Para Korban Tolak Penghapusan Sudan dari Daftar Pendukung Terorisme
INDEX

BISNIS-27 503.122 (3.27)   |   COMPOSITE 5724.74 (38.65)   |   DBX 1066.46 (5.9)   |   I-GRADE 166.255 (1.33)   |   IDX30 491.004 (3.79)   |   IDX80 129.735 (1.18)   |   IDXBUMN20 364.991 (2.88)   |   IDXG30 133.352 (1.26)   |   IDXHIDIV20 441.973 (3.34)   |   IDXQ30 143.512 (0.71)   |   IDXSMC-COM 247.38 (2.02)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (4.18)   |   IDXV30 127.096 (1.4)   |   INFOBANK15 976.214 (3.91)   |   Investor33 422.656 (2.94)   |   ISSI 167.54 (1.34)   |   JII 607.336 (5.33)   |   JII70 209.626 (2)   |   KOMPAS100 1162.4 (9.2)   |   LQ45 904.834 (7.73)   |   MBX 1587.29 (11)   |   MNC36 315.598 (2.2)   |   PEFINDO25 317.232 (0.51)   |   SMInfra18 287.626 (3.29)   |   SRI-KEHATI 361.444 (2.42)   |  

Para Korban Tolak Penghapusan Sudan dari Daftar Pendukung Terorisme

Kamis, 22 Oktober 2020 | 10:25 WIB
Oleh : Natasia Christy Wahyuni / WIR

Washington, Beritasatu.com- Para korban menolak kesepakatan yang dibuat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk mencabut Sudan dari Daftar Negara Pendukung (Sponsor) Terorisme. Salah satu pengacara yang mewakili korban serangan teror tahun 1998 beserta keluarga mereka, Michael Miller, mengatakan mayoritas kliennya menolak rencana Trump.

Miller mengatakan kesepakatan tersebut, yang mengharuskan Sudan membayar US$ 355 juta (Rp 5,1 triliun) untuk menyelesaikan klaim terkait pengeboman, telah mendiskriminasikan para korban berdasarkan kewarganegaraan mereka.

Kesepakatan itu membuat kompensasi untuk korban warga Amerika beserta keluarganya jauh lebih besar dibandingkan para korban warga Afrika Timur yang bekerja untuk dua kedutaan besar AS yang dibom saat itu.

“Saya tidak percaya nyawa warga Amerika lebih berharga dibandingkan rekan kerja saya yang duduk di meja sebelah karena seseorang terlahir di Kenya dan orang lainnya terlahir di Amerika,” kata Miller dalam wawancara dengan VOA Sudan Selatan, Senin (19/10).

Trump sebelumnya mengumumkan akan menghapus Sudan dari daftar negara pendukung terorisme setelah Sudan setuju membayar kompensasi untuk korban Amerika dan keluarganya yang diserang oleh militan negara itu pada 1998.

Perundingan Sudan-AS sejak lama difokuskan kepada keinginan Washington agar Khartoum menempatkan dana dalam escrow untuk dibayarkan kepada korban serangan Al Qaeda di Kedutaan Besar AS di Kenya dan Tanzania pada 1998. Serangan itu menewaskan total 224 orang dan melukai ribuan orang lainnya.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Akademisi Thailand Desak Pemerintah Hentikan Kekerasan

Sejumlah dosen dan mahasiswa mengajukan petisi kepada Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha agar pemerintah berhenti menggunakan kekerasan

DUNIA | 22 Oktober 2020

Sejak Pandemi Covid-19, Hampir 300.000 Warga AS Meninggal Dunia

Hampir 300.000 lebih orang telah meninggal dunia di Amerika Serikat sejak pandemi Covid-19 terjadi di negara itu.

DUNIA | 22 Oktober 2020

Korban Tewas Banjir dan Longsor Vietnam Jadi 105 Orang

anjir, tanah longsor, dan bencana alam lainnya telah menyebabkan 105 orang tewas dan 27 orang lainnya hilang di wilayah Vietnam

DUNIA | 22 Oktober 2020

Situasi Mengerikan, Spanyol Negara Eropa Pertama yang Lampaui 1 Juta Kasus Covid-19

Data Kementerian Kesehatan Spanyol menunjukkan total kasus mencapai 1.005.295, naik 16.973 dari hari sebelumnya.

DUNIA | 22 Oktober 2020

Saham AstraZeneca Tertetan Setelah Relawan Uji Klinis Covid-19 di Brasil Meninggal

Brasil saat ini menempati urutan kedua di dunia kasus Covd-19 setelah Amerika Serikat, dengan 115.914 kematian, menurut data Universitas Johns Hopkins.

DUNIA | 22 Oktober 2020

Cegah Covid-19, Meksiko Tutup TPU Saat Perayaan Hari Orang Mati

Penutupan dilakukan menjelang Hari Orang Mati, perayaan yang biasanya menarik ratusan ribu orang di seluruh negeri ke pemakaman.

DUNIA | 21 Oktober 2020

Swedia Akan Beri Kelonggaran Lansia Hidup Normal Kembali

Swedia tidak pernah menerapkan penguncian total. Sekolah, restoran, dan kafe tetap buka selama pandemi.

DUNIA | 21 Oktober 2020

Pakar WHO: Eropa dan Amerika Utara Harus Belajar dari Asia

Eropa dan Amerika Utara harus mengikuti contoh negara-negara Asia yang bertahan dengan tindakan anti-Covid-19.

DUNIA | 21 Oktober 2020

Bandara Soekarno-Hatta Layani TCA 4 Negara

Bandara Soekarno-Hatta melayani Travel Corridor Arrangement (TCA) dengan Uni Emirat Arab (UEA), Korea Selatan, Tiongkok, dan Singapura

DUNIA | 21 Oktober 2020

PM Suga: Jepang Tolak Tindakan yang Memicu Ketegangan di LCS

Suga menyatakan Jepang siap memberikan dukungan untuk ASEAN, termasuk Vietnam dan Indonesia, dalam menjaga perdamaian dan kestabilan di LCS.

DUNIA | 21 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS