BPOM AS Perluas Penyelidikan Vaksin Covid-19 AstraZeneca
INDEX

BISNIS-27 447.922 (-2.38)   |   COMPOSITE 5096.45 (-20.84)   |   DBX 966.383 (-3.17)   |   I-GRADE 139.404 (-0.96)   |   IDX30 427.333 (-2.25)   |   IDX80 113.424 (-0.5)   |   IDXBUMN20 292.954 (-1.1)   |   IDXG30 119.109 (-0.52)   |   IDXHIDIV20 379.033 (-2.14)   |   IDXQ30 124.381 (-0.5)   |   IDXSMC-COM 220.154 (-0.57)   |   IDXSMC-LIQ 258.539 (0.35)   |   IDXV30 108.161 (-0.42)   |   INFOBANK15 830.634 (-7)   |   Investor33 372.738 (-1.82)   |   ISSI 150.924 (-0.31)   |   JII 548.46 (-1.24)   |   JII70 187.38 (-0.44)   |   KOMPAS100 1019.47 (-5.04)   |   LQ45 787.196 (-3.67)   |   MBX 1409.36 (-5.93)   |   MNC36 279.413 (-1.35)   |   PEFINDO25 280.307 (0.94)   |   SMInfra18 241.86 (-0.29)   |   SRI-KEHATI 315.824 (-1.67)   |  

BPOM AS Perluas Penyelidikan Vaksin Covid-19 AstraZeneca

Kamis, 1 Oktober 2020 | 06:08 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Washington, Beritasatu.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (The US Food and Drug Administration/FDA) memperluas penyelidikan terhadap penyakit serius imbas uji coba penyuntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca Plc pada relawan. FDA akan melihat data uji coba vaksin serupa oleh ilmuwan yang sama. Demikian dikatakan tiga sumber yang mengetahui detail uji coba itu kepada Reuters.

Uji coba tahap akhir di AS dalam jumlah besar dari AstraZeneca ditunda sejak 6 September, setelah seorang relawan di Inggris mengalami gangguan inflamasi tulang belakang langka yang disebut myelitis transversal.

Perluasan penyelidikan FDA membuat salah satu kandidat vaksin Covid-19 paling maju ini semakin tertunda. "Data yang diminta diharapkan tersedia minggu ini, setelah itu FDA perlu waktu untuk menganalisisnya," kata dua sumber.

Vaksin dinilai sebagai upaya paling efektif untuk mengakhiri pandemi yang telah menewaskan lebih 1 juta orang di dunia.

Pemerintahan Presiden Donald Trump telah menjanjikan US$ 1,2 miliar untuk mendukung pengembangan vaksin AstraZeneca dan mengamankan 300 juta dosis untuk AS. Perusahaan AS juga mengembangkan vaksin seperti Pfizer Inc, Moderna Inc dan Johnson & Johnson.

Adapun regulator di Inggris Raya, Brasil, India, dan Afrika Selatan telah mengizinkan AstraZeneca melanjutkan uji klinisnya.

FDA ingin menentukan apakah efek samping serupa muncul dalam uji coba vaksin lain yang dirancang mitra AstraZeneca, yakni para peneliti di Universitas Oxford.

Langkah ini bukan berarti badan tersebut menilai ada masalah keamanan dengan vaksin ini. “Ini hanya menunjukkan bahwa FDA sedang melakukan pemeriksaan menyeluruh,” kata salah satu sumber.

Situasi semakin rumit karena data yang diminta FDA memiliki format berbeda dari yang diminta oleh regulator AS, kata dua sumber.

FDA menolak mengomentari diskusi yang melibatkan proses uji coba. Begitu halnya Oxford tidak menanggapi permintaan komentar.

Sementara AstraZeneca, dalam sebuah pernyataan, mengatakan perusahaan terus bekerja dengan FDA untuk memberikan informasi yang diperlukan sehingga mendukung dimulainya kembali uji coba di AS.



Sumber:Reuters


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kasus Covid-19 di Kalangan Kaum Muda AS Meningkat

Kasus mingguan Covid-19 di antara orang berusia 18 hingga 22 tahun naik 55,1 persen.

DUNIA | 30 September 2020

Ikuti the Fed, Bank Sentral Eropa Siap Biarkan Inflasi Naik

Pernyataan Lagarde diinterpretasikan bahwa ECB akan membiarkan inflasi naik lebih tinggi untuk mengompensasi tahun-tahun sebelumnya, di mana inflasi rendah.

DUNIA | 30 September 2020

Turki Bantah Tembak Jatuh Jet Armenia

“Tuduhan menjatuhkan jet itu sama sekali tidak benar,” kata Fahrettin Altun, direktur komunikasi presiden Turki.

DUNIA | 30 September 2020

Trump Curigai Data Covid-19 India

"Anda tidak tahu berapa banyak orang yang tewas di India. Mereka tidak benar-benar memberi Anda hitungan langsung,” kata Trump.

DUNIA | 30 September 2020

Armenia Sebut Pesawat Tempurnya Jatuh Ditembak Turki

Kementerian Luar Negeri Armenia mengatakan, pilot SU-25, pesawat buatan Soviet, tewas setelah ditabrak oleh F-16 Turki di ruang udara Armenia.

DUNIA | 30 September 2020

Survei: Kasus Covid-19 Sesungguhnya di India Capai 60 Juta

“Kesimpulan utama dari survei sero ini adalah bahwa satu dari 15 orang berusia lebih dari 10 tahun telah terpapar SARS-CoV-2 pada Agustus."

DUNIA | 30 September 2020

Azerbaijan dan Armenia Tolak Berunding

Konflik itu telah menghidupkan kembali kekhawatiran tentang stabilitas di wilayah Kaukasus Selatan, dan mengancam menyeret Turki dan Rusia ke medan pertempuran.

DUNIA | 30 September 2020

Hafiz Alquran Asal Bosnia Fatih Seferagic Positif Covid-19

Saat ini, Fatih Seferagic menjalani isolasi mandiri bersama sang istri di kediaman barunya, di Kuwait.

DUNIA | 30 September 2020

Kelompok Supremasi Kulit Putih Proud Boys Bangga Disebut Trump dalam Debat

“Proud Boys, mundur dan bersiap (stand back and stand by)," kata Trump saat ditanya tentang kekerasan yang dilakukan kelompok supremasis kulit putih.

DUNIA | 30 September 2020

Politifact: Tudingan Biden soal Penanganan Covid-19 Tidak Benar

Saat debat Capres AS, Biden menuding Trump tidak memiliki rencana penanganan Covid-19.

DUNIA | 30 September 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS