Pasukan Korut Bunuh dan Bakar Pejabat Perikanan Korsel
INDEX

BISNIS-27 450.793 (-2.26)   |   COMPOSITE 5144.05 (-15.82)   |   DBX 982.653 (2.46)   |   I-GRADE 141.194 (-0.62)   |   IDX30 430.883 (-2.17)   |   IDX80 114.327 (-0.59)   |   IDXBUMN20 295.098 (-2.05)   |   IDXG30 119.385 (-0.73)   |   IDXHIDIV20 382.257 (-1.97)   |   IDXQ30 125.574 (-0.78)   |   IDXSMC-COM 221.901 (-0.43)   |   IDXSMC-LIQ 259.068 (-1.66)   |   IDXV30 107.621 (-1.14)   |   INFOBANK15 842.759 (-2.22)   |   Investor33 376.322 (-1.83)   |   ISSI 151.265 (-0.8)   |   JII 550.5 (-4.84)   |   JII70 187.95 (-1.54)   |   KOMPAS100 1026.39 (-5.14)   |   LQ45 794.213 (-3.71)   |   MBX 1420.94 (-5.57)   |   MNC36 281.737 (-1.36)   |   PEFINDO25 284.937 (-1.16)   |   SMInfra18 242.709 (-2.12)   |   SRI-KEHATI 318.969 (-1.57)   |  

Pasukan Korut Bunuh dan Bakar Pejabat Perikanan Korsel

Jumat, 25 September 2020 | 06:26 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Seoul, Beritasatu.com - Seorang pejabat perikanan Korea Selatan (Korsel) yang hilang minggu ini ternyata diinterogasi di kapal patroli Korea Utara (Korut) sebelum ditembak mati oleh pasukan yang kemudian menyiram tubuhnya dengan minyak dan membakarnya. Demikian dikatakan militer Korea Selatan pada Kamis (25/9/2020).

Militer Korea Selatan mengatakan bukti menunjukkan pria itu berusaha membelot ke Korea Utara ketika dia dilaporkan hilang dari kapal ikan pada Senin (21/9/2020) sekitar 10 km (6 mil) selatan Garis Batas Utara (NLL), demarkasi yang disengketakan kontrol militer sebagai batas laut de facto antara Korea Utara dan Selatan.

Alasan pasti mengapa pejabat berusia 47 tahun itu ditembak tidak diketahui. "Diduga, pasukan Korea Utara bertindak dengan alasan perintah anti-virus (corona)," kata militer Korea Selatan.

Mengutip sumber intelijen, pria tak dikenal itu tampaknya telah diinterogasi di kapal Korea Utara sebelum dia dieksekusi atas perintah dari otoritas yang lebih tinggi.

"Pasukan dengan masker gas kemudian menyiram tubuhnya dengan minyak dan membakarnya," kata militer Selatan.

"Militer Korsel sangat mengutuk kekejaman seperti itu, dan menuntut Korea Utara memberikan penjelasan dan menghukum mereka yang bertanggung jawab," kata Kepala Staf Gabungan, Jenderal Ahn Young-ho, yang bertanggung jawab atas operasi di dalam sebuah pengarahan.

Komandan militer AS di Korea Selatan mengatakan bulan ini bahwa pasukan Korea Utara telah diberi perintah tembak untuk mencegah virus corona memasuki negara itu.

Pada Juli, seorang pria yang membelot ke Korea Selatan tiga tahun lalu memicu ketakutan virus corona ketika dia menyeberang kembali ke perbatasan yang diawasi ketat Korea Utara.

Kedatangan pria pembelot itu mendorong pejabat Korea Utara mengunci kota perbatasan dan mengkarantina ribuan orang karena khawatir akan membawa virus corona, meskipun Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan hasil tesnya tidak meyakinkan.

Pekan lalu, polisi Korea Selatan menangkap seorang pembelot yang menurut mereka telah mencoba kembali ke Korea Utara dengan membobol tempat pelatihan militer di kota perbatasan Cheorwon, Korea Selatan.



Sumber:CNBC

TAG: 


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Yili Group, Merek Susu dengan Valuasi Tertinggi di Dunia

Valuasi merek Yili meningkat 13% dalam setahun terakhir berkat inovasi dan strategi internalisasi.

DUNIA | 25 September 2020

Novavax Mulai Uji Coba Vaksin Covid-19 Tahap Akhir di Inggris

Novavax mengatakan, data uji coba ini akan mendukung pengajuan lisensi di Inggris, Uni Eropa (UE) dan negara lain.

DUNIA | 25 September 2020

Tampil Lagi di PBB, Gus Yahya Paparkan Abrahamic Faiths Initiative

Dunia Islam harus berintegrasi secara damai dan harmoni dengan masyarakat dunia seluruhnya.

NASIONAL | 24 September 2020

Bola Kekuasaan Malaysia di Tangan Raja yang Tengah Sakit

Raja memiliki tiga opsi: mengadakan pemilu, meminta mosi kepercayaan parlemen, atau menunjuk perdana menteri baru.

DUNIA | 24 September 2020

Airbus Akan Operasikan Pesawat Hidrogen di 2035

Produsen pesawat Airbus berencana mengoperasikan pesawat terbang komersial ramah lingkungan berbahan bakar hidrogen. Tiga desain pesawat hidrogen sudah dibuat.

DUNIA | 24 September 2020

MoU 1974 Bukan Hukum Internasional untuk Miliki Pulau Pasir

Para nelayan tradisional Indonesia ditangkap, perahu mereka dibakar

NASIONAL | 24 September 2020

AS dan Tiongkok Saling Serang dalam Sidang Umum PBB

Ketegangan hubungan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok menjadi pusat perhatian dalam SMU PBB ke-75.

DUNIA | 24 September 2020

380 Paus Mati Terdampar di Tasmania

Sekitar 380 paus mati terdampar di pantai barat negara bagian Tasmania, Australia. Sejak Senin (21/9), diperkirakan 470 paus pilot telah terdampar.

DUNIA | 24 September 2020

Maskapai Global Serukan Uji Covid-19 untuk Penumpang Internasional

Maskapai global menyerukan pengujian Covid-19 kepada seluruh penumpang penerbangan internasional sebagai pengganti kebijakan karantina.

DUNIA | 24 September 2020

Arab Saudi Izinkan Umrah Mulai 4 Oktober

Arab Saudi secara bertahap akan mengizinkan kembali ibadah umrah untuk umat Muslim mulai 4 Oktober 2020, sebut Kementerian Dalam Negeri, Selasa (22/9).

DUNIA | 24 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS