Bersikukuh "Cerai" dengan WHO, Trump Lakukan Hal ini
INDEX

BISNIS-27 503.6 (2.5)   |   COMPOSITE 5652.76 (48.27)   |   DBX 1032.04 (3.25)   |   I-GRADE 164.451 (1.87)   |   IDX30 490.95 (3.33)   |   IDX80 128.766 (0.95)   |   IDXBUMN20 358.484 (4.17)   |   IDXG30 133.521 (0.92)   |   IDXHIDIV20 437.723 (3.27)   |   IDXQ30 142.408 (1.41)   |   IDXSMC-COM 239.978 (2.77)   |   IDXSMC-LIQ 292.98 (3.3)   |   IDXV30 120.747 (2.08)   |   INFOBANK15 969.323 (8.87)   |   Investor33 424.184 (2.73)   |   ISSI 165.497 (1.49)   |   JII 607.992 (3.57)   |   JII70 207.954 (1.77)   |   KOMPAS100 1151.81 (10.08)   |   LQ45 901.663 (6.22)   |   MBX 1571.94 (14.64)   |   MNC36 316.426 (2.22)   |   PEFINDO25 300.975 (9.54)   |   SMInfra18 283.853 (1.3)   |   SRI-KEHATI 362.321 (2.15)   |  

Bersikukuh "Cerai" dengan WHO, Trump Lakukan Hal ini

Kamis, 3 September 2020 | 06:12 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Washington, Beritasatu.com - Pemerintahan Donald Trump pada Rabu (2/0/2020) menjabarkan langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil ketika Amerika Serikat (AS) menarik diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Proses rumit itu diperkirakan memakan waktu setidaknya satu tahun.

"Posisi Gedung Putih adalah bahwa WHO perlu melakukan reformasi dan itu dimulai dengan menunjukkan kebebasannya dari Partai Komunis Tiongkok," kata Wakil Asisten Sekretaris Negara untuk Urusan Organisasi Internasional, Nerissa Cook.

Cook mengatakan, AS ingin ada transparansi dan akuntabilitas yang lebih besar pada WHO. "Kami ingin komunikasi yang lebih cepat dan berkualitas," kata Cook.

Dia berharap ada perubahan manajemen WHO sehingga lebih fokus pada pencegahan, serta deteksi terhadap pandemi.

Cook menambahkan bahwa AS masih dapat mempertimbangkan posisinya jika WHO melakukan reformasi yang signifikan.

Namun WHO tidak menanggapi permintaan komentar CNBC.

Satu langkah yang diambil pemerintah AS adalah mengkaji ulang dana jutaan dolar pada WHO. AS hingga kini menjadi negara pemberi dana terbesar untuk WHO.

"Saat ini Departemen sedang dalam proses memberi tahu Kongres tentang pemrograman ulang dana," kata Cook tanpa memberikan rincian tambahan.

Upaya terbaru itu terjadi setelah pemerintahan Trump memutuskan tidak berpartisipasi dalam upaya menggalang vaksin corona yang dipimpin WHO melalui Fasilitas Akses Global Vaksin Covid-19 (Covax). Aliansi ini mencakup 170 negara sebagai kerja sama produsen vaksin guna memberikan akses yang adil kepada negara-negara di seluruh dunia bahwa vaksin aman dan efektif.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo pada Rabu sesumbar bahwa ketidakhadiran AS pada inisiatif aliansi tersebut akan merusak sistem kesehatan global. "Tidak ada negara yang berkomitmen untuk memberikan vaksin di seluruh dunia seperti Amerika Serikat," kata Pompeo kepada wartawan di Departemen Luar Negeri.

Pada April, Trump mengatakan AS akan menangguhkan pendanaan untuk WHO karena organisai itu dinilai salah kelola dan menutupi penyebaran virus corona. Sebulan kemudian, dia mengumumkan AS akan keluar dari WHO di tengah pandemi karena penyalahgunaan dana organisasi dan hubungan baiknya dengan Tiongkok. "Tiongkok memiliki kendali penuh di WHO meskipun hanya membayar US$ 40 juta per tahun dibandingkan dengan apa yang telah dibayar AS sekitar US$ 450 juta setahun," jelas Trump di Rose Garden.

Pada Juli, administrasi Trump memberi pemberitahuan kepada sekretaris jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk menarik diri dari WHO pada 6 Juli 2021. Pemberitahuan ke PBB ini adalah langkah pertama dalam proses panjang yang bergantung pada faktor di luar kendali Trump, termasuk kerja sama Kongres dan pemilihan kembali presiden pada November.

Langkah administrasi Trump mundur dari WHO terjadi ketika kasus Covid-19 mencapai hampir 6,07 juta di AS, menurut penghitungan Universitas Johns Hopkins. Di seluruh dunia, corona telah menginfeksi 25,7 juta dan membunuh lebih 857.800. Setidaknya 184.600 meninggal di AS.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus bulan lalu berharap AS mempertimbangkan kembali keputusannya meninggalkan organisasi. “Masalahnya bukan tentang uang. Masalahnya bukan pembiayaannya. Sebenarnya hubungan dengan AS lebih penting karena kepemimpinannya di luar negeri," kata Ghebreyesus di Aspen Security Forum.

Calon presiden dari Partai Demokrat Joe Biden sebelumnya mengatakan akan mendorong AS bergabung kembali dengan WHO pada hari pertama jika dia terpilih menjadi presiden.



Sumber:CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Setelah Karantina 6 Bulan, Paus Fransiskus Tampil Doakan Lebanon

Paus Fransiskus mengadakan audiensi umum mingguan pertamanya di depan umum pada Rabu (2/9) setelah enam bulan karantina dan menghilang dari sorotan publik.

DUNIA | 2 September 2020

Pemimpin LDP Tak Ikut Pencalonan PM Jepang

Politisi partai berkuasa Jepang Seiko Noda tidak akan mencalonkan diri untuk memimpin Partai Demokrat Liberal (LDP) dan menggantikan Perdana Menteri (PM) Shinzo Abe.

DUNIA | 2 September 2020

Ditemukan, Kelemahan Vaksin Covid-19 Buatan Tiongkok dan Rusia

Vaksin Covid-19 andalan yang dikembangkan di Rusia dan Tiongkok memiliki potensi kelemahan.

DUNIA | 2 September 2020

Facebook Ancam Tutup Fitur Share Berita di Australia

Perusahaan media hanya mendapatkan "remah-remah kue" belanja iklan padahal industri media digital terus bertumbuh.

DUNIA | 2 September 2020

Akhiri Presidensi DK PBB, Indonesia Tuai Penghargaan Dunia

Indonesia telah melaksanakan tugas sebagai Presidensi Dewan Keamanan (DK) PBB bulan Agustus 2020. Mengakhiri presidensi, Indonesia menuai penghargaan dunia.

DUNIA | 2 September 2020

AS Veto Resolusi Indonesia Terkait Kontraterorisme

Amerika Serikat (AS) memveto resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) yang diusulkan oleh Indonesia terkait kontraterorisme.

DUNIA | 2 September 2020

UE Akan Investasi Vaksin Covid-19 di Bawah WHO

Komisi Eropa menyatakan pada Senin (31/8) akan berkontribusi pada inisiatif yang dipimpin oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk membeli vaksin Covid-19.

DUNIA | 2 September 2020

Bolsonaro Tidak Paksakan Rakyat Brasil Vaksinasi Covid-19

Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengatakan pada Senin (31/8) bahwa tidak ada rakyat yang akan dipaksa untuk mendapat vaksin melawan pandemi Covid-19.

DUNIA | 2 September 2020

Korban Meninggal Kasus Corona di Brasil Tembus 121.000

Brasil menyatakan pada Senin (31/8), jumlah kematian Covid-19 melampaui 121.000 kasus. Angka itu dikonfirmasi setelah 553 lebih banyak pasien meninggal.

DUNIA | 2 September 2020

4 Uji Coba Vaksin Corona yang Didukung AS Bisa Gagal

Vaksin untuk penyakit menular memiliki tingkat keberhasilan 33,4 persen melalui uji klinis.

DUNIA | 2 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS