Ilmuwan dan Farmasi Dunia Kembangkan Antibodi untuk Cegah Covid-19
INDEX

BISNIS-27 428.182 (-2.86)   |   COMPOSITE 4879.1 (-9.06)   |   DBX 933.193 (7.61)   |   I-GRADE 128.434 (-0.58)   |   IDX30 404.523 (-3.21)   |   IDX80 106.174 (-0.61)   |   IDXBUMN20 268.239 (-2.84)   |   IDXG30 113.341 (-0.34)   |   IDXHIDIV20 361.328 (-3.85)   |   IDXQ30 118.527 (-0.83)   |   IDXSMC-COM 209.874 (0.28)   |   IDXSMC-LIQ 234.117 (0.48)   |   IDXV30 100.803 (-0.57)   |   INFOBANK15 767.134 (-9.65)   |   Investor33 355.071 (-2.81)   |   ISSI 143.565 (0.25)   |   JII 517.566 (1.34)   |   JII70 175.828 (0.4)   |   KOMPAS100 953.068 (-3.09)   |   LQ45 742.375 (-5.22)   |   MBX 1347.52 (-4.53)   |   MNC36 265.633 (-1.2)   |   PEFINDO25 258.006 (2.03)   |   SMInfra18 230.699 (-0.73)   |   SRI-KEHATI 299.246 (-2.35)   |  

Ilmuwan dan Farmasi Dunia Kembangkan Antibodi untuk Cegah Covid-19

Selasa, 4 Agustus 2020 | 07:20 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Washington, Beritasatu.com- Ketika dunia menunggu vaksin Covid-19, kemajuan besar berikutnya dalam memerangi pandemi bisa datang dari terapi biotek yang banyak digunakan melawan kanker. Antibodi dirancang khusus untuk menyerang virus baru ini.

Pengembangan antibodi monoklonal yang menargetkan virus corona telah disahkan para ilmuwan terkemuka. Pakar penyakit menular AS Anthony Fauci menyebut antobodi hampir pasti melawan Covid-19.

Ketika virus melewati pertahanan awal tubuh, respons lebih spesifik muncul sehingga memicu produksi sel yang menargetkan penyerang. Hal ini termasuk antibodi yang mengenali virus, dan mencegah infeksi menyebar. Antibodi monoklonal - tumbuh dalam bioreaktor - adalah salinan protein yang terjadi secara alami ini.

Para ilmuwan masih mencari tahu peran menetralkan antibodi dalam pemulihan Covid-19. Namun produsen obat meyakini bahwa antibodi yang tepat dapat mengubah arah virus corona. “Antibodi dapat memblokir infeksi. Itu adalah fakta,” kata Eksekutif Regeneron Pharmaceuticals, Christos Kyratsous kepada Reuters.

Regeneron sedang menguji dua-antibodi, yang diyakini membatasi kemampuan virus untuk menggandakan diri lebih dari satu. Data kemanjurannya diharapkan bisa dirilis pada akhir musim panas, atau awal musim gugur. “Perlindungan (antibodi) akan berkurang dari waktu ke waktu. Dosis adalah sesuatu yang belum kita ketahui," kata Kyratsous.

Pemerintah Amerika Serikat (AS) pada bulan Juni memberi kontrak pada Regeneron senilai US$ 450 juta. Perusahaan mengatakan dapat segera memulai produksi obat di pabrik AS jika regulator menyetujui.

Pemerintah AS memberdayakan Eli Lilly dan Co, AstraZeneca, Amgen, dan GlaxoSmithKline untuk mengembangkan sumber daya manufaktur guna meningkatkan pasokan jika ada obat yang terbukti berhasil.

Namun ada juga perdebatan apakah antibodi tunggal cukup kuat untuk menghentikan Covid-19 yang telah merenggut lebih 675.000 jiwa secara global. AstraZeneca memulai uji coba pada manusia dengan kombinasi antibodi dalam beberapa minggu. Lilly, yang mulai menguji dua kandidat antibodi dalam ekperimen Juni lalu, memfokuskan pada satu obat. "Jika Anda membutuhkan dosis yang lebih tinggi atau lebih banyak antibodi, lebih sedikit orang yang dapat diobati," kata Kepala Ilmuwan Lilly, Dan Skovronsky.

Imunitas Instan
Tidak seperti vaksin yang mengaktifkan sistem kekebalan tubuh sendiri, dampak antibodi pada akhirnya akan menghilang. Namun produsen obat mengatakan antibodi monoklonal untuk sementara bisa mencegah infeksi pada kelompok orang berisiko seperti pekerja medis dan orang tua. Antibodi juga dapat digunakan sebagai jembatan terapi hingga vaksin tersedia secara massif.

"Dalam pengaturan profilaksis, kami pikir dapat bertahan hingga enam bulan," kata Kepala petugas medis Vir Biotechnology, Phil Pang, yang mulai menguji antibodi pada pasien yang tidak dirawat di rumah sakit bulan depan.

"Keuntungan suatu antibodi pada dasarnya adalah kekebalan instan," kata Wakil Presiden Senior Sorrento Therapeutics, Mark Brunswick, yang memulai uji coba manusia pada bulan depan dengan calon antibodi tunggal.

Risiko keamanan antibodi monoklonal dianggap rendah, tetapi biayanya sangat tinggi. Jenis obat untuk kanker ini dapat menelan dana lebih US$ 100.000 setahun.

Ada juga kekhawatiran bahwa virus corona bisa menjadi resisten terhadap antibodi. "Kami mencoba mengembangkan sesuatu yang saling melengkapi," kata Kepala penelitian Amgen David Reese. Amgen bekerja dengan Adaptive Biotechnologies Corp.

Para peneliti dalam sebuah makalah yang diterbitkan jurnal Nature baru-baru ini mengatakan pihaknya telah menemukan beberapa antibodi baru yang sangat kuat dan bisa diarahkan ke area di mana virus menempel pada sel manusia.

Ada juga pertanyaan kapan waktu yang tepat untuk menggunakan senjata baru ini. “Memberikan antibodi di kemudian hari setelah infeksi mungkin tidak membantu," kata profesor mikrobiologi Icahn School of Medicine New York, Florian Krammer. "Jika diberikan lebih awal, mungkin akan bekerja dengan baik."



Sumber:Reuters


BAGIKAN


REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Mantan Raja Spanyol Mendadak Hengkang ke Luar Negeri

Juan Carlos dianggap telah berjasa besar untuk mengakhiri kediktatoran Francisco Franco.

DUNIA | 4 Agustus 2020

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Amerika: di Desa dan Kota Sama Ganasnya

Presiden Trump segera merespons pernyataan Birx tersebut dengan nada kurang senang.

DUNIA | 4 Agustus 2020

Operasi Penangkapan Djoko Tjandra, Kepolisian Malaysia Beri Penjelasan

Polisi Diraja Malaysia (PDRM) menolak menjelaskan secara mendetail operasi penangkapan Djoko Tjandra di Malaysia, Kamis (30/7/2020).

DUNIA | 3 Agustus 2020

Update Covid-19, 1.259 WNI Terinfeksi di Luar Negeri

Jumlah warga negara Indonesia yang terinfeksi di luar negeri hingga hari Senin (3/8/2020) sebanyak 1.259 orang dengan jumlah terbanyak di Arab Saudi.

DUNIA | 3 Agustus 2020

Inggris Akan Bagikan Jutaan Alat Tes Cepat Covid-19

Jutaan alat tes Covid-19 yang mampu mendeteksi virus dalam waktu 90 menit akan dibagikan ke rumah sakit, rumah perawatan dan laboratorium di Inggris.

DUNIA | 3 Agustus 2020

PM Kosovo Positif Covid-19

Perdana Menteri Kosovo Avdullah Hoti mengaku terinfeksi virus corona dan akan menjalani karantina mandiri di kediamannya selama dua pekan

DUNIA | 3 Agustus 2020

Microsoft Konfirmasi Rencana Akuisisi TikTok

Menyusul pembicaraan antara CEO Microsoft Satya Nadella dan Presiden AS Donald Trump, Microsoft siap melanjutkan diskusi untuk menjajaki pembelian saham TikTok.

DUNIA | 3 Agustus 2020

AS Akan Segera Larang Operasional Perusahaan Tiongkok yang Mengancam Keamanan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan mengumumkan kebijakan terbaru terkait perusahaan-perusahaan Tiongkok yang mengancam keamanan nasional AS.

DUNIA | 3 Agustus 2020

Lewat Telepon, Jokowi Sampaikan Ucapan Iduladha kepada Erdogan

Presiden Jokowi menyampaikan ucapan selamat hari raya Iduladha 1441 Hijriah kepada Erdogan melalui sambungan telepon.

DUNIA | 2 Agustus 2020

Kirim Tim, Tiongkok Gelar Tes Covid-19 Massal di Hong Kong

Inisiatif itu merupakan pertama kalinya petugas medis Tiongkok daratan membantu Hong Kong dalam mengendalikan virus corona.

DUNIA | 2 Agustus 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS