Infeksi Melonjak, Covid-19 Bunuh Lebih 500.000 Orang di Dunia
INDEX

BISNIS-27 491.129 (0)   |   COMPOSITE 5612.42 (0)   |   DBX 1062.36 (0)   |   I-GRADE 168.858 (-6.97)   |   IDX30 478.794 (0)   |   IDX80 131.904 (-5.19)   |   IDXBUMN20 373.781 (-18.36)   |   IDXG30 136.463 (-5.44)   |   IDXHIDIV20 450.262 (-18.14)   |   IDXQ30 146.101 (-6.28)   |   IDXSMC-COM 248.411 (-4.72)   |   IDXSMC-LIQ 303.864 (-9.61)   |   IDXV30 127.988 (-5.5)   |   INFOBANK15 946.8 (0)   |   Investor33 429.105 (-16.64)   |   ISSI 165.112 (0)   |   JII 597.802 (0)   |   JII70 213.196 (-7.01)   |   KOMPAS100 1134.88 (0)   |   LQ45 920.112 (-37.05)   |   MBX 1552.46 (0)   |   MNC36 321.125 (-12.61)   |   PEFINDO25 308.232 (0)   |   SMInfra18 281.756 (0)   |   SRI-KEHATI 352.482 (0)   |  

Infeksi Melonjak, Covid-19 Bunuh Lebih 500.000 Orang di Dunia

Senin, 29 Juni 2020 | 05:36 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jenewa, Beritasatu.com - Virus corona (Covid-19) telah menewaskan lebih 500.000 orang di seluruh dunia menyusul infeksi yang dikonfirmasi melampaui 10 juta, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Dilansir CNBC Senin (29/6/2020), Amerika Serikat (AS) menyumbang lebih 20 persen dari total kematian yang dilaporkan akibat Covid-19, atau paling banyak di dunia. Diikuti Brasil, Inggris, Italia, dan Prancis. Namun perbandingan angka kematian masing-masing negara sulit dilakukan karena perbedaan metode pelaporan.

Awal bulan ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan pandemi ini meningkat di tingkat global. WHO menyebut wabah telah memasuki "fase baru dan berbahaya."

“Banyak orang yang merasa bosan tinggal di rumah. Dapat dipahami bahwa negara-negara sangat ingin membuka ekonomi dan aktivitas masyarakatnya. Tapi virus masih cepat menyebar. Masih mematikan, dan kebanyakan orang masih rentan,” kata Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus pada 19 Juni.

Menurut data yang dikumpulkan oleh WHO, pada 8 Juni korban jiwa akibat Covid-19 melampaui 400.000. Padahal pada 16 Mei korban tewas akibat virus ini sekitar 300.000

Hingga kini, Administrasi Makanan dan Obat Amerika Serikat (Food and Drug Administration/FDA) belum menyetujui obat mujarab untuk menyembuhkan Covid-19. Namun para peneliti telah menemukan sejumlah kemajuan guna mempercepat pemulihan pasien Covid-19 yakni penggunaan remdesivir yang diproduksi Gilead.

Awal bulan ini, para peneliti menemukan bahwa obat deksametason, steroid murah dan tersedia luas, dapat mengurangi risiko kematian sepertiga pada pasien Covid-19 yang menggunakan ventilator, dan seperlima bagi mereka yang menggunakan oksigen tambahan.

Menurut WHO, ada 16 kandidat vaksin yang saat ini dalam uji klinis. Kepala ilmuwan WHO Dr. Soumya Swaminathan pada briefing virtual Jumat mengatakan bahwa vaksin potensial tengah dikembangkan AstraZeneca dengan para peneliti dari Universitas Oxford, Inggris. Selain itu, calon perusahaan biotek AS, Moderna juga tengah mengembangkan vaksin potensial.

WHO pada Jumat juga meminta US$ 27,9 miliar pendanaan tambahan selama 12 bulan ke depan menuju ACT Accelerator, kemitraan publik-swasta yang mencakup alat riset WHO guna memerangi Covid-19. Pendanaan itu kata WHO, akan membantu mempercepat pengembangan obat dan vaksin, mencegah infeksi lebih lanjut, kematian dan gangguan ekonomi.

Direktur Eksekutif Program Kedaruratan WHO, Mike Ryan pekan lalu mengatakan virus ini masih menyebar dengan cepat di banyak negara benua Amerika. "Sayangnya, pandemi bagi banyak negara di Amerika belum memuncak," katanya.



Sumber:CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

CNN: Rusia Janjikan Taliban Uang untuk Nyawa Tentara Amerika

Kedutaan Rusia di Washington DC mengecam keras “tuduhan tanpa dasar" oleh media Amerika.

DUNIA | 29 Juni 2020

Rolling Stones Peringatkan Trump Tidak Gunakan Lagu Mereka dalam Kampanye

Sebelumnya Trump pada minggu lalu menggunakan lagu Rolling Stone berjudul “You Can’t Always Get What You Want” di Tulsa, Oklahoma.

DUNIA | 28 Juni 2020

Sampai Hari Ini 222 Jenazah Pekerja Migran Dipulangkan ke Indonesia

Para pekerja migran Indonesia yang meninggal ini disebabkan berbagai masalah.

DUNIA | 28 Juni 2020

Diduga Terinfeksi Covid-19, 300 Pengunjung Klub Malam di Swiss Dikarantina

Lima orang lainnya yang berada di klub bersama pria itu juga telah dinyatakan positif.

DUNIA | 28 Juni 2020

Pertemuan Global Penggalangan Dana Covid-19 Hasilkan Rp 99 Triliun

Mayoritas peserta menekankan bahwa vaksin harus tersedia untuk siapa pun yang membutuhkan.

DUNIA | 28 Juni 2020

Kasus Covid-19 di Dunia Lampaui 10 Juta, di AS 45.000 Orang Terinfeksi Sehari

AS melaporkan lebih 45.000 kasus corona pada Jumat (26/6/2020), peningkatan rekor harian, sehingga total kasus menjadi lebih 2,594 juta kasus.

DUNIA | 28 Juni 2020

Usai Kampanye di Tusla, 8 Staf Presiden Trump Terinfeksi Covid-19

Delapan staf tim kampanye Presiden Donald Trump, dikonfirmasi positif terinfeksi Covid-19, pascakampanye di Tusla, pada 20 Juni 2020.

DUNIA | 27 Juni 2020

Lebih dari 100 Orang di India Tewas Tersambar Petir

Lebih dari 100 orang di India bagian utara tewas akibat tersambar petir yang terjadi puluhan kali saat hujan lebat melanda wilayah Bihar dan Uttar Pradesh.

DUNIA | 27 Juni 2020

Tiongkok Tingkatkan Pembangunan di Perbatasan Himalaya

Tiongkok terus meningkatkan pembangunan di dekat Garis Kontrol Aktual (Line of Actual Control/LAC), di wilayah Ladakh, Himalaya, yang berbatasa dengan India.

DUNIA | 27 Juni 2020

Soal Kebijakan Covid-19, Biden Sebut Trump “Seperti Anak Kecil”

Joe Biden menyebut Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, bertindak “seperti anak kecil” dalam membuat kebijakan terkait penanganan pandemi Covid-19.

DUNIA | 27 Juni 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS