Donald Trump dan Republik Dinilai Lebih Berani Mencurangi Pilpres AS 2020
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Donald Trump dan Republik Dinilai Lebih Berani Mencurangi Pilpres AS 2020

Rabu, 7 Oktober 2020 | 19:42 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

Jakarta, Beritasatu.com- Pemilu presiden Amerika Serikat (AS) pada 3 November bukan semata perlombaan antara dua kandidat partai, tetapi lebih dalam lagi sebagai pertarungan nilai-nilai warga Amerika yang saling bertolak belakang.

Calon presiden dari Republik, Donald Trump, bersama partainya dinilai akan lebih berani berbuat curang termasuk melakukan hal-hal tidak lazim untuk kembali meraih kemenangan.

“Orang Republik berani untuk cheating (curang), sedangkan orang Demokrat lebih ‘moral’. Ini berupa cheating untuk posisi memenangkan pemilu karena mereka sangat desperate bahwa mereka bisa menggulung Obama Care, menggulung habis aborsi,” kata Direktur Pusat Kajian Wilayah Amerika Universitas Indonesia (UI), Suzie Sudarman, dalam webinar yang digelar oleh Marapi Consulting and Advisory bertajuk Pemilu Presiden AS 2020 dan Pengaruhnya atas Indonesia, Rabu (7/10).

Suzie mengatakan beberapa negara bagian di AS yang dipimpin gubernur dari Republik mulai melakukan beberapa tindakan tidak lazim. Misalnya, mengurangi jumlah kotak untuk pengembalian surat suara yang dikirimkan lewat pos (mail-in ballot), atau Trump sendiri menempatkan pejabat di Layanan Pos AS (United States Postal Service/USPS) yang pada dasarnya menghalangi voting, dan beberapa negara bagian yang mengharuskan voters identification (voters ID).

“Semuanya dilakukan secara teror sehingga orang kulit berwarna akhirnya enggan keluar karena mereka pikir tidak terlalu aman. Mungkin ada penembakan, ditakut-takuti, jadi ini mengurangi keterlibatan orang kulit berwarna,” kata Suzie yang juga penasihat Masyarakat AS-Indonesia (USINDO).

Suzie mengatakan Amerika masih menjadi model atau guru bagi dunia, sayangnya situasinya kini jauh dari ideal. “Yang diikuti di sini fundamentalis ini, yang berani curang,” katanya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Trump Tolak Permintaan The Fed untuk Stimulus Fiskal Baru

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menolak permintaan Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (The Ped) untuk segera mengucurkan stimulus fiskal baru

DUNIA | 7 Oktober 2020

Bill Gates Prihatin AS Belum Kelola Maksimal Uji Covid-19

Pendiri Microsoft, Bill Gates mengaku prihatin bahwa Amerika Serikat (AS) masih belum mengelola pengujian virus corona dengan maksimal.

DUNIA | 7 Oktober 2020

Di Tengah Wabah, Singapura Jajaki Buka Perbatasan

Singapura sedang menjajaki cara untuk membuka perbatasannya dengan aman

DUNIA | 7 Oktober 2020

Pendiri McAfee Terlibat Penggelapan Pajak

Pendiri perusahaan antivirus, John McAfee ditangkap di bandara Barcelona, Spanyol atas kasus penggelapan pajak di AS.

DUNIA | 7 Oktober 2020

Covid Makin Ganas di Gedung Putih, Satu Lagi Kena

Pucuk pimpinan militer Amerika ramai-ramai mengisolasi diri.

DUNIA | 7 Oktober 2020

KPPU AS Nilai Facebook Lakukan Monopoli Media Sosial

Facebook bisa saja diminta untuk mendivestasi atau memisahkan operasi dua raksasa media sosial yang dimilikinya -Instagram dan WhatsApp-.

DUNIA | 7 Oktober 2020

New York Tutup Sekolah di Kawasan Covid-19

Gubernur New York Andrew Cuomo pada Senin (5/10) menyetujui rencana New York City untuk menutup sekolah di sembilan lokasi “titik panas” virus corona di Brooklyn dan Queens.

DUNIA | 7 Oktober 2020

Kurangi Dampak Pandemi, 26 Negara Desak Barat Cabut Sanksi

Tiongkok dan 25 negara lainnya pada Senin (5/10) mendesak agar AS dan negara-negara barat segera mencabut sanksi

DUNIA | 7 Oktober 2020

4 Juta Lebih Pemilih AS Telah Berikan Suara

Angka pemungutan suara awal menunjukkan 4 juta warga Amerika telah menggunakan hak pilihnya.

DUNIA | 7 Oktober 2020

Gedung Putih Akan Jual Koin “Trump Kalahkan Covid”

Gedung Putih akan menjual koin "Trump Kalahkan Covid" sebagai cindera mata resmi.

DUNIA | 7 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS