Dokter Penguji Vaksin Covid-19 di Moderna Sebut Injeksi Siap 2020
INDEX

BISNIS-27 441.115 (-6.71)   |   COMPOSITE 4999.36 (-65.27)   |   DBX 926.724 (-1.92)   |   I-GRADE 133.264 (-2.43)   |   IDX30 420.076 (-6.65)   |   IDX80 109.661 (-1.57)   |   IDXBUMN20 278.261 (-5.6)   |   IDXG30 116.81 (-1.43)   |   IDXHIDIV20 376.476 (-5.76)   |   IDXQ30 123.185 (-2.27)   |   IDXSMC-COM 212.981 (-1.87)   |   IDXSMC-LIQ 238.919 (-2.11)   |   IDXV30 103.357 (-0.89)   |   INFOBANK15 795.289 (-18.41)   |   Investor33 366.258 (-6.17)   |   ISSI 146.103 (-1.34)   |   JII 529.041 (-5.13)   |   JII70 179.515 (-1.95)   |   KOMPAS100 981.638 (-15.57)   |   LQ45 767.973 (-11.6)   |   MBX 1387.12 (-20.31)   |   MNC36 275.074 (-4.8)   |   PEFINDO25 260.463 (-1.57)   |   SMInfra18 237.109 (-3.79)   |   SRI-KEHATI 309.505 (-5.9)   |  

Dokter Penguji Vaksin Covid-19 di Moderna Sebut Injeksi Siap 2020

Selasa, 26 Mei 2020 | 20:12 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Washington, Beritasatu.com - Seorang dokter yang terlibat dalam studi vaksin virus corona (Covid-19) di Amerika Serikat (AS) berharap suntikan vaksin akan tersedia pada tahun ini.

Dr. Carlos del Rio, seorang profesor kedokteran Universitas Emory, mengatakan kepada CNBC pada Jumat (22/5/2020) bahwa vaksin Covid-19 siap dalam beberapa bentuk untuk didistribusi akhir tahun 2020. Dia mengungkapkan bahwa itu adalah waktu yang sangat cepat.

"Saya optimistis," kata del Rio pada "Power Lunch,". "Kami berkembang dengan kecepatan yang belum pernah dilakukan sebelumnya."

Atlanta's Emory University adalah salah satu situs yang menguji kandidat vaksin Covid-19 dari Moderna, yang pada bulan Maret memulai uji coba klinis pertama AS.

Dr. Anthony Fauci, ahli kesehatan di tim respons corona Gedung Putih, dalam wawancara Jumat pagi mengatakan proses pengembangan vaksin diproyeksikan memakan waktu 12 hingga 18 bulan.

"Berusaha berpikir bahwa, setahun setelah virus teridentifikasi, kami akan memiliki vaksin yang siap untuk digunakan dan siap didistribusikan besar-besaran," kata del Rio.

"Saya harus berhati-hati dan berharap itu terjadi. Saya ingin memastikan kita melakukannya dengan cara benar."

Dalam 65 hari, para peneliti telah mengisolasi dan mengidentifikasi virus dan mulai menguji vaksin potensial pada manusia. "Itu belum pernah terjadi sebelumnya," kata del Rio.

Studi Moderna dilakukan di Unit Evaluasi Vaksin dan Perawatan Emory dan Institut Penelitian Kesehatan Kaiser Permanente Washington di Seattle.

Walaupun biasanya diperlukan satu dekade penelitian untuk mengembangkan vaksin, namun para ahli berusaha merespons dengan cepat terhadap virus corona, yang telah menginfeksi 5 juta orang dan 336.000 kematian di seluruh dunia menurut data Universitas Johns Hopkins.

Moderna, sebuah perusahaan bioteknologi yang berbasis di Massachusetts bekerja dengan National Institutes of Health untuk mempercepat kandidat vaksin. Moderna merilis data studi fase satu yang menggembirakan - dengan 45 relawan awal pekan ini- sehingga menggairahkan investor global.

Moderna mengharapkan memulai uji coba fase dua, dengan memberikan dosis kepada 600 peserta, dan segera memasuki fase tiga pada Juli. Perusahaan berencana memiliki vaksin yang siap dipasarkan pada awal 2021.

Vaksin merupakan salah satu obat utama untuk membantu agar orang bisa keluar rumah tanpa khawatir tertular penyakit mematikan dan pada gilirannya membuka kembali perekonomian AS dan global kembali berjalan lancar.

Del Rio mengatakan seluruh populasi tidak perlu mendapatkan vaksin agar efektif dalam mengendalikan wabah di masa depan. "Jika Anda mendapatkan 40 presen orang divaksinasi dan 20 persen menderita penyakit, berati Anda akan mendapatkan kekebalan kawanan (herd immunity)," katanya.

"Jadi ke situlah kita perlu pergi. Kita tidak perlu memberi vaksinassi 100 persen orang. Kekebalan kawanan akan membantu kita," ujarnya.



Sumber:CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Langgar Karantina Covid-19, Pria Korsel Dipenjara 4 Bulan

Otoritas Korsel sedang meningkatkan langkah untuk mencegah berulangnya kembali wabah Covid-19.

DUNIA | 26 Mei 2020

46 dari 58 WNI Terinfeksi di Kuwait Berprofesi Perawat

WNI yang posetif Covid-19 di Kuwait Perawat.

DUNIA | 26 Mei 2020

Pandemi Covid-19 Mengubah Tradisi Idulfitri Muslim India

Pandemi virus corona (Covid-19) telah mengubah tradisi Idulfitri bagi umat Muslim India.

DUNIA | 26 Mei 2020

Tampilkan Nama Korban Meninggal Covid-19 AS, New York Times Dipuji Warganet

New York Times menuai pujian dari warganet, terkait edisi khusus yang menampilkan nama para korban meninggal akibat wabah Covid-19 di Amerika Serikat.

DUNIA | 26 Mei 2020

Di Tengah Pandemi Covid-19, Bangladesh Izinkan Salat Id di 300.000 Masjid

Pemerintah Bangladesh mengizinkan pelaksanaan salat Id berjemaah di sekitar 300.000 masjid yang tersebar, di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

DUNIA | 26 Mei 2020

Kekurangan APD, Tenaga Medis di Spanyol Gelar Unjuk Rasa

Kalangan tenaga medis menyatakan, mereka merasa kelelahan dan mengeluhkan kekurangan staf serta kurangnya peralatan pelindung.

DUNIA | 26 Mei 2020

Positif Covid-19, Seorang WNI Perawat Meninggal Dunia di Kuwait

Nanang Suyono (42) yang berprofesi sebagai perawat di Kuwait mengembuskan napas terakhir pada Senin (25/5/2020) dini hari waktu setempat.

DUNIA | 25 Mei 2020

33 Perusahaan Masuk Daftar Hitam, Tiongkok Kecam Keras AS

Tiongkok sendiri enggan membuat “daftar hitam” versi mereka karena masih ingin memberi “ruang bernapas” bagi hubungan dua negara.

DUNIA | 25 Mei 2020

Jepang Akhiri Keadaan Darurat Covid-19

PM Jepang Shinzo Abe mengakhiri keadaan darurat virus corona (Covid-19) untuk mengakhiri pengekangan aktivitas ekonomi di Tokyo dan empat prefektur lainnya.

DUNIA | 25 Mei 2020

Muslim Kamerun Protes Larangan Salat Id Akibat Wabah Covid-19

Umat Muslim Kamerun memprotes larangan salat Id dalam rangka perayaan Idul Fitri yang jatuh pada Minggu (24/5/2020).

DUNIA | 25 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS