"Double-double Track", Solusi KRL Jabodetabek?

Kereta rel listrik (KRL) saat ini menjadi andalan warga Jabodetabek. ( Foto: BeritaSatu TV )
Azzahra Khairunnisa Jumat, 24 Maret 2017 | 22:20 WIB

Jakarta - Kereta rel listrik (KRL) belakangan menjadi andalan warga Jabodetabek. Saban hari sedikitnya 900 ribu orang naik KRL, naik tiga kali lipat dibandingkan tahun 2011. Tahun 2019 nanti, PT KAI Commuter Jabodetabek menargetkan sanggup mengangkut 1,2 juta penumpang. Namun, usaha menambah penumpang itu bakal mentok jika jalur kereta di Jabodetabek tidak bertambah.

Salah satu jalan keluarnya adalah membangun jalur ganda baru atau double-double track. Namun, kemajuan program double-double track ini terbilang lelet.

Lalu, apa yang dilakukan PT KCJ dan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan untuk menyelesaikan masalah-masalah tadi? Apa lagi yang harus dilakukan agar KRL dan LRT (kereta ringan) tidak saling memangsa? Saksikan INDEPTH "Menolak KRL Mentok" pada Senin, 27 Maret 2017 pukul 22.05 WIB.









Sumber: BeritaSatu TV