PBB: Krisis Iklim Bisa Berakhir Buruk Jika Diselesaikan Seperti Pandemi
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

PBB: Krisis Iklim Bisa Berakhir Buruk Jika Diselesaikan Seperti Pandemi

Sabtu, 26 September 2020 | 07:38 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

New York, Beritasatu.com- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan Dewan Keamanan (DK) PBB bahwa jika krisis iklim diselesaikan dengan pendekatan “perpecahan dan kekacauan yang sama” seperti dalam penanganan Covid-19 maka situasinya bisa berakhir buruk.

“Saya takut yang terburuk,” kata Guterres kepada 15 anggota DK PBB, Kamis (24/9).

Guterres mengatakan virus corona sudah berada di luar kendali saat jumlah kematian global telah mendekati 1 juta orang dan lebih dari 30 juta orang di dunia terinfeksi. Dia menyalahkan kurangnya kesiapan global, kerja sama, persatuan, dan solidaritas.

“Pandemi adalah ujian nyata kerja sama internasional, tes yang pada dasarnya gagal,” ujarnya.

Tiga negara anggota DK PBB, yaitu Amerika Serikat (AS), Rusia, dan Tiongkok, saling bertengkar terkait pandemi Covid-19 selama pertemuan DK PBB, Kamis. Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov dan Menlu Tiongkok Wang Yi, keduanya menyindir AS selama pertemuan virtual terkait tata kelola global pasca-Covid-19. Duta Besar AS Kelly Craft menanggapi, “Tidak tahu malu masing-masing kalian.”

“Saya heran dan saya muak dengan hasil diskusi hari ini. Anggota dewan yang berusaha mengambil kesempatan ini untuk fokus kepada dendam politik dibandingkan isu penting yang ada,” ujar Craft.

Craft juga menegaskan tuduhan Presiden AS Donald Trump, serta menyerukan kembali permintaan Trump agar PBB membuat Tiongkok bertanggung jawab atas pandemi saat ini.

Duta Besar Tiongkok di PBB, Zhang Jun, menolak tudingan itu. “Cukup adalah cukup. Anda telah menciptakan cukup masalah di dunia. AS harus memahami bahwa menyalahkan orang lain tidak akan menyelesaikan persoalannya sendiri,” kata Zhang.

Menlu Rusia, Lavrov, menyatakan pandemi telah memperdalam perbedaan diantara negara-negara, sekalipun tidak menyebut negara mana pun.

“Kita melihat upaya dari masing-masing negara untuk menggunakan situasi saat ini untuk mengajukan kepentingan sempit dalam rangka membalas dendam dengan pemerintah yang tidak diinginkan atau saingan geopolitik,” kata Lavrov.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Vaksin Covid-19 J&J Hasilkan Respons Imun Kuat pada Uji Coba Awal

98 persen peserta memiliki antibodi penawar, yang melindungi sel dari patogen, 29 hari setelah vaksinasi.

DUNIA | 26 September 2020

Pesawat Militer Ukraina Jatuh, 22 Taruna Tewas

Sejumlah 22 orang tewas setelah satu pesawat militer Ukraina jatuh di bandara Chuhuiv, Ukraina, sekitar 400 km sebelah timur ibu kota Kiev, Ukraina, Jumat (25/9

DUNIA | 26 September 2020

Rusia Siap Tanggung Risiko Hukum Produk Vaksinnya

Rusia sangat yakin dengan vaksin Covid-19 sehingga akan memikul sejumlah tanggung jawab hukum jika terjadi kesalahan.

DUNIA | 25 September 2020

ILO: 500 Juta Pekerjaan Hilang Akibat Pandemi

Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) menyatakan lebih dari 500 juta pekerjaan di seluruh dunia hilang akibat pandemi Covid-19.

DUNIA | 25 September 2020

Selandia Baru Tidak Lagi Wajibkan Masker

Selandia Baru tidak lagi mewajibkan pemakaian masker di sebagian besar wilayahnya, meskipun banyak negara masih didera pandemi Covid-19.

DUNIA | 25 September 2020

Biden: Dukungan Pemilih Kulit Hitam Jadi Kunci Kemenangan

Saat berkampanye di Carolina Utara, Rabu (23/9), Joe Biden mengatakan pemilih kulit hitam adalah kunci utama untuk harapannya memenangkan Gedung Putih

DUNIA | 25 September 2020

Jika Kalah Pipres, Trump Tolak Transisi Damai

Donald Trump menolak berkomitmen untuk melakukan transisi kekuasaan secara damai jika kalah dalam pemilu November mendatang.

DUNIA | 25 September 2020

Korban Tewas Bangunan Runtuh di India Jadi 40 Orang

Jumlah korban tewas akibat bangunan runtuh di Bhiwandi, India, seperti dilaporkan NDTV, bertambah menjadi 40 orang pada Rabu (23/9).

DUNIA | 25 September 2020

Ledakan Truk Tangki di Nigeria, 23 Tewas

Sedikitnya 23 orang tewas setelah satu truk tangki bensin terbalik dan terbakar di jalan yang sibuk di negara bagian Kogi, Nigeria tengah pada Rabu (23/9).

DUNIA | 25 September 2020

Pasukan Korut Bunuh dan Bakar Pejabat Perikanan Korsel

Diduga, pasukan Korea Utara bertindak dengan alasan perintah anti-virus (corona).

DUNIA | 25 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS