Tiongkok Ancam Balas AS karena Jual Senjata ke Taiwan
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Tiongkok Ancam Balas AS karena Jual Senjata ke Taiwan

Sabtu, 24 Oktober 2020 | 09:09 WIB
Oleh : Yuliantino Situmorang / WIR

Beijing, Beritasatu.com- Tiongkok mengancam akan membalas penjualan senjata terbaru Amerika Serikat (AS) ke Taiwan. Ancaman itu dilayangkan, Kamis (22/10), setelah Taiwan menyambut paket senjata dari AS, namun menyatakan tidak ingin terlibat dalam perlombaan senjata dengan Beijing.

Pemerintahan Donald Trump telah meningkatkan dukungan untuk Taiwan melalui penjualan senjata dan kunjungan pejabat senior AS. Kebijakan tersebut menambah ketegangan antara Beijing dan Washington. Hubungan kedua negara sudah memanas terkait perselisihan mengenai Laut China Selatan, Hong Kong, hak asasi manusia, dan perdagangan.

Beijing meningkatkan tekanan terhadap Taiwan agar tetap dalam kedaulatan Tiongkok. Termasuk dengan menerbangkan jet tempur melintasi garis tengah Selat Taiwan yang sensitif. Kawasan itu biasanya berfungsi sebagai penyangga tidak resmi.

Menanggapi persetujuan AS atas potensi penjualan senjata senilai US$ 1,8 miliar (Rp 26,3 triliun) ke Taiwan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian dalam jumpa pers harian mengatakan bahwa penjualan semacam itu harus dihentikan.

Menurut Zhao, penjualan tersebut "sangat mengganggu urusan dalam negeri Tiongkok, sangat merusak kedaulatan dan kepentingan keamanan Tiongkok, dan mengirimkan tanda yang buruk kepada pasukan kemerdekaan Taiwan, dan sangat merusak hubungan Tiongkok-AS, serta perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.

“Tiongkok akan membuat tanggapan yang sah dan perlu, sesuai perkembangan situasinya,” tambah Zhao.



Sumber:Suara Pembaruan

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sinopharm Siap Produksi 1 Miliar Dosis Vaksin Covid-19

Perusahaan farmasi milik negara Tiongkok, Sinopharm Group, sedang menyiapkan jalur produksi untuk memasok satu miliar dosis dua vaksin Covid-19

DUNIA | 24 Oktober 2020

Presiden Tanzania Menyangkal Covid-19

Di tengah pandemi Covid-19, Presiden Tanzania John Magufuli justru meminta rakyatnya pergi ke gereja dan masjid untuk berdoa.

DUNIA | 24 Oktober 2020

Skandal 1MDB, Goldman Sachs Setuju Bayar Denda Rp 42,5 Triliun

Goldman Sachs, pada Kamis (22/10), telah setuju untuk membayar denda US$ 2,9 miliar (Rp 42,5 triliun) dalam skandal korupsi perusahaan 1MDB

DUNIA | 24 Oktober 2020

Saad Hariri Jabat PM Lebanon Keempat Kalinya

Veteran perdana menteri (PM) Lebanon Saad Hariri kembali menjabat sebagai PM keempat kalinya

DUNIA | 24 Oktober 2020

WHO: Sejumlah Negara dalam Bahaya karena Covid-19 Menekan Sistem Kesehatan

Banyak negara yang mengalami peningkatan kasus secara eksponensial.

DUNIA | 24 Oktober 2020

Menkes Spanyol Serukan "Tindakan Drastis" Tekan Covid-19

Pernyataan itu muncul hanya sehari setelah Spanyol menjadi negara pertama di Eropa Barat yang terkena satu juta kasus infeksi virus corona.

DUNIA | 23 Oktober 2020

Tekan Penyebaran Covid-19, Prancis Perpanjang Jam Malam

Jumlah kasus infeksi di Prancis meningkat 40 persen selama seminggu terakhir.

DUNIA | 23 Oktober 2020

Kasus Infeksi Harian di Eropa Naik Dua Kali Lipat

Untuk pertama kalinya, benua itu mencatat kasus infeksi harian mencapai 200.000 kasus, yang terjadi pada Kamis.

DUNIA | 23 Oktober 2020

Positif Covid-19, Menlu Belgia Masuk ICU

Saat ini Wilmes yang berusia 45 tahun itu dalam kondisi sadar dan stabil.

DUNIA | 23 Oktober 2020

Ginandjar Kartasasmita: Perkuat Kerja Sama RI-Jepang Atasi Covid-19

Ginandjar menekankan pentingnya memperkuat kerja sama di sektor farmasi untuk mencegah penyebaran Covid-19.

DUNIA | 23 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS