Presiden Duterte Siap Disuntik Vaksin Rusia
INDEX

BISNIS-27 448.146 (0.31)   |   COMPOSITE 5091.82 (20.37)   |   DBX 966.643 (7.34)   |   I-GRADE 139.941 (-0.23)   |   IDX30 428.154 (0.15)   |   IDX80 113.358 (0.41)   |   IDXBUMN20 291.199 (0.73)   |   IDXG30 119.599 (-0.42)   |   IDXHIDIV20 379.423 (-0.2)   |   IDXQ30 124.629 (0.03)   |   IDXSMC-COM 218.961 (1.24)   |   IDXSMC-LIQ 257.997 (1.39)   |   IDXV30 107.251 (0.23)   |   INFOBANK15 832.7 (-1.05)   |   Investor33 373.408 (0.72)   |   ISSI 150.953 (0.22)   |   JII 549.986 (0.88)   |   JII70 187.543 (0.51)   |   KOMPAS100 1019.5 (2.84)   |   LQ45 788.563 (1.25)   |   MBX 1407.83 (4.87)   |   MNC36 279.661 (0.67)   |   PEFINDO25 277.129 (5.34)   |   SMInfra18 242.149 (-0.57)   |   SRI-KEHATI 316.134 (0.38)   |  

Presiden Duterte Siap Disuntik Vaksin Rusia

Kamis, 13 Agustus 2020 | 20:27 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Manila, Beritasatu.com- Filipina berencana untuk menggunakan vaksin Covid-19 buatan Rusia yang diberi nama Sputnik V. Seperti dilaporkan DW, Kamis (13/8), Presiden Rodrigo Duterte bahkan menyanggupi untuk menjadi orang Filipina pertama yang disuntik vaksin Rusia. Dia juga berharap uji coba klinis bisa dilakukan pada Oktober mendatang.

“Filipina sedang berupaya untuk memulai uji klinis vaksin virus corona buatan Rusia pada bulan Oktober,” kata Harry Roque, juru bicara Presiden Rodrigo Duterte pada Kamis.

Menurut Roque, Duterte diperkirakan akan divaksinasi paling cepat Mei 2021. Negara Asia Tenggara itu akan menjalankan uji klinis Fase 3 mulai Oktober hingga Maret 2021, setelah para ahli menyelesaikan kajian uji coba fase pertama dan kedua Rusia pada September.

Untuk menghilangkan ketakutan publik, Duterte mengatakan ingin menjadi orang pertama yang mencoba vaksin Sputnik. “Ketika vaksin itu tiba, saya akan menyuntikkannya di depan umum. Percobaan dengan saya, itu bagus. Jika berhasil pada saya, itu akan berhasil pada semua orang,” kata pemimpin Filipina itu dalam pidato yang disiarkan televisi pada hari Senin.

Pada Selasa (11/8), Rusia memberikan persetujuan peraturan untuk vaksin Covid-19 pertama di dunia setelah kurang dari dua bulan pengujian pada manusia. Vaksin itu diberi nama "Sputnik V" untuk menghormati peluncuran satelit pertama di dunia oleh Uni Soviet. Vaksin dikembangkan oleh Institut Gamaleya Moskwa.

Pejabat Filipina meyakinkan publik bahwa vaksin tersebut harus melalui pemeriksaan peraturan yang ketat sebelum dapat digunakan.

Direktur Jenderal Administrasi Makanan dan Obat Filipina, Eric Domingo mengatakan pemerintah Manila akan "sangat berhati-hati" dalam menyetujui vaksin Sputnik V.

Vaksin Sputnik V diketahui belum menyelesaikan uji coba terakhirnya. Hanya sekitar 10% uji klinis yang berhasil dan beberapa ilmuwan khawatir Moskwa mungkin menempatkan prestise nasional di atas keselamatan.

“Tampaknya kolega asing kami merasakan keunggulan kompetitif spesifik dari obat Rusia dan mencoba untuk mengungkapkan pendapat yang menurut kami sama sekali tidak berdasar,” kata Menteri Kesehatan Mikhail Murashko, Rabu (12/8).



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

WFP Kirim Bantuan 50.000 Ton Terigu ke Beirut

Laporan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan tepung akan dikirim "untuk menstabilkan pasokan nasional.

DUNIA | 13 Agustus 2020

Lima Miliar Dosis Vaksin Covid-19 Sudah Dipesan

Universitas Oxford, bekerja sama dengan grup farmasi Swedia-Inggris AstraZeneca, berharap mendapatkan hasil pada September 2020.

DUNIA | 13 Agustus 2020

WHO: Vaksin Rusia Tak Jelas

Persetujuan super cepat seperti itu bisa berarti bahwa potensi efek merugikan dari vaksin mungkin tidak terdeteksi.

DUNIA | 13 Agustus 2020

Lima Miliar Dosis Vaksin Corona Sudah Dipesan

Meskipun belum ada vaksin virus corona yang terbukti kemanjurannya dalam uji klinis, setidaknya 5,7 miliar dosis telah dipesan lebih awal di seluruh dunia.

DUNIA | 13 Agustus 2020

Pidato di DK PBB, Menlu Retno Tekankan 3 Esensi Jaga Perdamaian

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menekankan tiga hal pokok yang esensial untuk menjaga perdamaian di tengah tantangan global yang semakin meningkat termasuk akibat pandemi.

DUNIA | 13 Agustus 2020

Menlu: Pandemi Covid-19 Momentum Wujudkan Perdamaian Berkelanjutan

Indonesia menyerukan DKPBB untuk terus memperkuat diplomasi perdamaian dan membuat pandemi Covid-19 sebagai momentum untuk mewujudkan perdamaian berkelanjutan.

DUNIA | 13 Agustus 2020

Korsel Segera Bangun Kapal Induk Pertama

Diperkirakan Korsel juga akan membeli pesawat tempur F-35B buatan Amerika yang bisa beroperasi di atas kapal induk.

DUNIA | 13 Agustus 2020

Kamala Harris: Trump Gagal Tangani Covid-19 Sejak Awal

Penolakan Trump melakukan tes Covid-19, menjaga jarak sosial, dan memakai masker membuat seolah dia lebih tahu daripada para ahli.

DUNIA | 13 Agustus 2020

“Trump Hancurkan Reputasi AS”, Pidato Pertama Harris

"Inilah yang terjadi kalau kita memilih seorang pria yang pada dasarnya memang tidak bisa bekerja."

DUNIA | 13 Agustus 2020

Kamala Harris, Obama Versi Perempuan

Harris adalah mantan jaksa wilayah San Fransisco, jaksa agung negara bagian California dan kemudian terpilih sebagai senator.

DUNIA | 12 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS