Sanofi-GSK Capai Kesepakatan Vaksin Covid-19 dengan AS dan Eropa
INDEX

BISNIS-27 511.575 (-1.4)   |   COMPOSITE 5759.92 (23.42)   |   DBX 1054.23 (9.81)   |   I-GRADE 169.662 (-0.8)   |   IDX30 501.412 (-1.48)   |   IDX80 131.739 (0.17)   |   IDXBUMN20 371.622 (2.16)   |   IDXG30 135.832 (0.63)   |   IDXHIDIV20 450.213 (0.05)   |   IDXQ30 146.619 (-0.52)   |   IDXSMC-COM 244.641 (3.77)   |   IDXSMC-LIQ 299.216 (4.65)   |   IDXV30 126.958 (1.03)   |   INFOBANK15 989.895 (-6.43)   |   Investor33 430.473 (-1.37)   |   ISSI 168.725 (1.07)   |   JII 619.114 (0.96)   |   JII70 212.184 (1.01)   |   KOMPAS100 1175.82 (1.47)   |   LQ45 920.779 (-0.67)   |   MBX 1601.16 (5.3)   |   MNC36 321.923 (-0.8)   |   PEFINDO25 313.689 (3.18)   |   SMInfra18 292.004 (3.49)   |   SRI-KEHATI 368.014 (-1.81)   |  

Sanofi-GSK Capai Kesepakatan Vaksin Covid-19 dengan AS dan Eropa

Sabtu, 1 Agustus 2020 | 09:55 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Paris, Beritasatu.com - Raksasa farmasi Prancis Sanofi, dan GlaxoSmithKline (GSK) dari Inggris akan menerima dana US $ 2,1 miliar (Rp 30,8 triliun) dari pemerintah Amerika serikat (AS) untuk pengembangan vaksin Covid-19. Demikian diungkapkan perusahaan Jumat (31/7/2020) ketika dunia berlomba-lomba menjawab pandemi.

Pada saat yang sama, Uni Eropa (UE) mencapai kesepakatan dengan Sanofi untuk menyediakan 300 juta dosis kandidat vaksin corona. Komisi Eropa, badan eksekutif UE yang merundingkan perjanjian itu, mengatakan pihaknya akan mengizinkan semua atau 27 negara anggota UE untuk membeli setelah vaksin terbukti aman dan efektif.

AS telah mengidentifikasi kandidat vaksin yang sedang dikembangkan oleh Sanofi dan GSK yang akan memproduksi jutaan dosis dengan cepat.

Kedua perusahaan bertujuan menggabungkan antigen yang dikembangkan Sanofi dan merangsang produksi antibodi pembunuh kuman, dengan teknologi adjuvant GSK, zat pendukung respons kekebalan yang dipicu vaksin.

Dana AS akan membantu kegiatan pengembangan dan meningkatkan kemampuan manufaktur Sanofi dan GSK di AS sehingga menghasilkan kapasitas maksimal. "Pemerintah AS akan menyediakan hingga US$ 2,1 miliar, lebih dari setengahnya untuk mendukung pengembangan vaksin, termasuk uji klinis. Sisanya untuk pembuatan dan pengiriman 100 juta dosis di tahap awal," perusahaan tersebut.

Menurut perusahaan, Pemerintah AS memiliki opsi lebih lanjut untuk mendapat tambahan 500 juta dosis untuk jangka panjang.

AS adalah negara yang paling terpukul akibat Covid-19 dengan lebih 150.000 kematian dari total korban secara global lebih 667.000. Sementara Eropa mencatat hampir 210.000 kematian dari 3,2 juta kasus. Infeksi meningkat di beberapa negara dan ada kekhawatiran gelombang kedua pandemi segera terjadi.

Sanofi dan GSK mengatakan uji klinis vaksin akan dimulai pada bulan September. Studi fase 3 akan berlangsung hingga akhir tahun.

Dosis 1 Miliar Per Tahun
"Jika data positif, perusahaan dapat meminta persetujuan AS pada paruh pertama 2021. Secara paralel, Sanofi dan GSK meningkatkan produksi antigen dan adjuvant untuk menghasilkan 1 miliar dosis per tahun secara global," kata perusahaan.

Sekretaris Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan AS Alex Azar mengatakan portofolio vaksin yang dikumpulkan di bawah kendali percepatan akan meningkatkan kemungkinan bahwa umat manusia akan memiliki vaksin yang aman dan efektif segera setelah akhir tahun ini.

AS telah mengalokasikan sekitar US$ 6 miliar sejak Maret untuk proyek vaksin dengan raksasa farmasi seperti Johnson & Johnson, Pfizer dan AstraZeneca. "Investasi terbaru ini berpotensi menghasilkan ratusan juta dosis aman dan efektif bagi warga Amerika," kata Azar dalam pernyataannya.

Perusahaan-perusahaan itu sedang berdiskusi dengan Komisi Eropa dan pemerintah lain untuk memastikan akses global ke vaksin corona. Para mitra bermaksud memasok sebagian besar dari total kapasitas pasokan yang tersedia di seluruh dunia pada 2021 dan 2022.

Sanofi dan GSK sebelumnya mengumumkan kesepakatan dengan Inggris untuk menyediakan 60 juta dosis.

Laboratorium membutuhkan dana untuk mempercepat tahap awal pengembangan vaksin dan menyiapkan produksi tanpa khawatir akan ditinggalkan jika calon obat gagal. Pada gilirannya, pemerintah pemberi dana akan mendapatkan dosis pertama jika vaksin berfungsi. Namun kesepakatan semacam itu menuai kritik karena membuat negara-negara miskin yang tidak memiliki dana tunai.

Awal bulan ini, Dewan HAM PBB menekankan pentingnya "akses yang adil dan tanpa hambatan". Menurutnya setiap vaksin yang dikembangkan melawan Covid-19 harus dianggap sebagai barang publik global.



Sumber:Channel News Asia, AFP


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Inggris Menderita Ekses Kematian Covid-19 Tertinggi di Eropa

Analisa dari ONS mengonfirmasi posisi Inggris sebagai salah satu negara yang terpukul parah akibat pandemi.

DUNIA | 1 Agustus 2020

Demokrat dan Republik Tolak Usulan Trump untuk Tunda Pilpres

Senator McConnell mengatakan tidak ada pemilihan presiden AS yang pernah ditunda sebelumnya.

DUNIA | 1 Agustus 2020

Iduladha di Lebanon Diwarnai Kesuraman Ekonomi

Jalanan di ibu kota Beirut tampak kosong serta toko dan pasar ditutup saat patroli keamanan menerapkan penutupan yang akan berlanjut sampai Senin (3/8).

DUNIA | 1 Agustus 2020

Filipina Perpanjang Karantina Wilayah

Penerapan karantina wilayah di Manila dan daerah sekitarnya telah berlangsung selama berbulan-bulan.

DUNIA | 1 Agustus 2020

Vietnam Laporkan 12 Kasus Covid-19 dari Klaster Danang

Vietnam telah mengonfirmasi total 558 kasus Covid-19 dan mencatat dua kematian pertamanya pada Jumat (31/7/20200 setelah berbulan-bulan tanpa korban.

DUNIA | 1 Agustus 2020

Lampaui Inggris, Korban Tewas Akibat Covid-19 di Meksiko Ketiga di Dunia

Para pejabat Meksiko mengatakan pandemi Covid-19 kemungkinan jauh lebih banyak daripada yang terlihat dalam angka resmi.

DUNIA | 1 Agustus 2020

WHO Laporkan Peningkatan Kasus Covid-19 Harian Terbesar di Dunia

Secara global, virus ini telah menginfeksi lebih 17 juta orang dan membunuh 668.910 sejak muncul tujuh bulan lalu.

DUNIA | 1 Agustus 2020

Vietnam Catatkan Kematian Pertama Akibat Covid-19

Vietnam pada Jumat (31/7/2020) memastikan kematian pertama akibat virus corona (Covid-19).

DUNIA | 31 Juli 2020

Jemaah Haji di Tanah Suci Tahun Ini Hanya 1.000 Orang

Hanya 1.000 jemaah yang diizinkan menunaikan ibadah haji oleh otoritas Arab Saudi. Padahal, biasanya terdapat 2 juta jemaah haji di Mekah dan Madinah.

DUNIA | 31 Juli 2020

Akhiri Tugas di Rusia, Dubes Wahid Dianugerahi Medali Penghargaan

Rushan Abbyasov juga mengenang kunjungan pertama pada April 2011 ke berbagai kota di Indonesia, yaitu Jakarta dan memberi sambutan di Masjid Istiqlal.

DUNIA | 31 Juli 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS