Afganistan Serukan Gencatan Senjata pada Taliban
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Afganistan Serukan Gencatan Senjata pada Taliban

Senin, 14 September 2020 | 09:39 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Doha, Beritasatu.com- Pemerintah Afganistan telah menyerukan gencatan senjata kemanusiaan dengan Taliban, ketika pembicaraan damai pertama kali antara kedua belah pihak dimulai di Doha, Qatar.

Abdullah Abdullah, yang memimpin delegasi pemerintah, menekankan bahwa "tidak ada pemenang melalui perang". Sebaliknya, Taliban tidak menyebutkan gencatan senjata, sebaliknya justru menegaskan bahwa Afganistan harus berada di bawah hukum Islam.

Pada upacara pembukaan Sabtu, kepala dewan perdamaian Afganistan, Abdullah Abdullah, menyerukan gencatan senjata segera. Dia mengatakan salah satu masalah paling utama yang ada di benak rakyat adalah pengurangan kekerasan secara signifikan.

Abdullah menambahkan bahwa delegasinya "mewakili sistem politik yang didukung oleh jutaan pria dan wanita dari keragaman latar belakang budaya, sosial dan etnis di tanah air". Rakyat Afganistan berharap "untuk menutup gerbang perang dan penderitaan selamanya".

Sementara itu, Pemimpin Taliban Mullah Baradar Akhund, berharap negosiasi akan "bergerak maju dengan kesabaran".

Akhund ingin Afganistan menjadi merdeka, bersatu, dan memiliki sistem Islam, tempat semua suku dan etnis di negara itu menemukan diri mereka sendiri tanpa diskriminasi.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Batalkan Pengeboran Minyak di Perairan Pulau Pasir-Laut Timor

Berdasarkan perjanjian 1997 tidak pernah diratifikasi.

NASIONAL | 14 September 2020

Miliarder Bloomberg Anggarkan US$ 100 Juta Bantu Kampanye Biden di Florida

Keputusan miliarder itu terjadi 51 hari jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) AS dengan jajak pendapat menunjukkan persaingan ketat di negara bagian.

DUNIA | 14 September 2020

CEO Pfizer: Vaksin Covid-19 Dapat Diberikan ke Warga AS Sebelum Akhir Tahun

Pfizer telah berinvestasi senilai US$ 1,5 miliar untuk pengembangan vaksin Covid-19.

DUNIA | 14 September 2020

AstraZeneca Lanjutkan Uji Klinis di Inggris

AstraZeneca mengatakan telah mendapat konfirmasi dari Regulator Inggris untuk melanjutkan uji klinis, sementara di negara lain masih menunggu konfirmasi.

DUNIA | 13 September 2020

Upacara Peringatan Serangan 11 September di Arlington Dilakukan Secara Virtual

Kabupaten Arlington dijadwalkan melakukan upacara tahunan peringatan serangan 11 September secara virtual.

DUNIA | 12 September 2020

Tiongkok Akan Balas Cekal Semua Diplomat AS

Pemerintah Tiongkok akan memberlakukan cekal pada semua diplomat Amerika Serikat (AS) di wilayahnya.

DUNIA | 12 September 2020

Ikuti UEA, Bahrain Normalisasi Hubungan dengan Israel

Donald Trump men-tweet berita itu setelah berbicara melalui telepon dengan Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

DUNIA | 12 September 2020

Turki Pertimbangkan Uji Coba Fase III Vaksin Rusia

Turki sedang mempertimbangkan permintaan dari Rusia untuk melakukan uji coba Fase III vaksin Covid-19 dari Rusia.

DUNIA | 12 September 2020

Tingkat Infeksi dan Kematian Akibat Corona di India Berbanding Terbalik

India kembali mencetak rekor kasus harian infeksi virus corona dengan 96.551 kasus pada Jumat (11/9), sehingga total kasus infeksi melampaui 4,5 juta kasus.

DUNIA | 12 September 2020

Lindungi Ekonomi, Sudan Kembali Umumkan Negara Darurat

Sudan mengumumkan kembali status negara darurat ekonomi pada Kamis (10/9). Sudan juga membentuk satuan tugas gabungan untuk melindungi ekonomi nasional.

DUNIA | 12 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS