BPOM AS Setujui Remdesivir Sebagai Obat Virus Corona
INDEX

BISNIS-27 510.733 (-1.34)   |   COMPOSITE 5813.99 (8.96)   |   DBX 1076.27 (11.92)   |   I-GRADE 169.305 (0.55)   |   IDX30 499.8 (-0.92)   |   IDX80 132.38 (-0.32)   |   IDXBUMN20 374.254 (2.01)   |   IDXG30 135.455 (0.05)   |   IDXHIDIV20 450.5 (-0.98)   |   IDXQ30 146.053 (-0.34)   |   IDXSMC-COM 250.881 (1.17)   |   IDXSMC-LIQ 309.077 (0.27)   |   IDXV30 131.098 (-0.19)   |   INFOBANK15 988.482 (5.02)   |   Investor33 429.242 (-0.7)   |   ISSI 170.543 (-0.37)   |   JII 620.021 (-3.74)   |   JII70 214.017 (-1.07)   |   KOMPAS100 1185.8 (-0.19)   |   LQ45 922.358 (-1.18)   |   MBX 1613.53 (0.24)   |   MNC36 321.576 (-0.73)   |   PEFINDO25 321.335 (-2.97)   |   SMInfra18 295.407 (1.45)   |   SRI-KEHATI 367.139 (-0.28)   |  

BPOM AS Setujui Remdesivir Sebagai Obat Virus Corona

Jumat, 23 Oktober 2020 | 06:26 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Washington, Beritasatu.com - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (The Food and Drug Administration/FDA) pada Kamis (22/10/2020) menyetujui penggunaan obat antiviral remdesivir dari raksasa farmasi Gilead Sciences untuk pengobatan virus corona.

Pada Mei FDA mengeluarkan izin penggunaan darurat remdesivir pada pasien yang dirawat di rumah sakit meski obat tersebut belum disetujui secara resmi. Obat ini membantu mempersingkat waktu pemulihan beberapa pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit. Remdesivir merupakan salah satu obat yang diminum Presiden Donald Trump saat yang dinyatakan positif corona awal bulan ini. "Remdesivir akan digunakan untuk pasien Covid-19 minimal berusia 12 tahun dan membutuhkan rawat inap," kata Gilead.

Remdesivir saat ini menjadi pengobatan pertama Covid-19, dan satu-satunya yang sepenuhnya disetujui di AS. Covid-19 telah menginfeksi lebih 41,3 juta orang di seluruh dunia dan membunuh lebih 1 juta, menurut data Universitas Johns Hopkins.

Saham Gilead naik lebih 5% dalam perdagangan di Wall Street.

“Sejak awal pandemi, Gilead bekerja tanpa henti membantu menemukan solusi krisis kesehatan global ini,” kata CEO Gilead Daniel O'Day dalam pernyataannya.

“Sungguh luar biasa berada di posisi saat ini, kurang dari satu tahun sejak kasus Covid-19 pertama dilaporkan, kami memiliki obat yang disetujui FDA, di AS tersedia untuk semua pasien yang membutuhkan.”

Gilead mengatakan, remdesivir juga sudah disetujui atau diotorisasi untuk penggunaan sementara sebagai pengobatan Covid-19 di sekitar 50 negara di seluruh dunia.

Gilead mengatakan obat tersebut hanya boleh diberikan di rumah sakit melalui infus atau dalam lingkungan perawatan kesehatan.

Awal bulan ini, sebuah penelitian yang dikoordinasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengindikasikan bahwa obat tersebut hanya memberikan efek sedikit atau bahkan tidak berpengaruh pada tingkat kematian pasien yang dirawat di rumah sakit. Namun diakuinya remdesivir terbukti efektif mengurangi waktu pemulihan beberapa pasien di rumah sakit.

Awal tahun ini, Dr. Anthony Fauci, ahli penyakit menular terkemuka AS mengatakan bahwa obat tersebut akan menetapkan standar perawatan baru untuk pasien Covid-19.

Mayoritas pasien yang diobati dengan remdesivir menerima pengobatan selama lima hari sebanyak enam botol. Perusahaan juga mengembangkan versi obat hirup, yang akan diberikan melalui nebulizer. Perusahaan mengatakan obat tersebut tidak dapat diberikan dalam bentuk pil karena kandungan kimianya akan berdampak pada hati.

Remdesivir dengan nama merek Veklury, dibanderol US$ 2.340 untuk terapi lima hari bagi orang yang masuk program kesehatan pemerintah dan sistem perawatan kesehatan negara lain. Sementara untuk warga AS dengan jaminan kesehatan swasta, dibanderol US$ 3.120

Pada Agustus, Gilead mengatakan akan memproduksi lebih 2 juta paket rangkaian pengobatan remdesivir pada akhir tahun.



Sumber:CNBC


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Sudah Negatif Covid, Trump Siap Debat

Melania juga sudah sembuh dan menemani Trump ke lokasi debat.

DUNIA | 23 Oktober 2020

Para Kepala Negara ini Punya Pertaruhan Besar dalam Pilpres AS

Xi Jinping misalnya, kalau Trump menang sengketa dagang dan pertikaian diplomatik sengit akan terus berlanjut.

DUNIA | 23 Oktober 2020

Pukulan Terakhir Trump dan Biden

Dalam debat hari ini di Belmont University, Nashville, Tennessee, panitia akan mematikan mikrofon kandidat yang tidak mendapat giliran bicara.

DUNIA | 23 Oktober 2020

Fakta Seputar Debat Final Presiden AS

Debat final presiden Amerika Serikat (AS) akan digelar Kamis (22/10/2020) di Universitas Belmont di Nashville, Tennessee.

DUNIA | 22 Oktober 2020

Menlu AS Mike Pompeo Akan Hadiri Forum Pemuda Ansor

Pompeo dijadwalkan akan melakukan sejumlah acara termasuk menghadiri forum Gerakan Pemuda Ansor mengenai dialog agama dan peradaban.

DUNIA | 22 Oktober 2020

Menkes Jerman Positif Covid-19

Namun, hingga saat ini tidak ada anggota kabinet Kanselir Angela Merkel lainnya yang akan diisolasi untuk menghindari penyebaran virus.

DUNIA | 22 Oktober 2020

Infeksi Covid-19 India Mencapai 7,7 Juta Kasus

Pandemi Covid-19 terus menyebar di India dengan total mencapai 7.708.947 kasus per Kamis (22/10/2020) sore.

DUNIA | 22 Oktober 2020

PM Thailand Cabut Status Keadaan Darurat di Bangkok

Jenderal Prayut mengatakan, situasi kekerasan telah berakhir dan pejabat pemerintah dapat menegakkan hukum yang relevan untuk menyelesaikan masalah.

DUNIA | 22 Oktober 2020

Rakyat Thailand Tak Lagi Takut Memprotes Raja

Salah satu alasan besarnya, rakyat Thailand tidak menyukai raja saat ini. Raja kali ini, beda dengan ayahnya, Bhumibol Adulyadej.

DUNIA | 22 Oktober 2020

Tunangan Khashoggi Gugat Putra Mahkota Saudi

Tunangan dari jurnalis yang menjadi korban pembunuhan, Jamal Khashoggi, menggugat putra mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman (MBS) di pengadilan federal AS

DUNIA | 22 Oktober 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2020 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS