Garda Nasional Minnesota Tes Covid-19 Seluruh Anggotanya Setelah 1 Positif
INDEX

BISNIS-27 434.176 (-7.64)   |   COMPOSITE 4917.96 (-75.2)   |   DBX 928.196 (-4.7)   |   I-GRADE 130.286 (-2.42)   |   IDX30 412.166 (-7.85)   |   IDX80 107.727 (-2.08)   |   IDXBUMN20 269.265 (-5.95)   |   IDXG30 115.773 (-2.53)   |   IDXHIDIV20 368.481 (-6.65)   |   IDXQ30 120.761 (-2.3)   |   IDXSMC-COM 210.292 (-3.36)   |   IDXSMC-LIQ 235.988 (-6.09)   |   IDXV30 101.893 (-2.12)   |   INFOBANK15 773.605 (-13.29)   |   Investor33 359.92 (-6.34)   |   ISSI 144.524 (-2.29)   |   JII 524.265 (-9.92)   |   JII70 177.451 (-3.41)   |   KOMPAS100 962.885 (-17.72)   |   LQ45 754.177 (-14.18)   |   MBX 1360.94 (-22.87)   |   MNC36 269.191 (-4.78)   |   PEFINDO25 256.961 (-5.33)   |   SMInfra18 232.003 (-3.35)   |   SRI-KEHATI 302.863 (-5.05)   |  

Garda Nasional Minnesota Tes Covid-19 Seluruh Anggotanya Setelah 1 Positif

Rabu, 3 Juni 2020 | 06:20 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Minnesota, Beritasatu.com - Tentara Garda Nasional negara bagian Minnesota Amerika Serikat (Minnesota National Guard) berencana melakukan tes Covid-19 pada semua anggotanya setelah diketahui satu orang dites positif dan sembilan lainnya menunjukkan gejala virus corona. Demikian dikatakan juru bicara Tentara Garda Nasional Minnesota kepada CNBC pada Selasa (2/6/2020).

Pasukan Garda Nasional negara bagian Minnesota mengerahkan hampir 7.000 anggotanya guna mengendalikan aksi protes massa yang dipicu kematian George Floyd, warga kulit hitam tak bersenjata oleh polisi Minneapolis berkulit putih. Polisi itu menekan leher Floyd dengan lutut selama hampir sembilan menit.

"Semua anggota kami diperiksa kesehatannya, termasuk untuk gejala Covid-19," kata Letnan Kolonel Dean Stulz dalam sebuah pernyataan.

Dia menambahkan bahwa satu anggota yang diketahui positif Covid-19 telah diisolasi. “Penyaringan dan pengujian terhadap anggota yang ikut mengendalikan unjuk rasa telah menjadi bagian dari rencana kami sejak awal," kata dia.

Namun belum diketahui waktu melakukan tes Covid-19 itu. Hingga kini tidak jelas kapan anggota terinfeksi dan berapa banyak interaksi mereka dengan anggota lainnya dan publik.

"Kami telah melakukan upaya untuk mengenakan masker dan mendorong jarak sosial, namun ketika Anda membuat barikade melindungi orang atau bangunan, Anda bahu-membahu. Ini adalah risiko yang kami terima saat berseragam untuk menjaga keamanan publik dan memulihkan perdamaian dan ketertiban," kata juru bicara Pasukan Garda Nasional Minnesota Scott Hawks dalam sebuah pernyataan.

Berita itu muncul ketika ahli epidemiologi dan kesehatan masyarakat khawatir bahwa protes massa yang meluas di AS memungkinkan virus corona menyebar cepat. Apalagi sejumlah negara-negara bagian mulai membuka kembali sektor-sektor besar ekonominya.

Direktur Pusat Kesehatan dan Bencana Masyarakat UCLA, Dr. David Eisenman mengatakan, pengujian besar-besaran terhadap semua orang yang terlibat dalam protes akan menjadi kunci untuk memastikan bahwa virus tidak menyebar dari kelompok tersebut ke kelompok lainnya.

Minnesota telah melakukan 258.747 tes diagnostik corona sejak 6 Maret, menurut data yang dikumpulkan Covid Tracking Project. Hingga Mei, lebih 5 juta orang melakukan tes dengan rata-rata 5.780 tes per hari, menurut data sukarelawan yang didirikan wartawan di majalah The Atlantic.

Beberapa spesialis kesehatan dan ekonom telah berulang kali meminta AS untuk meningkatkan kemampuan pengujian tes lebih banyak di seluruh populasi. Jumlah rata-rata harian tes di AS pada Mei hampir dua kali lipat dibandingkan dengan April. Namun itu masih jauh dari program pengujian besar-besaran yang disarankan beberapa ahli epidemiologi. "Sekarang adalah saatnya kita perlu melakukan pengujian lebih banyak dari sebelumnya, guna menekan penyebaran," kata Eisenman.

Menurut dia, pemerintah perlu melakukan segala upaya untuk melindungi para pengunjuk rasa serta melindungi komunitas dan keluarga tempat mereka kembali setiap malam.

Ahli epidemiologi Emory University, Bob Bednarczyk menambahkan aktivitas selama unjuk rasa seperti berteriak dan bernyanyi akan memperburuk penyebaran virus. Apalagi keberadaan mereka dipaksa berdekatan.

Dia menambahkan bahwa penggunaan gas air mata untuk menghalau pemrotes juga dapat menyebabkan orang batuk dan menyebarkan virus lebih banyak. "Saya khawatir penggunaan gas air mata untuk memecah protes ini. Ketika terjadi pandemi penyakit pernapasan, penggunaan bahan kimia yang menyebabkan orang batuk dengan keras memicu penyebaran penyakit lebih banyak," kata dia.



Sumber:CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

WNI Diminta Tidak Ikut-ikutan Demonstrasi di AS

Konjen RI di Chicago Meri Binsar Simorangkir, meminta warga negara Indonesia (WNI) tetap tenang dan waspada serta tidak ikut dalam aksi demonstrasi.

DUNIA | 2 Juni 2020

9,9 Juta Warga Wuhan Dites, Tidak Ada Kasus Covid-19 Baru

Dalam tempo setengah bulan saja, seluruh warga kota Wuhan sudah menjalani tes diagnostik virus corona.

DUNIA | 2 Juni 2020

Tiongkok dan India Kerahkan Senjata Berat ke Perbatasan Himalaya

Pasukan militer Tiongkok dan India dilaporkan telah mengerahkan persenjataan berat dan peralatan tempur dari kamp-kamp mereka ke perbatasan Himalaya.

DUNIA | 2 Juni 2020

Tiongkok Ancam Balas Langkah Trump Terkait Hong Kong

Tiongkok mengancam akan membalas langkah Presiden AS, Donald Trump, terkait pembatasan mahasiswa Tiongkok di negara itu.

DUNIA | 2 Juni 2020

Hadapi Demonstrasi, Kepemimpinan Trump Perburuk Perpecahan

Kepemimpinan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dinilai memperburuk krisis dan perpecahan dalam menghadapi demonstrasi terkait kematian George Floyd.

DUNIA | 2 Juni 2020

Kerusuhan Meluas, 140.000 WNI di AS Aman

Seluruh WNI di AS yang berjumlah 142.441 orang saat ini berada dalam kondisi aman dan baik.

DUNIA | 2 Juni 2020

Kepala Polisi ke Trump: Tutup Mulut, Ini Bukan Hollywood

"Kami memilih atau tidak memilih, Anda tetap presiden kami dan sekarang waktunya bersikap seperti seorang presiden.”

DUNIA | 2 Juni 2020

Hasil Autopsi Independen: George Floyd Korban Pembunuhan

Floyd pada dasarnya "meninggal di TKP" di Minneapolis pada 25 Mei.

DUNIA | 2 Juni 2020

Usai "Dicerai" Trump, WHO Harap Kolaborasi dengan AS Berlanjut

Kontribusi Pemerintah AS dan kemurahan hati rakyatnya selama beberapa dekade sangat luar biasa.

DUNIA | 2 Juni 2020

Marah, Trump Instruksikan Semua Gubernur Tindak Keras Semua Perusuh

Trump mengatakan para pemimpin negara bagian harus “membalas” aksi kekerasan di wilayah mereka masing-masing.

DUNIA | 2 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS