Disahkan Menkominfo, Proyek Satria Mulai Dibangun September
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-2.63)   |   COMPOSITE 5126.33 (-26.49)   |   DBX 964.304 (-0.19)   |   I-GRADE 140.573 (-0.75)   |   IDX30 429.149 (-2.2)   |   IDX80 113.629 (-0.31)   |   IDXBUMN20 294.159 (-2.49)   |   IDXG30 119.586 (-0.66)   |   IDXHIDIV20 382.889 (-3.09)   |   IDXQ30 125.935 (-1.22)   |   IDXSMC-COM 219.954 (-0.25)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-1.1)   |   IDXV30 106.718 (-0.07)   |   INFOBANK15 842.264 (-5.44)   |   Investor33 375.573 (-1.87)   |   ISSI 150.643 (-0.08)   |   JII 545.954 (1.33)   |   JII70 186.804 (0.25)   |   KOMPAS100 1025.81 (-5.25)   |   LQ45 790.454 (-4.02)   |   MBX 1419.3 (-8.37)   |   MNC36 282.56 (-2.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-1)   |   SMInfra18 242.071 (-0.08)   |   SRI-KEHATI 317.648 (-1.45)   |  

Disahkan Menkominfo, Proyek Satria Mulai Dibangun September

Selasa, 8 September 2020 | 18:02 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), perusahaan telekomunikasi berbasis satelit swasta pertama di Indonesia, berkomitmen melanjutkan proyek Satelit Multifungsi (SMF) yang disebut Satelit Republik Indonesia (Satria). Melalui anak usahanya, PT Satelit Nusantara Tiga (SNT) bersama konsorsium perusahaan lokal bekerja sama aerospace manufacturer asal Prancis, Thales Alenia Space (TAS), memulai konstruksi pada September 2020.

Direktur Utama PT Pasifik Satelit Nusantara Adi Rahman Adiwoso menjelaskan konstruksi dilakukan TAS setelah Preparatory Work Agreement (PWA) dilakukan. Adi juga menegaskan bahwa konstruksi mulai dilakukan pada bulan ini. “Indonesia bisa secepatnya menjadi digital society dengan mempermudah pendidikan, pemerintahan, kesehatan, perekonomian, dan sebagainya dengan akses internet. Kesetaraan digital ini menyiapkan seluruh bangsa menghadapi masa depan yang sebagian besar berdasarkan digital world,” kata Adi Rahman yang juga menjabat direktur utama SNT dalam keterangannya Selasa (8/9/2020).

Pembangunan konstruksi Satria ditandai dengan penandatanganan PWA oleh Direktur Utama PSN dan Direktur Utama SNT, Adi Rahman Adiwoso, di Jakarta bersama dengan VP Telecom Business Unit TAS, Pascal Homsy, di Prancis secara virtual pekan lalu. Penandatanganan disaksikan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny Gerard Plate, Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Anang Achmad Latif.

Menurut Adi, proyek Satria bagi kelompok usaha PSN merupakan bagian dari rangkaian Satelit Nusantara yang dimulai sejak 2019. Satelit multifungsi ini memiliki kapasitas 150 gigabyte per second (Gbps) dengan menggunakan teknologi Very High Throughput Satellite (VHTS) dan memakai frekuensi Ka-Band.

Proyek Satria kata dia, merupakan keputusan strategis pemerintah yang tidak kalah pentingnya dengan keputusan saat pemerintah memutuskan menggunakan Satelit Palapa A pada 1970 bagi sistem komunikasi satelit domestik yang membuat seluruh masyarakat Indonesia dapat berkomunikasi dan menikmati saluran televisi nasional, TVRI. “Dengan kapasitas sebesar 150 Gbps berarti lebih besar tiga kali lipat dari semua kapasitas satelit nasional saat ini. Kami yakin Satria dapat menjadi jawaban dari digital gap yang masih terjadi di Indonesia,” jelas Adi.

Adi menjelaskan bahwa total investasi Satria yang mencapai US$ 550 juta atau Rp 8 triliun akan dibiayai sindikasi perbankan bank-bank internasional yaitu The Hongkong and Shanghai bank Corporation Limited (HSBC), Banco Santander, S.A (Santander) dan The Korean Development Bank (KDB) yang didukung oleh bank penjamin yaitu Bpi France Assurance Export (Bpi) dan Asia Infrastructure Investment Bank (AIIB), yang berbasis di Tiongkok. Komposisi pinjaman sekitar US$ 425 juta (sekitar Rp 6,3 triliun) mencakup 77,27 persen dari seluruh total investasi. Sedangkan sisanya sebanyak US$ 125 juta atau 22,73 persen menggunakan modal konsorsium PSN.

Adi menjelaskan, dengan menerapkan teknologi VHTS, pemerintah melalui Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) dapat melakukan efisiensi biaya sewa SATRIA yaitu hanya akan berkisar 12-20 persen dari biaya sewa pemerintah saat ini.

Konsultan satelit terkemuka di dunia asal Amerika Serikat, Northern Sky Research, memprediksi harga 1 megabyte per second (Mbps) pada 2024 mendatang di pasar masih dua kali lebih mahal dari yang dibayarkan BAKTI untuk proyek Satria ini. Dengan itu, kata Adi, pemerintah sudah tepat menerapkan program ini karena memiliki biaya sewa kapasitas yang murah dan terjangkau yang membuat pemerintah dapat menghemat anggaran.

Sementara Menkominfo Johnny G. Plate mengatakan mengucapkan selamat atas tercapainya tahapan PWA proyek SATRIA antara SNT sebagai bagian dari konsorsium PSN dengan Thales Alenia Space. "Pandemi memberikan pengaruh signifikan terhadap industri dirgantara, termasuk satelit, seperti efek negatif pada penyelesaian proyek, terganggunya supply chain, dan perlambatan pengoperasian fasilitas untuk pabrikasi," kata dia.



Sumber:BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Fitur Multi Drop dan Multi Pick-Up Kargo Tech Minimalkan Muatan Kosong

Fitur terbaru Kargo Tech membuat proses logistik secara keseluruhan menjadi lebih efektif, efisien dan lebih terstruktur.

DIGITAL | 8 September 2020

Jerry Sambuaga: Teknologi Perluas Kesempatan Milenial Berkiprah di Masyarakat

Banyak aspek dari teknologi digital dan penerapannya yang harus menjadi kemampuan wajib generasi Z.

DIGITAL | 7 September 2020

Oppo Siapkan Platform Video Pendek Mirip TikTok

Oppo menjadi produsen smartphone pertama yang memiliki aplikasi video pendek bawaan di perangkatnya.

DIGITAL | 6 September 2020

Aplikasi Snack Video Gandeng Lima Influencer di Program SnaXperience

Lima influencer ternama yaitu Tasya Farasya, Cassandra Lee, Rey Mbayang, Syifa Hadju dan Sarah Viloid diundang Snack Video pada fitur terbaru live streaming.

DIGITAL | 6 September 2020

Serangan Ransomware di Indonesia Menyasar Sektor Enterprise

Serangan ransomware telah menjadi tantangan besar bagi banyak organisasi di dunia termasuk Indonesia.

DIGITAL | 6 September 2020

Merek Tiongkok Kuasai 73,3 Persen Pasar Smartphone Indonesia

Lima merek smartphone (Vivo, Oppo, Samsung, Xiaomi dan Realme), menguasai 92,9 persen penjualan smartphone di Indonesia.

DIGITAL | 6 September 2020

Kemristek Bina Produk Deteksi Alkohol Terintegrasi Internet Pertama

Alat pendeteksi alkohol ini untuk mengetahui apakah pekerjanya mengonsumsi alkohol dengan hasil persentase dan caranya lewat hembusan nafas.

DIGITAL | 5 September 2020

Piawai Asah Pola Pikir di Ajang Game Online

Dalam turnamen itu, para peserta akan disuguhkan permainan interaktif dan mengundang tren positif.

DIGITAL | 4 September 2020

Meluncur di Indonesia, Disney+ Hotstar Gandeng Telkomsel

Disney+ Hotstar juga menghadirkan akses ke lebih dari 300 film Indonesia.

DIGITAL | 4 September 2020

Logitec M190, Tetikus untuk Pengguna Bertangan Besar

Mouse nirkabel Logitech M190 dirancang mengikuti bentuk tangan secara alami.

DIGITAL | 4 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS