Presiden: Jangan Biarkan Dunia dalam Situasi Konflik
INDEX

BISNIS-27 447.922 (0.22)   |   COMPOSITE 5096.45 (-4.63)   |   DBX 966.383 (0.26)   |   I-GRADE 139.404 (0.54)   |   IDX30 427.333 (0.82)   |   IDX80 113.424 (-0.07)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.76)   |   IDXG30 119.109 (0.49)   |   IDXHIDIV20 379.033 (0.39)   |   IDXQ30 124.381 (0.25)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-1.19)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (-0.54)   |   IDXV30 108.161 (-0.91)   |   INFOBANK15 830.634 (2.07)   |   Investor33 372.738 (0.67)   |   ISSI 150.924 (0.03)   |   JII 548.46 (1.53)   |   JII70 187.38 (0.16)   |   KOMPAS100 1019.47 (0.03)   |   LQ45 787.196 (1.37)   |   MBX 1409.36 (-1.53)   |   MNC36 279.413 (0.25)   |   PEFINDO25 280.307 (-3.18)   |   SMInfra18 241.86 (0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (0.31)   |  

Presiden: Jangan Biarkan Dunia dalam Situasi Konflik

Sabtu, 27 Januari 2018 | 14:26 WIB
Oleh : WBP

Islamabad- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya di National Assembly of Pakistan, Islamabad pada Jumat malam (26/1) mengatakan agar seluruh bangsa menjaga stabilitas politik dan keamanan yang menentukan pertumbuhan ekonomi suatu negara dan kawasan.

"Konflik dan perang tidak akan menguntungkan siapa pun, saya ulangi konflik dan perang tidak akan menguntungkan siapa pun. Masyarakat terutama wanita dan anak-anak selalu menjadi pihak yang paling dirugikan dengan konflik dan perang," kata Kepala Negara.

Menurut Presiden, konflik dan peperangan menghancurkan nilai-nilai luhur kemanusiaan yang diberikan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, Indonesia selalu berkomitmen menjaga perdamaian dunia sebagai pendukung perdamaian.

Jokowi menjelaskan, bersama dengan ASEAN selama 50 tahun terakhir, Indonesia bekerja keras untuk menciptakan ekosistem perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan di kawasan Asia tenggara. "Melalui persatuan dan sentralitas ASEAN, Indonesia juga terus berkontribusi menciptakan kawasan Asia pasifik yang stabil dan sejahtera," kata Presiden.

Di kawasan, Indonesia ingin menciptakan ekosistem perdamaian, stabilitas dan kesejahteraan di kawasan Indo-Pasifik dan menjadikan Indo-Pasifik sebagai kawasan pertumbuhan bagi dunia. Sementara di tingkat global, seperti halnya Pakistan, Indonesia juga merupakan salah satu penyumbang terbesar pasukan perdamaian dunia.

"Dalam dua tahun ini, Indonesia terus bekerja sama dan memberikan kontribusi untuk mengatasi perbedaan antarnegara, membantu kemanusiaan termasuk di wilayah konflik, membantu menjaga keamanan kawasan, mengatasi ancaman kejahatan lintas batas, termasuk perdagangan obat-obatan terlarang, perdagangan manusia dan ancaman terorisme," kata Presiden dalam keterangan dari Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin.

Presiden mengatakan ancaman radikalisme terorisme terjadi di mana-mana. Tidak ada satu pun negara yang kebal dari ancaman terorisme termasuk di Indonesia dan Pakistan.

"Umat Islam adalah korban terbanyak dari konflik, perang dan terorisme. Lihatlah data yang sangat memprihatinkan ini, 76 persen serangan teroris terjadi di negara muslim, 60 persen konflik bersenjata terjadi di negara Muslim," kata Jokowi.

Lebih jauh lagi, jutaan muslim harus keluar dari negaranya untuk mencari kehidupan yang lebih baik, "67 persen pengungsi berasal dari negara Muslim," kata Kepala Negara.

Selain itu, Presiden mengingatkan bahwa jutaan generasi muda kehilangan harapan masa depannya. Kondisi yang memprihatinkan itu sebagian terjadi karena kelemahan internal dan faktor eksternal. "Apakah kita akan biarkan kondisi yang memprihatinkan ini terus berulang. Kalau anda bertanya kepada saya, maka saya akan menjawab tidak. Kita tidak boleh membiarkan negara kita dan dunia dalam situasi konflik. Penghormatan kita kepada kemanusiaan, kepada humanity seharusnya yang menjadi pemandu kita dalam berbangsa dan bernegara," jelas Jokowi.

Presiden menggarisbawahi bahwa sejarah mengajarkan kepada seluruh bangsa bahwa senjata dan kekuatan militer tidak akan mampu menyelesaikan konflik maupun menciptakan dan menjaga perdamaian dunia. "Yang akan terjadi justru persaingan, perlombaan senjata yang akan terus menciptakan ketegangan. Indonesia adalah negara yang pernah mengalami konflik," kata Jokowi.



Sumber:ANTARA


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jokowi Ingin Perdagangan RI-Pakistan Makin Meningkat

Jokowi mengharapkan kedua negara dapat semakin mempererat hubungan dagang dengan memperdalam PTA.

DUNIA | 27 Januari 2018


Berafiliasi dengan ISIS, WNI Tertangkap di Malaysia

Mabes Polri memastikan jika seorang warga negara Indonesia telah ditangkap otoritas Malaysia dengan tuduhan terorisme.

DUNIA | 26 Januari 2018

Isu Pendidikan, Brexit, dan Cryptocurrency Jadi Topik Hangat di WEF Hari Ketiga

PM Inggris Theresa May memastikan para hadirin WEF bahwa Inggris tetap mempertahankan prinsip perdagangan bebas.

DUNIA | 26 Januari 2018

Kebakaran di RS Korsel, Setidaknya 33 Tewas

Setidaknya 33 tewas saat kebakaran melanda sebuah rumah sakit Sejong di Miryang, Korea Selatan, Jumat (26/1).

DUNIA | 26 Januari 2018

Indonesia-India Bahas Kerja Sama Ekonomi

Pertemuan bilateral itu dilakukan Presiden sesudah sesi pleno KTT Peringatan ASEAN-India 2018.

DUNIA | 26 Januari 2018

Presiden: Kerja Sama Maritim Bangun Kawasan Indo-Pasifik

Dalam memajukan kerja sama maritim, India dan ASEAN dapat memanfaatkan forum-forum kemaritiman IORA.

DUNIA | 25 Januari 2018

Pilot AirAsia Asal Indonesia Meninggal Saat Terbang Kuala Lumpur-Bandung

Akibat peristiwa tersebut penerbangan AK416 harus dialihkan dan mendarat di Bandara Internasional Senai di Johor.

DUNIA | 25 Januari 2018

Bantuan Kemanusiaan RI untuk Rohingya Tiba di Bangladesh

Bantuan akan disalurkan melalui jalur darat menuju Cox's Bazar yang berjarak 157 km dari Chittagong.

DUNIA | 25 Januari 2018

Jokowi Tiba di New Delhi Ikuti KTT ASEAN-India

KTT Peringatan ASEAN-India 2018 di Hotel Taj Diplomatic Enclave akan menyelenggarakan rapat pleno bertema "Nilai dan Anugerah Bersama".

DUNIA | 25 Januari 2018


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS