Pendidikan Kristis GSM Bisa Pangkas Radikalisme di Sekolah
INDEX

BISNIS-27 426.538 (11.39)   |   COMPOSITE 4842.76 (103.04)   |   DBX 923.5 (7.76)   |   I-GRADE 127.867 (3.45)   |   IDX30 404.318 (11.17)   |   IDX80 105.647 (2.92)   |   IDXBUMN20 263.312 (10.37)   |   IDXG30 113.239 (2.36)   |   IDXHIDIV20 361.834 (9.72)   |   IDXQ30 118.461 (3.18)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.31)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.97)   |   IDXV30 99.778 (3.02)   |   INFOBANK15 760.318 (27.06)   |   Investor33 353.585 (10.19)   |   ISSI 142.238 (2.46)   |   JII 514.346 (9.5)   |   JII70 174.038 (3.75)   |   KOMPAS100 945.162 (25.96)   |   LQ45 740.002 (20.32)   |   MBX 1338.07 (31.05)   |   MNC36 264.409 (7.18)   |   PEFINDO25 251.635 (8.18)   |   SMInfra18 228.656 (4.87)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.93)   |  

Pendidikan Kristis GSM Bisa Pangkas Radikalisme di Sekolah

Senin, 7 Oktober 2019 | 19:08 WIB
Oleh : Unggul Wirawan / WIR

Tangerang, Beritasatu.com- Pembahasan mengenai intoleransi dan radikalisme agama terbilang cukup gencar di Indonesia. Sementara paham radikalisme yang mengkhawatirkan memang mulai subur di sekolah-sekolah. Sebagai salah satu alternatif, pendidikan kristis Gerakan Sekolah Menyenangkan (GSM) bisa memangkas paham radikalisme di sekolah-sekolah.

Radikalisme tentu sangat mengkhawatirkan jika menilik hasil penelitian mencengangkan yang dirilis oleh Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terkait radikalisme pada 2018 lalu. Sebesar 57,03% guru di Indonesia di level SD dan SMP ternyata memiliki pandangan intoleran. Bahkan, Lembaga Kajian Islam dan Perdamaian (LaKIP) lebih dulu menemukan hasil penelitian bahwa 48,9% siswa mendukung adanya tindakan radikal.

Dalam siaran pers, Senin (7/10)), Muhammad Nur Rizal, pendiri GSM, mengatakan bahwa sekolah sebagai institusi pendidikan bisa menjadi jalan retasan untuk menghadapi masalah radikalisme. Sekolah-sekolah perlu menggalakkan cara belajar yang mengakomodasi pikiran kritis.

“Anak-anak juga perlu diberi ruang untuk belajar memahami keberagaman informasi dan literasi digital, terutama di pendidikan dasar dan keluarga. Pendidikan di sekolah tidak boleh mengukur prestasi anak hanya dari angka atau nilai ujian, melainkan harus merangsang kekritisan berpikir,” katanya.

GSM sebagai gerakan akar rumput di bidang pendidikan telah dan akan terus mengubah paradigma pendidikan. Dalam proses, GSM berjuang untuk mengubah nalar standardisasi yang monoton, menjadi nalar personalized yang mampu mengasah daya pikir kritis anak secara lebih baik. Dengan mengasah daya pikir kritis anak, radikalisme tidak akan memiliki lahan untuk tumbuh subur.

“Budaya dan pembelajaran di sekolah perlu diperbanyak dengan memantik pertanyaan dan diskusi agar anak-anak berusaha mencari jawaban dari berbagai referensi. Mempersiapkan generasi yang kritis dan melek digital adalah kunci, agar mereka tidak gampang terpancing paham radikalisme yang memanfaatkan kemajuan teknologi,” tandas Nur Rizal.

Data radikalisme mengindikasikan bagaimana satu paham alternatif berusaha menggeser ideologi Pancasila dan pengaruhnya mulai merasuk di setiap lapisan masyarakat. Ironisnya, radikalisme sudah menyasar salah satu sendi strategis bangsa, yakni pendidikan.

Tren radikalisme tentu secara gamblang menunjukkan kepada bangsa Indonesia bahwa permasalahan radikalisme sudah menjadi masalah bersama, masalah nasional, dan cenderung akut. Pendidikan bisa menjadi jalan retasan untuk menghadapi potensi permasalahan seperti ini.

Sebagai arena menuntut ilmu bagi generasi muda, menurut Nur Rizal, sekolah memang rawan terjangkit radikalisme, namun sekaligus bisa menjadi titik awal untuk mematikan benih tersebut dan menciptakan mekanisme untuk melindungi generasi dari pengaruh negatif apa pun. Jika sekolah-sekolah mampu menciptakan situasi seperti ini, kiranya tidak ada yang perlu ditakutkan oleh Indonesia.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Eks Dirut PLN Sofyan Basir Dituntut 5 Tahun Penjara

Jaksa KPK mendakwa Sofyan Basir telah memberikan kesempatan, sarana dan kesempatan terjadi tindak pidana suap terkait proyek pembangunan PLTU.

NASIONAL | 7 Oktober 2019

Anggota BPK Rizal Djalil Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Rizal sedianya diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kempupera.

NASIONAL | 7 Oktober 2019

Gijow Apresiasi Polri Tindak Tegas Perusuh

Gerakan Indonesia untuk Jokowi mendukung langkah tegas Polri dalam menindak perusuh yang memanfaatkan situasi aksi demo.

NASIONAL | 7 Oktober 2019

Penyuap Politikus PAN Dituntut 2 Tahun Penjara

Pelaksana tugas sekaligus Penjabat Kepala Dinas PU Kabupaten Arfak, Papua Barat, Natan Pasomba dituntut hukuman 2 tahun karena menyuap politisi PAN, Sukiman.

NASIONAL | 7 Oktober 2019

Pakar: Perang Masa Depan Memiliki Daya Hancur Tinggi

Perang masa depan tidak memerlukan waktu lama karena daya hancurnya sangat tinggi.

NASIONAL | 7 Oktober 2019

Terjaring OTT, Bupati Lampung Utara Jalani Pemeriksaan di KPK

Bersama Agung, KPK juga mengamankan 7 orang lainnya berikut uang Rp600 juta.

NASIONAL | 7 Oktober 2019

Ditangkap KPK, Bupati Lampung Utara Miliki Harta Rp 2,3 Miliar

Agung Ilmu Mangkunegara dibekuk lantaran diduga terlibat dalam transaksi suap terkait proyek di Dinas PU.

NASIONAL | 7 Oktober 2019

Ini Ancaman Nyata Indonesia 5 Tahun ke Depan

Indonesia juga menghadapi ancaman nyata lain seperti kontak senjata, bencana alam, wabah penyakit, serangan siber, drainase, peredaran dan penyalahgunaan narkob

NASIONAL | 7 Oktober 2019

31 Orang Tewas di Wamena, Tersangka Tak Dijerat Pasal Pembunuhan

Ancaman maksimal Pasal 170 KUHP hanya pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

NASIONAL | 7 Oktober 2019

Danone Indonesia Ajak Anak Muda Jaga Lingkungan dan Kesehatan

Danone-Indonesia hadir dalam bincang inspiratif dengan tema “Minimizing Our Negative Impact to Environment”.

NASIONAL | 7 Oktober 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS