya.

DUNIA | 16 Juli 2020

Meskipun Dikucilkan WHO, Taiwan Berhasil Redam Covid-19

Dikucilkan WHO, Taiwan, negara dengan populasi 23,7 juta penduduk, hanya memiliki 451 kasus Covid-19 dan tujuh korban jiwa.

DUNIA | 16 Juli 2020

AS Batasi Visa untuk Huawei dan Perusahaan Teknologi Tiongkok Lainnya

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada hari Rabu waktu setempat (15/7/2020) mengatakan AS akan menerapkan pembatasan visa untuk perusahaan teknologi Tiongkok.

DUNIA | 16 Juli 2020

Janda Pimpinan Pro-Isis Filipina Minhati Madrais Dibebaskan, Kembali ke Indonesia?

Minhati diyakini memiliki akses ke dana berjumlah jutaan dolar AS serta mata uang kripto yang dapat digunakannya untuk menghidupkan kembali kelompok teror Maute

DUNIA | 15 Juli 2020

NY Times Akan Pindahkan Kantor Perwakilan di Hong Kong ke Seoul

Awal tahun ini, Beijing mengatakan bahwa para jurnalis tidak lagi diizinkan bekerja di Tiongkok daratan dan tidak dapat bekerja di Hong Kong.

DUNIA | 15 Juli 2020

17 Negara Bagian Gugat Trump atas Kebijakan Pelajar Internasional

Sejumlah 17 negara bagian Amerika Serikat (AS), ditambah Distrik Kolumbia, mengajukan gugatan resmi pada Senin (13/7).

DUNIA | 15 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS