Inggris Ancam Denda Rp 191 juta Pelanggar Aturan Covid-19
INDEX

BISNIS-27 446.998 (3.66)   |   COMPOSITE 5103.41 (22.92)   |   DBX 961.91 (2.39)   |   I-GRADE 139.433 (1.14)   |   IDX30 425.424 (3.73)   |   IDX80 112.732 (0.9)   |   IDXBUMN20 290.237 (3.92)   |   IDXG30 119.067 (0.52)   |   IDXHIDIV20 380.466 (2.42)   |   IDXQ30 124.992 (0.94)   |   IDXSMC-COM 219.453 (0.5)   |   IDXSMC-LIQ 253.905 (3.07)   |   IDXV30 105.587 (1.13)   |   INFOBANK15 830.947 (11.32)   |   Investor33 371.883 (3.69)   |   ISSI 150.117 (0.53)   |   JII 544.402 (1.55)   |   JII70 185.969 (0.84)   |   KOMPAS100 1019.44 (6.38)   |   LQ45 783.452 (7)   |   MBX 1412.54 (6.76)   |   MNC36 280.287 (2.27)   |   PEFINDO25 278.026 (3.1)   |   SMInfra18 241.756 (0.32)   |   SRI-KEHATI 314.153 (3.5)   |  

Inggris Ancam Denda Rp 191 juta Pelanggar Aturan Covid-19

Senin, 21 September 2020 | 07:51 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

London, Beritasatu.com- Orang-orang di Inggris yang melanggar peraturan baru Covid-19 tentang isolasi mandiri akan didenda 10.000 poundsterling atau Rp191 juta. Pada Sabtu (19/9), Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan wajib isolasi diri berlaku bagi seseorang yang telah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi Covid-19.

“Kami perlu melakukan semua yang kami bisa untuk mengendalikan penyebaran virus ini, untuk mencegah orang yang paling rentan terinfeksi, dan untuk melindungi NHS dan menyelamatkan nyawa,” tambah Johnson.

Aturan akan berlaku mulai 28 September untuk siapa pun di Inggris yang dites positif terkena virus atau diberi tahu oleh petugas kesehatan masyarakat bahwa mereka telah melakukan kontak dengan seseorang yang terinfeksi.

“Orang yang memilih untuk mengabaikan aturan akan menghadapi denda yang signifikan,” kata Johnson.

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock memperingatkan, pembatasan yang jelas di Inggris akan semakin ketat jika aturan tidak diikuti. Pemerintah memberlakukan denda 10.000 poundsterling bagi orang-orang yang tidak mengisolasi diri.

“Negara menghadapi titik kritis dan kami punya pilihan. Jika semua orang mengikuti aturan maka kita dapat menghindari penguncian nasional lebih lanjut,” tambahnya.



Sumber:Suara Pembaruan

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Inggris di Titik Kritis Pandemi Covid-19

Lebih 40.000 orang di Inggris telah meninggal dalam 28 hari setelah dites positif Covid-19 sejak dimulainya pandemi pada Maret.

DUNIA | 21 September 2020

Berkat Kemitraan Oracle dan Walmart, Trump Dukung Kesepakatan TikTok di AS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Sabtu (19/9), telah menyatakan persetujuannya agar TikTok melanjutkan operasinya di AS.

DUNIA | 21 September 2020

Virus Corona Ditemukan pada Kemasan Cumi Impor di Tiongkok

Otoritas mendesak pada semua pihak yang membeli produk tersebut agar melakukan tes Covid-19.

DUNIA | 21 September 2020

Bocoran Dokumen: HSBC Fasilitasi Dana Dari Investasi Bodong

HSBC sebelumnya sudah diperingatkan regulator Amerika soal aktivitas penipuan investasi oleh nasabahnya.

DUNIA | 21 September 2020

Bank-bank Besar ini Diduga Loloskan Transfer Dana Kriminal

Ada bank besar yang bertahun-tahun membiarkan transfer ke rekening yang dicurigai dipakai untuk mendanai terorisme.

DUNIA | 21 September 2020

Demonstran Antipemerintah Pasang Plakat "Thailand Milik Rakyat"

Pengunjuk rasa antipemerintah memasang plakat yang menyatakan Thailand "milik rakyat", sebagai bentuk perlawanan yang berani terhadap monarki.

DUNIA | 20 September 2020

Kasus Kematian Akibat Covid-19 di Iran Tembus 24.000

Jumlah kematian resmi akibat virus corona di Iran melonjak melampaui 24.000 pada Sabtu (19/9)

DUNIA | 20 September 2020

Tentara Lebanon Temukan 1,3 Ton Kembang Api di Pelabuhan Beirut

Tentara Lebanon menyatakan telah menemukan 1,3 ton kembang api saat pencarian di pelabuhan Beirut, yang hancur Agustus lalu.

DUNIA | 20 September 2020

Trump Dapat Medali Penghargaan dari Kosovo

Kosovo memberikan penghargaan tertinggi kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

DUNIA | 20 September 2020

Wapres Peringati Kedatangan Korea di Indonesia 100 Tahun Lalu

Wapres Ma'ruf Amin mengatakan warga Korea membantu Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan dan ada yang dimakamkan di TMP.

DUNIA | 20 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS