Vietnam Akan Beli Vaksin Covid-19 dari Rusia
INDEX

BISNIS-27 434.406 (-0.23)   |   COMPOSITE 4934.09 (-16.14)   |   DBX 924.804 (3.39)   |   I-GRADE 130.838 (-0.55)   |   IDX30 413.425 (-1.26)   |   IDX80 108.094 (-0.37)   |   IDXBUMN20 272.657 (-3.39)   |   IDXG30 115.379 (0.39)   |   IDXHIDIV20 370.721 (-2.24)   |   IDXQ30 120.916 (-0.16)   |   IDXSMC-COM 211.116 (-0.82)   |   IDXSMC-LIQ 236.814 (-0.83)   |   IDXV30 102.468 (-0.58)   |   INFOBANK15 776.883 (-3.28)   |   Investor33 360.093 (-0.17)   |   ISSI 144.765 (-0.24)   |   JII 523.909 (0.36)   |   JII70 177.568 (-0.12)   |   KOMPAS100 966.07 (-3.19)   |   LQ45 756.376 (-2.2)   |   MBX 1366.8 (-5.86)   |   MNC36 270.277 (-1.09)   |   PEFINDO25 258.891 (-1.93)   |   SMInfra18 233.321 (-1.32)   |   SRI-KEHATI 303.606 (-0.74)   |  

Vietnam Akan Beli Vaksin Covid-19 dari Rusia

Sabtu, 15 Agustus 2020 | 09:17 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Hanoi, Beritasatu.com- Kementerian Kesehatan Vietnam menyatakan akan membeli vaksin Covid-19 buatan Rusia. Pada Jumat (14/8), televisi pemerintah Vietnam melaporkan kementerian telah mendaftar untuk membeli vaksin yang bernama Sputnik V tersebut.

“Sementara itu, Vietnam masih akan terus mengembangkan vaksin Covid-19 di negaranya sendiri,” kata penyiar Vietnam Television (VTV).

Pada Rabu (13/8), Rusia menyatakan gelombang pertama vaksin Covid-19 pertama di dunia akan diluncurkan dalam dua minggu. Rusia menyebut kekhawatiran soal keamanan vaksin sebagai hal "tidak berdasar". Beberapa pakar kesehatan merasa was-was atas persetujuan cepat otoritas Moskwa terhadap vaksin tersebut.

Kementerian Vietnam tidak menyatakan berapa banyak dosis vaksin Rusia yang dipesannya, atau kapan vaksin dapat diterima. Bulan Juli, kementerian menyatakan Vaksin yang dikembangkan sendiri di Vietnam akan tersedia pada akhir 2021.

Vietnam telah melaporkan total 911 infeksi, dengan 21 kasus kematian. Perdana Menteri Nguyen Xuan Phuc telah memperingatkan bahwa risiko penyebaran virus yang lebih luas "sangat tinggi". Dalam beberapa hari mendatang, otoritas akan menjadi "kritis" dalam memerangi wabah Covid-19.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Kasus Covid-19 Tertinggi dalam 2 Bulan, Inggris Berlakukan Karantina

Kasus harian di atas 1.000 tercatat lima hari dalam enam hari terakhir.

DUNIA | 15 Agustus 2020

Peru Lampaui 500.000 Kasus Covid-19

Angka kasus infeksi Covid-19 di Peru sudah melampaui 500.000 kasus dan negara itu mencatat tingkat kematian tertinggi di wilayah Amerika Latin.

DUNIA | 15 Agustus 2020

PBB: Normalisasi Israel-UEA Bisa Wujudkan Solusi Palestina

Sekjen PBB Antonio Guterres berharap bahwa kesepakatan normalisasi Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) bisa membantu mewujudkan solusi dua negara Palestina

DUNIA | 15 Agustus 2020

Israel dan UEA Segera Lakukan Pertukaran Dubes

Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) diperkirakan segera melakukan pertukaran duta besar dan kedutaan besar.

DUNIA | 15 Agustus 2020

Protes, Palestina Tarik Dubes untuk UEA

Otoritas Palestina mengumumkan penarikan secepatnya duta besar untuk Uni Emirat Arab (UEA) sebagai tindakan protes terkait kesepakatan normalisasi antara UEA dengan Israel.

DUNIA | 15 Agustus 2020

Serang Balik Harris, Trump Pakai Jurus Lama Lawan Obama

Trump kembali memicu kontroversi dengan menyulut "birther theory" melawan Harris.

DUNIA | 15 Agustus 2020

Erdogan Ancam Putuskan Hubungan Diplomatik dengan UEA

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengancam akan putuskan hubungan diplomatik Turki dengan Uni Emirat Arab (UEA), Jumat (14/8).

DUNIA | 14 Agustus 2020

Pulihkan Ekonomi, Pemerintah Baru Lebanon Butuh Rp 440 T

Sejumlah kalangan memperkirakan, Lebanon butuh dana sebesar US$ 30 miliar atau sekitar Rp 440 triliun untuk membangun kembali ekonominya yang hancur.

DUNIA | 14 Agustus 2020

Indonesia Dorong Pembenahan PBB Agar Tetap Dipercaya Publik

Indonesia mendorong adanya pembenahan di dalam tubuh Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) agar badan dunia itu bisa tetap mendapatkan kepercayaan publik.

DUNIA | 14 Agustus 2020

Di Tengah Pandemi, Pemilu Malaysia Akan Habiskan Rp 4,2 Triliun

Pemilu dini di tengah pandemi Covid-19 di Malaysia akan menghabiskan dana 1,2 miliar ringgit (Rp 4,2 triliun).

DUNIA | 14 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS