Indonesia Dorong Pembenahan PBB Agar Tetap Dipercaya Publik
INDEX

BISNIS-27 425.322 (8.25)   |   COMPOSITE 4870.04 (65.75)   |   DBX 940.805 (0.62)   |   I-GRADE 127.855 (3.04)   |   IDX30 401.317 (9.21)   |   IDX80 105.56 (2.21)   |   IDXBUMN20 265.398 (7.24)   |   IDXG30 112.997 (2.41)   |   IDXHIDIV20 357.483 (7.92)   |   IDXQ30 117.699 (2.61)   |   IDXSMC-COM 210.149 (1.62)   |   IDXSMC-LIQ 234.599 (4.1)   |   IDXV30 100.238 (1.41)   |   INFOBANK15 757.481 (15.94)   |   Investor33 352.266 (6.86)   |   ISSI 143.81 (2.04)   |   JII 518.901 (9.22)   |   JII70 176.231 (3.13)   |   KOMPAS100 949.983 (17.55)   |   LQ45 737.154 (16.46)   |   MBX 1342.99 (20.27)   |   MNC36 264.429 (5.23)   |   PEFINDO25 260.033 (2.03)   |   SMInfra18 229.972 (5.45)   |   SRI-KEHATI 296.897 (6.33)   |  

Indonesia Dorong Pembenahan PBB Agar Tetap Dipercaya Publik

Jumat, 14 Agustus 2020 | 19:09 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

Jakarta, Beritasatu.com- Indonesia mendorong adanya pembenahan di dalam tubuh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) agar badan dunia itu bisa tetap mendapatkan kepercayaan publik. Kondisi pandemi Covid-19 memberikan tuntutan lebih besar akan relevansi dan peran PBB terutama dalam memelihara semangat multilateralisme.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dalam acara diskusi virtual bertemakan “The Future We Want, the UN We Need: Refleksi Kritis 75 Tahun PBB dalam Menghadapi Tantangan Global” yang digelar oleh Direktorat Jenderal Kerja Sama Multilateralisme Kementerian Luar Negeri, Kamis (13/8).

Acara juga dihadiri tamu istimewa, Prof. Dr. Armida Alisjahbana yang saat ini menjadi salah satu pejabat tertinggi yaitu Sekretaris Eksekutif United Nations Economic and Social Commission for Asia and The Pasific (UNESCAP).

“Jika PBB tidak mampu menjawab tantangan baru termasuk selama maupun pasca Covid-19, saya khawatir kepercayaan terhadap PBB dan lembaga multilateral akan semakin menipis,” ujar Retno.

Retno mengatakan dunia saat ini menghadapi tren bahwa negara-negara semakin jauh dari globalisasi. Nilai-nilai multilateralisme juga meluntur, semakin meningkatnya rivalitas dan kompetisi antar negara besar, serta menebalnya nasionalisme sempit dan populisme.

Terkait hal itu, Retno menyebut negara-negara di dunia punya dua pilihan yaitu tidak percaya dan beralih kepada unilateralisme, atau sebaliknya melakukan perbaikan bersama dan memperkuat badan yang sudah menginjak usia 75 tahun.

“Bagi Indonesia pilihannya jelas, kita akan memperbaiki dan memperkuat badan ini,” kata Retno.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Di Tengah Pandemi, Pemilu Malaysia Akan Habiskan Rp 4,2 Triliun

Pemilu dini di tengah pandemi Covid-19 di Malaysia akan menghabiskan dana 1,2 miliar ringgit (Rp 4,2 triliun).

DUNIA | 14 Agustus 2020

Diam-diam Rusia Kembangkan Vaksin Covid-19 Enam Tahun Lalu

Rusia mengatakan dalam beberapa tahun terakhir mengembangkan vaksin untuk Ebola dan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS).

DUNIA | 14 Agustus 2020

Heboh Covid-19 Ditularkan Lewat Makanan, WHO: Tidak Ada Bukti

Tiga kota di Tiongkok melaporkan telah menemukan Covid-19 di permukaan makanan beku yang diimpor selama empat hari terakhir.

DUNIA | 14 Agustus 2020

Presiden Duterte Siap Disuntik Vaksin Rusia

Presiden Rodrigo Duterte bahkan menyanggupi untuk menjadi orang Filipina pertama yang disuntik vaksin Rusia. Dia juga berharap uji coba klinis bisa dilakukan pada Oktober mendatang.

DUNIA | 13 Agustus 2020

WFP Kirim Bantuan 50.000 Ton Terigu ke Beirut

Laporan Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan tepung akan dikirim "untuk menstabilkan pasokan nasional.

DUNIA | 13 Agustus 2020

Lima Miliar Dosis Vaksin Covid-19 Sudah Dipesan

Universitas Oxford, bekerja sama dengan grup farmasi Swedia-Inggris AstraZeneca, berharap mendapatkan hasil pada September 2020.

DUNIA | 13 Agustus 2020

WHO: Vaksin Rusia Tak Jelas

Persetujuan super cepat seperti itu bisa berarti bahwa potensi efek merugikan dari vaksin mungkin tidak terdeteksi.

DUNIA | 13 Agustus 2020

Lima Miliar Dosis Vaksin Corona Sudah Dipesan

Meskipun belum ada vaksin virus corona yang terbukti kemanjurannya dalam uji klinis, setidaknya 5,7 miliar dosis telah dipesan lebih awal di seluruh dunia.

DUNIA | 13 Agustus 2020

Pidato di DK PBB, Menlu Retno Tekankan 3 Esensi Jaga Perdamaian

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi menekankan tiga hal pokok yang esensial untuk menjaga perdamaian di tengah tantangan global yang semakin meningkat termasuk akibat pandemi.

DUNIA | 13 Agustus 2020

Menlu: Pandemi Covid-19 Momentum Wujudkan Perdamaian Berkelanjutan

Indonesia menyerukan DKPBB untuk terus memperkuat diplomasi perdamaian dan membuat pandemi Covid-19 sebagai momentum untuk mewujudkan perdamaian berkelanjutan.

DUNIA | 13 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS