CSIS: Praktik Mahar Politik Masih Terjadi

Ahmad Salman / YTB Minggu, 8 Desember 2019 | 20:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wacana mengevaluasi pilkada langsung karena dinilai ongkos politik yang terlalu besar dan memicu korupsi, ditampik sejumlah pihak. Lembaga riset dan survei CSIS menilai, ongkos politik yang mahal disebabkan adanya mahar politik.

“Karena proses pencalonan kita di beberapa tempat belum transparan, masih adanya mahar politik,” ucap Peneliti Departemen Politik dan Perubahan Sosial (CSIS) Arya Fernandes seperti dikutip program News Update, Ahad (8/12/2019).

Sehingga, tambah Arya, argumentasi pilkada langsung yang harus dievaluasi karena ongkos politik mahal, menjadi tidak relevan.

Menurut Arya, biaya politik mahal juga akibat pencalonan di beberapa tempat belum transparan. Masalah ongkos politik seharusnya dilakukan pembenahan dari sisi parpol, yaitu berhenti melakukan praktik mahar politik. Dengan demikian ongkos politik dapat dipangkas.



Sumber: BeritaSatu TV