Indonesia Miliki Tiga Faktor Penting Pendukung Blockchain
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Indonesia Miliki Tiga Faktor Penting Pendukung Blockchain

Rabu, 11 Desember 2019 | 11:59 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Teknologi blockchain diyakini akan menjadi masa depan bersamaan dengan era internet of things (IoT) dan inteligensi buatan (artificial intelegent/AI). Bahkan beberapa nama besar di industri digital seperti pendiri Alibaba Jack Ma telah meramalkan hal itu. Sayangnya sampai saat ini belum terlalu banyak senior management yang mengetahui mengenai blockchain dan manfaatnya bagi masa depan dunia usaha, khususnya di Indonesia serta regulasi pemerintah Indonesia berkaitan teknologi blockchain.

Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar mengatakan, Indonesia punya tiga faktor besar yang dapat membuat penerapan blockchain sukses. Pertama, penduduk muda, dimana rata-rata usia penduduk Indonesia saat ini 28 tahun- 29 tahun. "Berbeda dengan negara maju dan Tiongkok yang mengarah ke aging population (penduduk tua), sedangkan Indonesia akan menikmati bonus demografi 15 tahun lalu," kata Mahendra Siregar dalam edukasi serial "Let’s Talk Blockchain” yang digelar BLOCK1ND, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing, Tiongkok dan Valdo Media Communication di Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Kedua, penduduk Indonesia melek teknologi dan mengedepankan online solution. Indonesia juga masuk enam besar penggunaan smartphone di dunia. Ketiga, Indonesia punya sistem demokrasi di mana tanpa demokrasi, teknologi yang sifatnya disruptif tidak bisa mendapatkan hasil baik.

"Ini seringkali tidak dipandang sebagai faktor penting. Padahal Indonesia unik, Pemilu April lalu diikuti oleh 80 persen pemilih dan ini secara resmi merupakan the largest presidential democracy in the world, lebih besar ketimbang Amerika Serikat yang hanya diikuti oleh 60 persen. Persoalannya sekarang bagaimana bangun ekosistem yang baik, supaya ketiga faktor tadi jadi optimal,"ujarMahendra Siregar.

Lebih lanjut, Mahendra mengatakan, blockchain di Indonesia dapat digunakan di sektor keuangan dan pasar modal, seperti penerapan di Australia dan Tiongkok. "Blockchain transparan dan efisien, walaupun interaksinya banyak, tapi semuanya tercatat baik. Jadi saat ingin lihat transaksi kembali menjadi lebih teruji daripada yang manual," tambahMahendra Siregar.

Direktur Telekomunikasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Firmansyah Lubis menambahkan, selaku regulator, pemerintah tengah menyiapkan beberapa hal untuk mendukung penerapan blockchain di Indonesia. Misalnya, mengutamakan konektivitas internet dan jaringan 5G, mendorong security operational yang andal, dan menjalin kolaborasi dengan blockchain lokal dan internasional. "Kita harap ada sinergitas untuk blockchain. Tidak perlu banyak platform tapi sinergi," imbuh Firmansyah Lubis.

Sementara Co-Founder Global Blockchain Shanghai Sam Lee tak memungkiri, ketika mendengar istilah blockchain, pasti terasa asing bagi orang umum. Namun begitu mendengar kata Bitcoin, tentu orang akan langsung mengerti. "Bahkan sejumlah orang mengaitkan keduanya padahal Bitcoin tak melulu harus berhubungan dengan blockhain, dan blockhain semata-mata bukanlah Bitcoin," pungkas Sam Lee.

Seperti diketahui, kemajuan teknologi blockchain tidak pernah secepat yang terjadi saat ini. Semua kehidupan berubah sejak terjadinya invasi platform digital yang telah mencapai hampir di setiap aspek kehidupan, dari profesional ke bidang yang sangat pribadi. Dalam dekade terakhir ini, platform digital blockchain baru diperkenalkan, disosialisasikan dan bahkan menjadi perbincangan utama di banyak negara.

Blockchain merupakan sistem yang terdesentralisasi dan terdistribusi pada semua komputer pengguna yang terkoneksi jaringan. Artinya, catatan transaksi yang sudah terjadi pada sistem tersebut bisa dilihat dan dikelola oleh semua orang, namun tidak bisa diubah sama sekali. Catatan tersebut akan bersifat kekal dan tidak bisa dipalsukan, karena pengelola ledger (buku besar catatan transaksi) blockchain bukan hanya 1 server saja, namun seluruh pemegang akun pada sistem blockchain memiliki ledger yang sama. Blockchain termasuk fondasi teknologi yang memungkinkan perkembangan cryptocurrency (mata uang kripto).

Manfaat blockchain tak hanya itu. Bahkan, pemahaman akan blockchain dapat memperluas wawasan dan mengasah keterampilan bisnis.

Sederhananya, blockchain adalah rekaman buku besar yang terdesentralisasi, memeriksa dan memverifikasi setiap proses penarikan, pembayaran, dan perdagangan dalam batas-batasnya. Untuk bisnis, spektrumnya cukup luas, dari penggunaan kemampuan blockchain untuk mencapai konsensus terpencil hingga otonom antara pengguna. Teknologi ini dapat membantu meningkatkan produktivitas dan keamanan transaksional, mengurangi biaya keseluruhan dan bahkan mengurangi potensi jeda atau waktu henti jika ada dalam rantai pasok.

Di tempat yang sama, Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun menambahkan, untuk menjembatani penyebaran pemahaman teknologi blockchain kepada pelaku-pelaku bisnis di Indonesia langsung dari pakar blockchain yang telah mengimplementasikan teknologi blockchain ini sejak tahun 2009 lalu, maka di tahun 2020, forum blockchain internasional akan diselenggarakan di Bali, bersamaan dengan pengembangan Pusat Teknologi Blockchain di Jakarta. "Sehingga memungkinkan orang untuk mempelajari lebih lanjut tentang teknologi blockchain ini,” kata Djauhari Oratmangun.



Sumber:Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

10 Tagar Paling Populer di Twitter Sepanjang 2019

2019 menjadi tahunnya Agnes Monica (@agnezmo).

DIGITAL | 11 Desember 2019

Ini Cuitan Jokowi yang Paling Banyak Dikomentari pada 2019

Cuitan Jokowi dikomentari 5.500 kali.

DIGITAL | 11 Desember 2019

Egogo Hub Ikut Meriahkan Harbolnas 2019

Egogo Hub Indonesia akan menggelar Electronic Days dan Beauty Days dengan potongan harga hingga 81 persen.

DIGITAL | 10 Desember 2019

BPPT Gandeng Bukalapak Pasarkan Produk Startup

BIT BPPT sudah melahirkan 67 perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT) selama kurun waktu 2001 hingga 2019.

DIGITAL | 10 Desember 2019

MSI Alpha 15, Laptop Gaming Berteknologi 7 Nm

Dengan kartu grafis AMD Radeon RX 5500M terbaru, Alpha 15 menjadi laptop gaming pertama dengan teknologi 7nm.

DIGITAL | 10 Desember 2019

Grab dan Good Doctor Jalin Kemitraan Akses Layanan Kesehatan

GrabHealth powered by Good Doctor merupakan upaya Grab untuk memberikan layanan kesehatan online.

DIGITAL | 10 Desember 2019

Batan Buktikan Kemampuan Kelola Nuklir

Batan mendapat tugas menjadi koordinator tiga bidang prioritas riset nasional

DIGITAL | 10 Desember 2019

Teknologi eSIM Smartfren Baru Tersedia untuk iPhone 11

Smartfren Telecom memperkenalkan teknologi eSIM di Indonesia untuk para pengguna iPhone 11 pada Senin (9/12).

DIGITAL | 10 Desember 2019

Menkominfo: Transformasi TV Analog ke Digital Suatu Keniscayaan

"Saya khawatir industri penyiaran upload beritanya ke YouTube, karena iklan bergeser ke YouTube."

DIGITAL | 10 Desember 2019

Menkominfo Ingin RUU Perlindungan Data Pribadi Disahkan 2020

RUU ini usulan dari pemerintah dan akan didorong masuk dalam prolegnas prioritas 2020.

DIGITAL | 10 Desember 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS