Dr Fauci Prediksi Vaksin Covid-19 Tidak Beri Kekebalan Jangka Panjang
INDEX

BISNIS-27 450.657 (-0.17)   |   COMPOSITE 5126.33 (-0.48)   |   DBX 964.304 (2.12)   |   I-GRADE 140.573 (0.13)   |   IDX30 429.149 (0.46)   |   IDX80 113.629 (0.19)   |   IDXBUMN20 294.159 (0.12)   |   IDXG30 119.586 (-0.02)   |   IDXHIDIV20 382.889 (0.21)   |   IDXQ30 125.935 (-0.19)   |   IDXSMC-COM 219.954 (0.48)   |   IDXSMC-LIQ 256.971 (-0.36)   |   IDXV30 106.718 (0.26)   |   INFOBANK15 842.264 (-0.64)   |   Investor33 375.573 (0.11)   |   ISSI 150.643 (0.48)   |   JII 545.954 (2.75)   |   JII70 186.804 (0.86)   |   KOMPAS100 1025.81 (-0.05)   |   LQ45 790.454 (0.49)   |   MBX 1419.3 (-0.61)   |   MNC36 282.56 (-0.55)   |   PEFINDO25 281.129 (-0.09)   |   SMInfra18 242.071 (0.05)   |   SRI-KEHATI 317.648 (0.34)   |  

Dr Fauci Prediksi Vaksin Covid-19 Tidak Beri Kekebalan Jangka Panjang

Rabu, 3 Juni 2020 | 07:14 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Washington, Beritasato.com - Pakar penyakit menular terkemuka Amerika Serikat (AS), Dr Anthony Fauci memperingatkan bahwa vaksin corona kemungkinan tidak memberikan kekebalan jangka panjang.

"Jika Covid-19 bertindak seperti virus corona lain, kemungkinan besar itu tidak memiliki durasi kekebalan yang panjang," kata Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS dalam wawancara dengan Editor JAMA Howard Bauchner, Selasa (2/6/2020).

"Ketika Anda melihat sejarah virus corona, atau virus corona umum yang menyebabkan flu biasa, mengacu laporan dan literatur bahwa daya tahan kekebalan berkisar tiga, enam bulan hingga kurang setahun. Itu tidak banyak membuat daya tahan dan perlindungan," kata Penasihat Kesehatan Gedung Putih ini.

National Institutes of Health AS telah bekerja cepat dengan perusahaan biotek Moderna untuk menciptakan vaksin potensial guna mencegah Covid-19, yang telah menginfeksi 6,28 juta orang di seluruh dunia dan menewaskan 375.987, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Fauci pada Selasa mengatakan bahwa Modena mengharapkan ada sekitar 30.000 orang mendaftar guna memulai uji coba fase 3 pada bulan Juli.

Dia mengatakan setidaknya ada empat percobaan untuk menghasilkan vaksin potensial yang melibatkan dirinya baik secara langsung atau tidak langsung.

Ketika ditanya apakah para ilmuwan akan dapat menemukan vaksin yang efektif, Fauci mengatakan sangat optimistis, meskipun tidak pernah ada jaminan. Dia mengatakan, mungkin butuh waktu berbulan-bulan untuk mendapatkan jawaban sebelum para ilmuwan menemukan apakah vaksin itu berfungsi.

Pejabat dan ilmuwan AS berharap vaksin Covid-19 akan siap pada paruh pertama 2021 atau 12 hingga 18 bulan sejak para ilmuwan Tiongkok pertama kali mengidentifikasi virus corona dan memetakan urutan genetiknya. Ini adalah kerangka waktu (timeline) yang memecahkan rekor dimana proses penemuan vaksin biasanya memakan waktu sekitar satu dekade. Pengembangan vaksin tercepat, yakni penyakit gondong, membutuhkan waktu empat tahun dan dilisensikan pada tahun 1967.



Sumber:CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kunjungan Trump ke Gereja Berbuah Sindiran Biden

Trump berkunjung ke Gereja St. John's untuk sesi foto bersama staf dan anggota kabinet, tetapi dia tidak berdoa.

DUNIA | 3 Juni 2020

Garda Nasional Minnesota Tes Covid-19 Seluruh Anggotanya Setelah 1 Positif

Pasukan Garda Nasional Minnesota mengerahkan hampir 7.000 anggotanya guna mengendalikan aksi protes massa yang dipicu kematian George Floyd.

DUNIA | 3 Juni 2020

WNI Diminta Tidak Ikut-ikutan Demonstrasi di AS

Konjen RI di Chicago Meri Binsar Simorangkir, meminta warga negara Indonesia (WNI) tetap tenang dan waspada serta tidak ikut dalam aksi demonstrasi.

DUNIA | 2 Juni 2020

9,9 Juta Warga Wuhan Dites, Tidak Ada Kasus Covid-19 Baru

Dalam tempo setengah bulan saja, seluruh warga kota Wuhan sudah menjalani tes diagnostik virus corona.

DUNIA | 2 Juni 2020

Tiongkok dan India Kerahkan Senjata Berat ke Perbatasan Himalaya

Pasukan militer Tiongkok dan India dilaporkan telah mengerahkan persenjataan berat dan peralatan tempur dari kamp-kamp mereka ke perbatasan Himalaya.

DUNIA | 2 Juni 2020

Tiongkok Ancam Balas Langkah Trump Terkait Hong Kong

Tiongkok mengancam akan membalas langkah Presiden AS, Donald Trump, terkait pembatasan mahasiswa Tiongkok di negara itu.

DUNIA | 2 Juni 2020

Hadapi Demonstrasi, Kepemimpinan Trump Perburuk Perpecahan

Kepemimpinan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dinilai memperburuk krisis dan perpecahan dalam menghadapi demonstrasi terkait kematian George Floyd.

DUNIA | 2 Juni 2020

Kerusuhan Meluas, 140.000 WNI di AS Aman

Seluruh WNI di AS yang berjumlah 142.441 orang saat ini berada dalam kondisi aman dan baik.

DUNIA | 2 Juni 2020

Kepala Polisi ke Trump: Tutup Mulut, Ini Bukan Hollywood

"Kami memilih atau tidak memilih, Anda tetap presiden kami dan sekarang waktunya bersikap seperti seorang presiden.”

DUNIA | 2 Juni 2020

Hasil Autopsi Independen: George Floyd Korban Pembunuhan

Floyd pada dasarnya "meninggal di TKP" di Minneapolis pada 25 Mei.

DUNIA | 2 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS