Hadapi Pandemi Covid-19, PM Modi Disebut Kebal Kritik
INDEX

BISNIS-27 509.396 (-2.72)   |   COMPOSITE 5822.94 (-12.46)   |   DBX 1088.19 (9.8)   |   I-GRADE 169.852 (-1.35)   |   IDX30 498.88 (-2.76)   |   IDX80 132.065 (-0.41)   |   IDXBUMN20 376.263 (-3.13)   |   IDXG30 135.508 (-0.99)   |   IDXHIDIV20 449.517 (-1.84)   |   IDXQ30 145.713 (-1.14)   |   IDXSMC-COM 252.052 (0.88)   |   IDXSMC-LIQ 309.347 (0.24)   |   IDXV30 130.911 (1.46)   |   INFOBANK15 993.498 (-9.24)   |   Investor33 428.541 (-2.51)   |   ISSI 170.173 (-0.26)   |   JII 616.286 (-0.48)   |   JII70 212.951 (-0.33)   |   KOMPAS100 1185.6 (-4.97)   |   LQ45 921.176 (-4.93)   |   MBX 1613.76 (-6.11)   |   MNC36 320.851 (-1.83)   |   PEFINDO25 318.369 (-4.14)   |   SMInfra18 296.861 (-1.08)   |   SRI-KEHATI 366.856 (-2.5)   |  

Hadapi Pandemi Covid-19, PM Modi Disebut Kebal Kritik

Jumat, 18 September 2020 | 09:21 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

New Delhi, Beritasatu.com- Perdana Menteri Narendra Modi dianggap kebal dari kritik karena secara luas lolos dari tajuk berita yang “pedas” atau jajak pendapat yang menghancurkan saat India dilanda pandemi Covid-19.

Tidak seperti Modi, para pemimpin populis lainnya merasakan panasnya politik yang dihubungkan dengan penanganan pandemi, seperti Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump atau Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson.

India saat ini tercatat sebagai negara dengan kasus infeksi Covid-19 tertinggi kedua di dunia yaitu 5,1 juta atau hanya berada di belakang Amerika Serikat (AS). Tingkat kematian Covid-19 di India tertinggi ketiga di dunia setelah AS dan Brasil, yaitu 83.198 kematian, menurut data dari Universitas Johns Hopkins. Pada Kamis (17/9), India melaporkan lonjakan kasus harian infeksi Covid-19 yaitu 97.894 kasus dalam 24 jam terakhir.

Ekonomi India akibat pandemi dan menyebabkan kehancuran jutaan pekerjaan, ditambah sistem kesehatan yang rawan harus berjuang menghadapi wabah.

Peneliti di Pusat untuk Penelitian Kebijakan yang berbasis di Delhi, Asim Ali, mengatakan pemimpin India itu tampaknya sebagai “mesias nasional” yang mengerjakan agenda besar untuk membentuk kembali bangsa India dan tidak bertanggung jawab atas kegagalan pemerintah dari hari ke hari.

“Modi telah mempertaruhkan dirinya sendiri peran yang tidak hanya sebagai pemimpin politik India, tapi juga sosial, moral, dan spiritual, dalam cetakan Mahatma Gandhi,” kata Ali.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

AS Jual Tujuh Sistem Senjata Utama ke Taiwan

Amerika Serikat (AS) berencana untuk menjual tujuh sistem senjata utama kepada Taiwan di antaranya ranjau, rudal jelajah, dan drone (pesawat nirawak).

DUNIA | 18 September 2020

Total Kasus Infeksi Covid-19 Global Tembus 30 Juta

Jumlah kasus infeksi Covid-19 yang terdaftar di seluruh dunia mencapai 30 juta pada Kamis (17/9).

DUNIA | 18 September 2020

TikTok Siap IPO jika Trump Merestui Divestasi ke Oracle dan Walmart

ByteDance, perusahaan Tiongkok pemilik aplikasi media sosial TikTok, berencana melakukan penawaran saham perdana (IPO) TikTok global di pasar modal AS.

DUNIA | 18 September 2020

WHO Khawatir akan Kasus Covid-19 di Eropa yang Naik Signifikan

Pekan lalu, pasien Covid-19 di Eropa menembus 300.000 pasien.

DUNIA | 18 September 2020

Maroko Mainkan Peran Penting Perdamaian di Libya

Keberhasilan dialog Bouznika adalah refleksi kecintaan Raja Muhammad VI pada perdamaian di kawasan.

DUNIA | 17 September 2020

CDC AS: Masker Lebih Protektif Lindungi Diri dari Covid-19 Dibanding Vaksin

Dia mendesak warga Amerika, terutama berusia antara 18 dan 25 tahun, untuk terus mengenakan penutup wajah.

DUNIA | 17 September 2020

550.000 Anak di AS Terdiagnosis Covid-19 Sejak Awal Pandemi

Angka keseluruhan adalah 729 kasus per 100.000 anak dalam populasi. Anak-anak mencatat 0,6-3,6% dari total laporan rawat inap, dan 0-0,3% dari seluruh kematian.

DUNIA | 17 September 2020

PM Modi Dikecam karena Sibuk dengan Burung Merak

“Pemerintah Modi mengatakan 'mandiri', yang berarti 'menyelamatkan hidup Anda sendiri' karena perdana menteri sibuk dengan burung merak,” tambahnya.

DUNIA | 17 September 2020

Studi: Spesies Nyamuk Asia Ancam Kota di Afrika

“Itu berarti Afrika, yang telah mendapat beban malaria tertinggi, bisa berdampak lebih besar."

DUNIA | 17 September 2020

Analis: Raksasa Teknologi Tiongkok Kuat Hadapi Tekanan Luar

Perusahaan Tiongkok juga memiliki pasar besar di dalam negeri untuk difokuskan bahkan jika mereka tidak dapat mengejar tujuan internasional.

DUNIA | 17 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS