Biden Kecam Politisasi Penggantian Hakim MA
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Biden Kecam Politisasi Penggantian Hakim MA

Selasa, 22 September 2020 | 08:26 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

Philadelphia, Beritasatu.com- Kandidat presiden Amerika Serikat (AS) dari Demokrat, Joe Biden, mengecam politisasi pemilihan hakim mahkamah agung (MA). Kecaman ditujukan pada rencana Presiden AS sekaligus kandidat petahana dari Republik, Donald Trump, saat waktu pemilihan presiden AS hanya kurang dari dua bulan lagi.

Biden mengatakan langkah Trump sebagai penyalahgunaan kekuasaan dan beberapa anggota di partai presiden sendiri juga telah menolaknya.

Pada Minggu (20/9), saat berbicara di kota Philadelphia, Pennsylvania, Biden menuding Trump menerapkan “kekuasaan politik mentah” dengan berusaha menerobos lewat pilihannya di tengah pertarungan sengit kampanye politik.

“Saya yakin pemilih akan memperjelasnya, mereka tidak akan mendukung penyalahgunaan kekuasaan, penyalahgunaan wewenang, pelanggaran konstitusional ini,” kata Biden, yang mendesak Senat agar tidak bertindak sampai setelah pemilu 3 November.

Prospek untuk mempercepat voting konfirmasi Senat telah memicu pertentangan kuat dari Demokrat. Dua senator Republik juga telah mendaftarkan penolakan mereka atas voting terburu-buru untuk menggantikan hakim liberal populer, Bader Ginsburg, yang meninggal dalam usia 87 tahun, Jumat (18/9).

Ginsburg dikenal sebagai feminis terkemuka yang dekat dengan kaum liberal AS. Dia adalah hakim tertua dan perempuan kedua yang duduk di MA dan telah menjabat selama 27 tahun.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Emisi 1% Orang Terkaya Lebih Banyak dari 3,1 Miliar Orang Termiskin

Polusi karbon yang dihasilkan 1% orang terkaya di dunia lebih banyak dibandingkan polusi dari separuh penduduk termiskin yang berjumlah 3,1 miliar oran

DUNIA | 22 September 2020

India Buka Kembali Taj Mahal di Tengah Pandemi Covid-19

Taj Mahal kembali dibuka untuk pengunjung hari Senin (21/9) sebagai langkah normalisasi bisnis.

DUNIA | 22 September 2020

Berkantor di AS, TikTok Akan Dirikan TikTok Global

Sebagai bagian dari kesepakatan tersebut maka TikTok akan mendirikan perusahaan baru yang disebut TikTok Global.

DUNIA | 22 September 2020

Bangunan Runtuh di India, 10 Tewas

Satu bangunan tiga lantai di pinggiran Mumbai, India, runtuh pada Senin (21/9) dini hari saat penghuninya tertidur di dalam.

DUNIA | 22 September 2020

Kasus Positif Covid-19 di AS Tembus 7 Juta

Jumlah kasus positif Covid-19 di Amerika Serikat sudah menembus 7 juta pada Senin (21/9/2020).

DUNIA | 21 September 2020

Prihatin Pandemi, PBB Peringati Hari Jadi ke-75

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperingati hari jadinya yang ke-75 pada Senin (21/9).

DUNIA | 21 September 2020

Distribusi Vaksin Covid-19 Sangat Riskan Suhu dan Benturan

Sebelum digunakan, vaksin harus disimpan dalam suhu yang dingin dan terlindung dari guncangan atau benturan.

DUNIA | 21 September 2020

India Gelar 1,2 Juta Tes Covid-19 dalam Sehari

India menggelar 1,2 juta tes Covid-19 di seluruh negeri pada Sabtu (19/9), sejauh ini sebagai jumlah sampel pengujian tertinggi dalam satu hari.

DUNIA | 21 September 2020

Inggris Ancam Denda Rp 191 juta Pelanggar Aturan Covid-19

Orang-orang di Inggris yang melanggar peraturan baru Covid-19 tentang isolasi mandiri akan didenda 10.000 poundsterling atau Rp 191 juta.

DUNIA | 21 September 2020

Inggris di Titik Kritis Pandemi Covid-19

Lebih 40.000 orang di Inggris telah meninggal dalam 28 hari setelah dites positif Covid-19 sejak dimulainya pandemi pada Maret.

DUNIA | 21 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS