Antisipasi Gelombang Dua Corona, Tiongkok Lockdown Kota Jia
INDEX

BISNIS-27 503.122 (7.61)   |   COMPOSITE 5724.74 (89.25)   |   DBX 1066.46 (9.81)   |   I-GRADE 166.255 (3.05)   |   IDX30 491.004 (8.8)   |   IDX80 129.735 (2.65)   |   IDXBUMN20 364.991 (9.26)   |   IDXG30 133.352 (2.1)   |   IDXHIDIV20 441.973 (8.53)   |   IDXQ30 143.512 (2.54)   |   IDXSMC-COM 247.38 (3.5)   |   IDXSMC-LIQ 301.054 (8.02)   |   IDXV30 127.096 (4)   |   INFOBANK15 976.214 (12.27)   |   Investor33 422.656 (6.59)   |   ISSI 167.54 (3)   |   JII 607.336 (12.69)   |   JII70 209.626 (4.39)   |   KOMPAS100 1162.4 (23.4)   |   LQ45 904.834 (17.52)   |   MBX 1587.29 (26.24)   |   MNC36 315.598 (5.98)   |   PEFINDO25 317.232 (4.1)   |   SMInfra18 287.626 (7.78)   |   SRI-KEHATI 361.444 (5.7)   |  

Antisipasi Gelombang Dua Corona, Tiongkok Lockdown Kota Jia

Jumat, 3 April 2020 | 06:56 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Tiongkok, Beritasatu.com - Pemerintah Tiongkok melakukan lockdown sebuah kabupaten di Tiongkok Tengah setelah kasus virus corona muncul kembali. Langkah ini menunjukkan sulitnya menahan wabah di tengah sejumlah orang tidak menunjukkan gejala penyakit covid-19.

Kabupaten Jia dengan populasi sekitar 640.000, pada Rabu (1/4/2020) meminta semua kompleks perumahan ditutup. Mereka yang meninggalkan rumah agar membuat kartu identitas, memakai masker, dan melakukan pemeriksaan suhu. Sementara lalu lintas mobil juga dibatasi.

Langkah itu dilakukan menyusul seorang wanita terinfeksi setelah mengunjungi dokter yang membawa virus, tetapi tidak menunjukkan tanda-tanda sakit. Para peneliti menyatakan carrier yang tidak menunjukkan gejala ini memainkan peran besar menyebarkan patogen kepada orang lain.

Banyak negara, terutama dengan kapasitas pengujian terbatas, tidak melakukan tes pada semua warganya, kecuali menunjukkan gejala seperti demam dan batuk.

Tiongkok telah secara resmi melaporkan tidak ada kasus pada 19 Maret. Namun ada kekhawatiran munculnya gelombang kedua baik di dalam negeri maupun dari pada pelancong yang tiba di perbatasan.

Sementara intelijen Amerika Serikat (AS) juga menuduh Tiongkok tidak transparan melaporkan total kasus dan kematian akibat penyakit corona.

Dokter Terinfeksi
Pengujian yang dilakukan oleh rumah sakit daerah Jia pada 25 Maret terhadap pekerja medis yang merawat pasien Covid-19 mengungkapkan infeksi corona menimpa tiga dokter. Namun dokter itu tidak menunjukkan gejala covid-19. Tiga dokter tersebut makan bersama di sebuah restoran pada 13 Maret. Salah satu dari mereka sebelumnya telah melakukan perjalanan ke Wuhan dan dikarantina sendiri selama dua minggu setelah kembali.

Saat ini ketiganya dikarantina. Tetapi infeksi itu tidak diumumkan ke publik karena Tiongkok tidak mengungkapkan jumlah infeksi sampai minggu ini.

Alhasil kritik bermunculan dari kalangan domestik dan internasional. Negara-negara seperti Korea Selatan dan Jepang selalu menyertakan pasien tanpa gejala yang dites positif dalam jumlah kasus yang dikonfirmasi. Sementara di Tiongkok, kasus masuk kategori dikonfirmasi hanya setelah mulai menunjukkan gejala. Ini berarti bahwa warga Tiongkok yang tidak menunjukkan gejala, tetapi membawa virus, tidak pernah dihitung sebagai kasus yang dikonfirmasi.

Di Jia, infeksi ketiga dokter itu terungkap ketika seorang wanita berusia 59 tahun menderita demam dan sakit kepala, setelah mengunjungi salah satu dokter. Kunjungan itu terjadi sebelum karantina dokter dimulai pada 25 Maret.

Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mengatakan ada 1.367 kasus asimtomatik di bawah karantina nasional pada 31 Maret.



Sumber:Bloomberg


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Corona di Dunia Tembus 1 Juta, Korban Tewas 52.000 Orang

Virus corona telah menyebar ke seluruh Eropa dan Amerika Utara di samping mulai merambah Afrika.

DUNIA | 3 April 2020

Pengidap Covid-19 Ludahi Orang Sebelum Tewas di Kereta

Anan Sahoh baru pulang dari Pakistan dan membawa sertifikat sehat saat mendarat di bandara, sebelum naik kereta api.

DUNIA | 3 April 2020

Korban Jiwa Corona di Spanyol Tembus 10.000

Pada 24 jam terakhir, 950 orang meninggal dunia di Spanyol akibat virus ini dan menjadi angka kematian harian tertinggi.

DUNIA | 2 April 2020

193 WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri

193 WNI di luar negeri posetif Covid-19.

DUNIA | 2 April 2020

Satu Lagi WNI Positif Covid-19 Meninggal di Singapura

Satu lagi WNI meninggal dunia karena Covid-19 di Singapura.

DUNIA | 2 April 2020

India Lockdown Sambil Bertepuk Tangan

Seluruh India Lockdown total.

DUNIA | 2 April 2020

Menlu Usulkan KTT ASEAN Digelar Virtual

Menlu usulkan agar KT) ASEAN yang dijadwalkan pada 6-9 April 2020 bisa digelar secara virtual.

DUNIA | 1 April 2020

Donald Trump Curiga Angka-angka Virus Corona dari Tiongkok Terlalu "Sedikit"

Presiden AS Donald Trump menyinggung angka virus corona, jumlah kasus dan kematian, di Tiongkok yang menurutnya terlalu sedikit.

DUNIA | 2 April 2020

Corona Diprediksi Akan Tewaskan Hingga 200.000 Warga Amerika

Jika upaya-upaya mitigasi tidak lakukan, korban jiwa di Amerika bisa menembus angka 2,2 juta orang.

DUNIA | 1 April 2020

Pertama Kalinya, 700 Tewas dalam Sehari Akibat Corona di AS

Jumlah itu sama dengan kematian setiap dua menit.

DUNIA | 1 April 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS