PBB: Normalisasi Israel-UEA Bisa Wujudkan Solusi Palestina
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

PBB: Normalisasi Israel-UEA Bisa Wujudkan Solusi Palestina

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 08:59 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

New York, Beritasatu.com- Sekjen Perserikatan Bangsa-bangsa Antonio Guterres berharap bahwa kesepakatan normalisasi Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) bisa membantu mewujudkan solusi dua negara dengan Palestina untuk perdamaian di Timur Tengah.

Guterres mengatakan aneksasi akan secara efektif menutup pintu negosiasi antara Israel dan Palestina, serta menghancurkan kemungkinan layak atas solusi dua negara.

“Sekjen menyambut kesepakatan ini, berharap ini akan menciptakan kesempatan bagi para pemimpin Israel dan Palestina untuk terlibat kembali dalam perundingan berarti yang akan akan mewujudkan solusi dua negara sejalan dengan resolusi PBB yang relevan, hukum internasional, dan kesepakatan bilateral,” sebut juru bicara Guterres dalam pernyataannya, Kamis (13/8).

Langkah normalisasi Israel-UEA tidak hanya mendapat respons negatif dari semua faksi Palestina, tapi juga memicu kemarahan kelompok pemukim sayap kanan Yahudi yang ingin mencaplok Tepi Barat.

Perdana Menteri (PM) Israel menjanjikan untuk menerapkan kedaulatan Israel ke kawasan itu, termasuk pemukiman Yahudi, di mana wilayah itu diharapkan menjadi negara masa depan Palestina.

“Dia menipu kami. Dia telah menipu setengah juta penduduk di kawasan dan ratusan ribu pemilih,” kata kepala Dewan Pemukim Yesha, David Elhayani.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Israel dan UEA Segera Lakukan Pertukaran Dubes

Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) diperkirakan segera melakukan pertukaran duta besar dan kedutaan besar.

DUNIA | 15 Agustus 2020

Protes, Palestina Tarik Dubes untuk UEA

Otoritas Palestina mengumumkan penarikan secepatnya duta besar untuk Uni Emirat Arab (UEA) sebagai tindakan protes terkait kesepakatan normalisasi antara UEA dengan Israel.

DUNIA | 15 Agustus 2020

Serang Balik Harris, Trump Pakai Jurus Lama Lawan Obama

Trump kembali memicu kontroversi dengan menyulut "birther theory" melawan Harris.

DUNIA | 15 Agustus 2020

Erdogan Ancam Putuskan Hubungan Diplomatik dengan UEA

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam akan putuskan hubungan diplomatik Turki dengan Uni Emirat Arab (UEA), Jumat (14/8).

DUNIA | 14 Agustus 2020

Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Baru Lebanon Butuh Rp 440 T

Sejumlah kalangan memperkirakan, Lebanon butuh dana sebesar US$ 30 miliar atau sekitar Rp 440 triliun untuk membangun kembali ekonominya yang hancur.

DUNIA | 14 Agustus 2020

Indonesia Dorong Pembenahan PBB Agar Tetap Dipercaya Publik

Indonesia mendorong adanya pembenahan di dalam tubuh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) agar badan dunia itu bisa tetap mendapatkan kepercayaan publik.

DUNIA | 14 Agustus 2020

Di Tengah Pandemi, Pemilu Malaysia Akan Habiskan Rp 4,2 Triliun

Pemilu dini di tengah pandemi Covid-19 di Malaysia akan menghabiskan dana 1,2 miliar ringgit (Rp 4,2 triliun).

DUNIA | 14 Agustus 2020

Diam-diam Rusia Kembangkan Vaksin Covid-19 Enam Tahun Lalu

Rusia mengatakan dalam beberapa tahun terakhir mengembangkan vaksin untuk Ebola dan Sindrom Pernafasan Timur Tengah (MERS).

DUNIA | 14 Agustus 2020

Heboh Covid-19 Ditularkan Lewat Makanan, WHO: Tidak Ada Bukti

Tiga kota di Tiongkok melaporkan telah menemukan Covid-19 di permukaan makanan beku yang diimpor selama empat hari terakhir.

DUNIA | 14 Agustus 2020

Presiden Duterte Siap Disuntik Vaksin Rusia

Presiden Rodrigo Duterte bahkan menyanggupi untuk menjadi orang Filipina pertama yang disuntik vaksin Rusia. Dia juga berharap uji coba klinis bisa dilakukan pada Oktober mendatang.

DUNIA | 13 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS