Kematian Akibat Corona di Italia 10.000, Lockdown akan Diperpanjang
INDEX

BISNIS-27 426.538 (10.37)   |   COMPOSITE 4842.76 (96.29)   |   DBX 923.5 (6.4)   |   I-GRADE 127.867 (3.22)   |   IDX30 404.318 (10.19)   |   IDX80 105.647 (2.68)   |   IDXBUMN20 263.312 (9.58)   |   IDXG30 113.239 (2.42)   |   IDXHIDIV20 361.834 (8.52)   |   IDXQ30 118.461 (2.81)   |   IDXSMC-COM 206.934 (3.3)   |   IDXSMC-LIQ 229.9 (5.9)   |   IDXV30 99.778 (2.87)   |   INFOBANK15 760.318 (24.85)   |   Investor33 353.585 (9.39)   |   ISSI 142.238 (2.34)   |   JII 514.346 (8.62)   |   JII70 174.038 (3.54)   |   KOMPAS100 945.162 (24.13)   |   LQ45 740.002 (18.81)   |   MBX 1338.07 (29.17)   |   MNC36 264.409 (6.61)   |   PEFINDO25 251.635 (8.6)   |   SMInfra18 228.656 (4.52)   |   SRI-KEHATI 297.818 (8.21)   |  

Kematian Akibat Corona di Italia 10.000, Lockdown akan Diperpanjang

Minggu, 29 Maret 2020 | 05:34 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Milan, Beritasatu.com - Korban kematian akibat wabah virus corona di Italia mencapai lebih 10.000 pada Sabtu waktu setempat atau Minggu (29/3/2020) pukul 05.30 WIB Sabtu berdasarkan data worldometers. Mengacu angka tersebut, lockdown nasional hampir dipastikan akan diperpanjang.

Para pejabat setempat mengatakan 889 lebih orang meninggal dalam 24 jam terakhir, atau kematian harian tertinggi kedua sejak epidemi muncul pada 21 Februari. Adapun total kematian mencapai 10.023. Sementara Kkasus yang dikonfirmasi meningkat sekitar 6.000 menjadi 92.472, kasus kedua tertinggi di dunia di belakang Amerika Serikat (AS).

Para pejabat mengatakan jumlah itu akan terus meningkat tanpa kebijakan lockdown nasional. “Tanpa langkah ini, kita akan melihat angka yang jauh lebih buruk dan layanan kesehatan akan tidak mampu menangani," kata Head Civil Protection Angelo Borelli, yang merilis kasus setiap hari kepada media.

Italia, negara Barat pertama yang memberlakukan pembatasan ketat sejatinya lockdown akan berakhir mulai Jumat depan. Namun hal itu sulit diwujudkan. "Ada sejumlah faktor yang membuat kami percaya bahwa berakhirnya lockdown 3 April harus ditunda," kata Menteri Perindustrian Italia Stefano Patuanelli kepada stasiun televisi Italia Rai.

Wilayah Lombardy, yang merupakan pusat penyebaran mencatat 542 kematian baru, sehingga jumlah totalnya menjadi 5.944.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte telah mendesak Uni Eropa (UE) untuk merilis recovery bond untuk membantu mendanai mengantisipasi wabah corona. Dia mengatakan, kegagalan mengatasi keadaan darurat akan menjadi kesalahan fatal bagi blok UE.

Dalam sebuah wawancara dengan harian Italia Il Sole 24 Ore pada Sabtu, Conte mengatakan instrumen utang diperlukan dalam pemulihan guna mendukung ekonomi seluruh wilayah.

Sementara Menteri Pendidikan Italia Lucia Azzolina mengatakan penutupan sekolah dan universitas, yang dimulai pada 5 Maret, harus diperpanjang 3 April lalu.

Menteri Italia untuk wilayah selatan menyatakan keprihatinan tentang potensi ketegangan sosial dan kerusuhan sipil bisa terjadi di daerah miskin jika epidemi bergerak ke selatan. "Saya khawatir bahwa kekhawatiran atas kesehatan, pendapatan, dan masa depan, dan berlanjut krisis, akan berubah menjadi kemarahan dan kebencian," kata Menteri Giuseppe Provenzano kepada surat kabar La Repubblica Sabtu.

Gubernur wilayah Puglia selatan, Michele Emiliano, mengatakan lockdown harus diperpanjang sampai pertengahan Mei.

Hinngga Minggu (29/3/2020) pukul 05.30 WIB berdasarkan data worldometers kasus corona di dunia encapai 660.147 dengan kematian 30.642 dan pasien sembuh 1411.464.

Berikut lima besar kasus corona di dunia:
1. Amerika Serikat 121.043 kasus dengan kematian 2.020 dan sembuh 3.231.
2. Italia 92.472 kasus dengan kematian 10.023 dan sembuh 12.384.
3. Tiongkok 81.394 kasus dengan kematian 3.295 dan sembuh 74.971.
4. Spanyol 74.232 kasus dengan kematian 5.982 dan sembuh 12.285.
5. Jerman 6.824 kasus dengan kematian 5.982 dan sembuh 8.481.



Sumber:Reuters


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Spanyol Laporkan 832 Kematian Akibat Covid-19 dalam 24 Jam

Kementerian Kesehatan Spanyol menyatakan jumlah para pekerja kesehatan yang terinfeksi di negara itu dilaporkan sebagai tertinggi di dunia.

DUNIA | 28 Maret 2020

Trump Dinilai Gagal Tanggapi Wabah Virus Corona

Jumlah kematian akibat virus corona di AS setidaknya mencapai 1.500 orang.

DUNIA | 28 Maret 2020

Donald Trump Teken Stimulus Virus Corona US$ 2 T

Presiden AS Donald Trump menandatangani undang-undang stimulus mengatasi dampak virus corona senilai US$ 2 triliun pada hari Jumat (27/3/2020) waktu setempat.

DUNIA | 28 Maret 2020

Antisipasi Corona, KBRI Washington Setop Sementara Layanan Konsuler

KBRI Washington mengumumkan penghentian sementara layanan konsuler rutin untuk WNI di negara itu. Penghentian dilakukan untuk mengantisipasi wabah virus corona.

DUNIA | 5 Mei 2019

PM Inggris Boris Johnson Positif Corona

Gejala yang dialami PM Inggris tergolong ringan.

DUNIA | 27 Maret 2020

31 WNI Positif Corona di Singapura

Dari 31 WNI tersebut, dua orang telah dinyatakan sembuh, satu orang meninggal dunia, dan 28 orang masih dirawat di RS.

DUNIA | 27 Maret 2020

Korban Tewas Corona di Italia Lebih 2 Kali Lipat Tiongkok, Ini Pemicunya

Ada 8.215 kematian di Italia, sementara di Tiongkok sebanyak 3.292 kematian.

DUNIA | 27 Maret 2020

G20 Akan Suntik Dana US$ 5 Triliun Atasi Dampak Covid-19

Kelompok ekonomi utama itu menunjukkan persatuan lebih dari sebelumnya sejak G20 dibentuk selama krisis keuangan 2008-2009.

DUNIA | 27 Maret 2020

Menlu: Ada Empat Hal Dibahas dalam KTT LB G20

G20 berupaya mengatasi pandemi Covid-19 berikut dampaknya terhadap perekonomian global.

DUNIA | 27 Maret 2020

KTT Luar Biasa G20 Bukti Keseriusan Dunia Hadapi Virus Corona

Para Kepala Negara yang mengikuti KTT Luar Biasa G20 sepakat berkomitmen untuk melindungi umat manusia dari pandemi global virus corona.

DUNIA | 27 Maret 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS